Dari Payakumbuh Tembus Pasar Nasional


Jumat, 04 September 2015 - 16:59:34 WIB
Dari Payakumbuh Tembus Pasar Nasional

Apalagi, usa­­­ha yang di­kelola secara ber­­­sama oleh ma­syarakat tersebut, telah  memproduki aneka olahan dari cokelat. Seperti bu­buk cokelat murni, lemak cokelat, per­men cokelat, bubuk cokelat 3 in 1, masker cokelat, dan dark,  serta white cokelat.

Baca Juga : Menarik, Kafe Kuali Bang Bung Padang Panjang Terbuat dari Kontrainer

“Usaha kita ini, telah memproduksi berbagai ola­han dari cokelat,” kata Jho­ni  Saputra,SE, Manager Pabrik Cokelat Chokato.

Untuk pemasaran, ola­han cokelat tidak hanya di­jual di Payakumbuh bahkan su­dah merambah ke ber­bagai daerah di Sumbar hingga nasional. Para pe­rantau Pa­ya­kumbuh di Ja­karta, Ba­n­dung, Batam atau provinsi lainnya, selalu me­mesan aneka cokelat pro­duk Cho­kato. Cokelat ini ke­mudian dijual lagi dikedai atau gerai miliknya di rantau.

Baca Juga : MAXstream Rilis Sajadah Panjang, Serial Orisinal Terbaru Spesial Ramadan

Berbagai kota di Su­matera Barat dan Riau serta beberapa perkantoran Ja­karta, Bandung dan sekitar juga memesan secara rutin. Untuk memenuhi pesanan pelanggan, pabrik cokelat tersebut harus produksi cokelat per hari saat ini  5 sampai 7 Kg bersih.

Mengonsumsi cokelat di­ke­tahui tak sekedar se­bagai makanan, namun me­miliki khasiat yang sa­ngat baik bagi kesehatan. Hal itu telah dirasakan pelanggan.

“Pelanggan kita, sudah merasakan khasiat cokelat, baik cokelat murni, lemak cokelat, masker cokelat  un­tuk kesehatan dan ke­can­tikan,” terang Jhoni yang juga Ketua Kelompok Tani Tanjung Subur, Kepala Ko­to, Pa­yakumbuh.

Sedangkan soal pro­duk­sinya, disesuaikan dengan kebutuhan pasar atau per­mintaan serta pasokan ba­han baku yang dimiliki, hingga pabrik mampu ber­operasi secara normal seja­lan dengan administerasi dan produksi.

“Tenaga kerja yang hanya 7 orang bisa di­ber­dayakan mak­si­mal,” kata Jo­ni Sa­putra yang ba­nyak menimba il­mu per­cokelatan/ka­kao di luar negeri.

Usaha–usa­ha pengem­ba­ngan pab­rik te­rus di­laku­kan­nya. Na­mun ben­tuk usa­ha awal dari milik Ke­lom­pok Tani men­­jadi CV atau PT, tidak akan dirubah. Sebab kalau dirubah men­jadi peru­sa­haan, tentu be­rubah pula tujuan semula dan ujung-ujungnya bisa untuk mem­perkaya diri.

“Dari awal,  pabrik co­kelat ini  untuk usaha ber­sama,” kata Jhoni  Saputra yang juga adik Ketua DPRD Kota Payakumbuh.

Untuk pengembangan usahanya, kelompok ini mendapat bantuan dari pu­sat, seperti mesin pres untuk menghasilkan permen yang bagus, mesin ayak, serta bangunan gedung untuk ru­ang kerja dan kantor.

“Tentang perhatian pe­me­rintah atau dinas ter­kait cukup menggembirakan, mulai tingkat kota, propinsi sampai pusat. Kuda yang lari kencang diberi sagu, dan itu tentu menambah semangat kerja kami bersama ang­gota,” terang Joni.

Hal yang meng­gem­bira­kan adalah, ketika cokelat yang difermentasi harganya cukup menggairahkan. Saat ini bahan baku  kakao yang difermentasi dibeli Rp35.­000 sampai Rp40.000. Se­men­tara yang tidak difer­mentasi harganya Rp27.000 sampai Rp30.000.

“Jadi dengan keha­di­ran pabrik ini bisa me­ngangkat harga kakao pe­tani Rp5.000  sampai Rp7.­000 per Kg. Kalau petani kita memiliki kakao 100 sampai 200 Kg saja, berapa itu keuntungan yang diraih,” tutur Joni.

Saat ini, untuk me­me­nuhi ba­han baku, Joni juga ber­kebun kakao sekitar 3.000 ba­tang yang baru di­tanamnya sebagai per­co­n­tohan dan juga antisipasi bahan baku pabrik. (***)

 

Laporan :
DADANG ESMANA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]