Pesona Bahari dan Religi Berpadu di Angso Duo


Jumat, 04 September 2015 - 16:52:57 WIB
Pesona Bahari dan Religi Berpadu di Angso Duo

Pulau ini berada di Ko­ta Pariaman, sekitar 65 kilometer dari Kota Pa­dang, ibu kota Sumatera Barat. Pulau seluas 2 hek­tare ini lebih dikenal de­ngan sebutan Pulau Angso Duo, karena angso dalam bahasa lokal, yaitu bahasa Minang, sama dengan angsa dan duo sama artinya de­ngan dua.

Baca Juga : Kolam Pemandian Hotwater Boom Solsel Tetap Buka, Satpol-PP Gelar Patroli

Sejauh ini, tidak ada yang tahu pasti kenapa pu­lau ini disebut Pulau Angso Duo. Konon ceritanya, ada sepasang angsa di pulau itu, tetapi tak tahu dari mana asal usulnya. Namun cerita dari mulut ke mulut ini tidak bisa dipastikan kebe­narannya karena ketika ditanya kepada warga se­tempat tentang asal usul nama Pulau Angso Duo, jawaban yang diperoleh selalu berbeda-beda.

Terlepas dari asal usul nama, pada dasarnya Pulau Angso Duo adalah salah satu pulau kecil yang ada pesisir Kota Pariaman, yang berjarak paling dekat de­ngan bibir pantai Kota Pariaman. Sebelumnya, pulau ini tidak berpe­ng­huni, namun kini peme­rintah setempat sudah me­nem­patkan 2 kepala kelu­arga ‘penjaga pulau’ tinggal di sana yang diberi honor oleh pemerintah daerah.

Baca Juga : Hati-hati! Eksploitasi Anak Rawan Terjadi di Wisata Indonesia

Transportasi

Jika ingin berkunjung ke pulau ini, maka pantai yang paling tepat untuk me­nyeberang ke Pulau Angso Duo adalah Pantai Gan­doriah yang tidak terlalu jauh dari pusat Kota Paria­man.

Baca Juga : Sandiaga Uno Mengaku Merinding Saat Salat Isya di Hotel Marbella Anyer, Ada Hantu?

Jarak pulau hanya seki­tar 1,9 mil dari Pantai Gan­doriah, dan dapat ditempuh dengan perjalanan sekitar 15 menit dengan kapal ber­mesin. Perahu ini cukup kecil seperti perahu nela­yan, bisa memuat sekitar 9-11 orang.

Sebelum menyeberang ke Angso Duo dari dermaga Pantai Gandoriah, pe­ngun­jung pun bisa sejenak me­nik­mati keindahan Pantai Gandoriah. Di pantai ini biasanya pada bulan ter­tentu, digelar pesta pantai Hoyak Tabuik, yang ter­kenal itu.

Baca Juga : Pariwisata Era Baru, Sandiaga: Berbasis Alam Terbuka

Untuk mencapai Pantai Gandoriah, pengunjung yang sudah berada di Kota Pariaman bisa meng­guna­kan sepeda motor, mobil dan angkutan lainnya. Khu­sus bagi pengunjung yang datang dari Kota Padang, yang berjarak 65 kilometer dari Kota Pariaman, Pantai Gandoriah juga bisa dica­pai dengan kereta api. Jika memilih kereta api, tiket bisa diperoleh dengan harga Rp 3.000 dari Stasiun Sim­pang Haru, Stasiun Tabing, dan sejumlah stasiun lain­nya di Kota Padang.

Bonusnya, selama di perjalanan dengan kereta api akan tersaji lansekap ranah Minang berupa perbukitan, sungai dan persawahan, hingga Stasiun Kereta Pa­riaman.

Selanjutnya, pengun­jung cukup berjalan kaki satu menit ke Pantai Gandoriah, dan bersiap berperahu ke Angso Duo, cukup dengan biaya Rp 35.000 per orang pergi-pulang. Penye­be­ra­ngan terakhir menuju Ang­so Duo pukul 15.00, se­mentara untuk pulang pu­kul 18.00.

Wisata Bahari dan Religi

Jika cuaca bagus dan angin tidak terlalu kencang, perahu mesin yang ditum­pangi dari dermaga di Pan­tai Gandoriah menuju pu­lau tidak akan terlalu te­rombang ambing dialun gelombang.

Dari kejauhan terlihat ada pulau-pulau kecil lain di sekitar Angso Duo, yaitu Pulau Ujuang (Ujung) dan Pulau Tangah (Tengah). Menurut penduduk lokal, yang paling sering dikun­jungi adalah Pulau Angso Duo karena selain alamnya yang cantik, di pulau ini juga terdapat sejumlah pening­galan sejarah yang sering diziarahi pengunjung.

Sekitar 10 menit per­jalanan, Pulau Angso Duo sudah terlihat dari keja­uhan, apalagi di bibir pulau terpasang susunan huruf tiga dimensi berukuran besar bertuliskan Angso Duo. Jika pertama kali berkunjung, dipastikan hati akan berdebar tak sabar ingin tahu pesona pulau ini.

Ketika perahu sampai di bibir pantai Pulau Angso dan saat kaki pertama kali menginjakkan kaki di bibir pantainya, hamparan pasir seputih bulu angsa akan membelai lembut telapak kaki setiap pengunjung, yang terasa semakin leng­kap dengan sejuknya sapuan air laut yang jernih dan berombak kecil.

Kejernihan airnya mem­buat bekas terumbu karang terlihat jelas di tepi pantai. Pantai ini sepertinya juga sebagai tempat para penyu menyimpan telurnya kare­na ada tulisan larangan untuk pengunjung meng­ganggu keberadaan si pe­nyu.

Ada banyak kegiatan wisata yang bisa dilakukan pengunjung di Pulau Angso Duo, karena pulau ini me­mang menjanjikan wisata bahari sekaligus wisata religi.

Bagi pengunjung yang hobi menyelam, bisa me­lakukan aktivitas diving dan snorkeling menikmati kein­dahan terumbu karang di dalam lautnya. Pengunjung juga bisa bermain jet ski, menunggangi banana boat, bermain wahana permainan air lainnya, memancing di pinggir pantai, berjemur atau sekedar mandi ombak dan bermain-main di ping­gir pantai.

Bagi yang hobi tracking, kegiatan mengitari pulau bisa dilakukan sambil meng­­hirup udara segar dari pepohonan yang meneduhi Angso Duo, karena sudah disediakan jalan setapak untuk berkeliling pulau.

Kegiatan mengitari pu­lau tidak akan terasa mema­kan waktu lama, karena pulau yang tidak terlalu luas. Jika berada di pulau saat sore hari, sunset yang cerah bisa dinikmati tanpa gangguan.

Sambil berkeliling, pen­gunjung bisa menziarahi kuburan panjang yang ko­non adalah makam dari ula­ma besar yang masih merupakan kerabat dekat salah satu ulama besar Mi­nangkabau.

Ya, jika anda ber­kun­jung ke Pulau Angso Duo, dipastikan tidak hanya wi­sata bahari yang bisa anda nikmati, tapi juga wisata religi, karena di Pulau Ang­so Duo terdapat makam Tuangku Katik Sangko de­ngan panjang 4,5 meter.

Katik Sangko adalah salah seorang kerabat dari Syekh Burhanuddin penye­bar agama Islam di Mi­nang­kabau. Di dekat ma­kam tersebut juga berdiri Surau Katik Sangko, yang dibangun oleh Pemerintah Kota Pariaman.

Selain Makam Tuangku Katik Sangko, ada sebuah kuburan tua tertanggal 13­29 M di pulau ini. Di pulau yang sangat tepat dijadikan tempat obyek wisata ke­luarga dan wisata akademik karena banyak situs sejarah yang masih butuh dipe­lajari  ini juga terdapat sebuah sumur tua sedalam 2,5 me­ter, yang terbuat dari su­sunan apik batu karang tanpa semen yang dipre­diksi berumur hampir seri­bu tahun.

Puas berwisata menik­mati keindahan Pulau Ang­so Duo sejak pagi hingga petang, pada sore hari pe­ngunjung bisa kembali ber­perahu ke kota, ke Pantai Gandoriah. Namun jika ingin bermalam di pulau ini, pengunjung bisa menik­mati fasilitas menginap di pondokan-pondokan se­derhana yang tersedia di Angso Duo.

Fasilitas di sini memang sudah cukup memadai. Ter­sedia juga musala dan kamar mandi yang bisa digunakan pengunjung tanpa dipungut biaya. Listrik pun sudah ada dari pembangkit listrik se­der­hana yang menggunakan tenaga surya.

Tapi bagi pengunjung yang berjiwa petualang, bermalam di kemah ber­alaskan pasir di pantai pun bisa dilakukan. Tentu saja sebelumnya semua bekal sudah dipersiapkan sendiri sebelum pergi ke pulau ini. Hmmm…berkemah di ping­gir pantai sambil membakar ikan tentunya sangat menggiurkan.

Ya, berlibur di pulau yang tenang seperti Pulau Angso Duo memang serasa berlibur di pulau pribadi, sangat menyenangkan. Dan untuk liburan di tempat seseru ini, sayang sekali jika tidak mengajak teman-te­man atau keluarga untuk berlibur bersama.

Jadi, tunggu apalagi, siapkan rencana yang ma­tang untuk berlibur dan berwisata ke Pulau Angso Duo ini, dan pastikan ja­ngan sampai ada yang meng­ganggu liburan anda. Sela­mat berwisata!

 

Laporan:
NOVA ANGGRAINI

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]