Dari Tertinggal ke Adiwiyata Nasional


Jumat, 04 September 2015 - 17:00:57 WIB
Dari Tertinggal ke Adiwiyata Nasional

Pihak-pihak yang me­miliki andil besar dalam memajukan sekolah yang dulu dianggab ping­giran itu, adalah Kepala UPT Pen­didikan Koto Tangah Nu­darpen, S. Ag, Kepala Se­kolah SD N 39 Dadok Tung­gul Hitam Delfisra S. Pd, Ketua Komite Syamsir dan Sekretaris Komite Indra Ka­maruddin. Kerja sama antar ele­men tersebut sangat memiliki peranan yang be­sar sekali. Dalam mem­ba­ngun lingkungan sekolah semua dilakukan dengan Gotong Royong. Mulai dari membuat jalan, membuat taman, serta membuat got juga dilakukan dengan Go­tong Royong.

Baca Juga : Dilema Penjual Telur Gulung di Padang saat Pandemi Covid-19

Menurut Kepala Se­ko­lah SD N 29 Dadok Tunggul Delfisra, walaupun dia baru beberapa bulan berada di sekolah tersebut tapi dia sudah tahu bahwa kerja sama dan gotong ro­yong di se­kolah tersebut merupakan kunci untuk me­majukan sekolah. Apa­lagi, ditengah program sekolah gratis yang digalakkan oleh Kota Pa­dang pungutan men­jadi hal yang tidak boleh di lakukan.

“Inilah hebatnya sekolah SD N 29 Dadok Tunggul Hitam, dengan semangat kerja sama semua bisa dila­kukan. Tidak musti semua­nya dengan uang, jalan ke­luar untuk membangun ling­kungan sekolah dilakukan dengan Goro,”terangnya.

Baca Juga : Malamang, Tradisi Lebaran yang Tak Dimakan Waktu

Kerja sama komite, ma­sya­rakat sekitar serta majelis guru juga sangat kuat, se­hingga ko­munikasi juga menjadi lancar. Agenda Go­ro rutinpun menjadi agenda wajib di sekolah tersebut.

“Kita berharap dengan tekad bersama ini, bisa me­ngantarkan sekolah yang dulunya dianggab tertinggal diperhitungkan di tingkat kota dan bahkan di pro­vinsi. Kami yakin itu jika kerja sama ini terus terja­lin,”pa­parnya.

Agenda Goro rutin se­tiap minggu, dengan sistem yang diterapkan berbeda. Setiap kelas memiliki jatah Goro dua lokal setiap ming­gu, sehingga peker­jaan yang dilakukan nampak.

“Goro ini juga inisiatif dari komite, wali murid. Bertepatan juga dengan per­siapan kita meng­hadapi adi­wi­yata nasional,” pa­parnya. Ia menambahkan, Goro yang bergantian setiap kelas perminggu juga merupakan ajang silaturahmi antar wa­limurid.  Sementara itu, Ketua Komite SD N 29 Da­dok Tunggul Hitam Syamsir yang didampingi oleh Sek­retaris Komite Indra Ka­marudin  menuturkan SD N 29 Dadok Tunggul Hitam sudah mengagendakan ke­gia­tan Goro. Sekolah yang sudah terlihat asri itu juga dibangun dengan inisiatif dan kreatif komite.

“Gempa beberapa tahun lalu membuat sekolah ini porak­po­randa. Berkat ker­jasama kami bersama ko­mite dan pemerintah kita ajukan bantuan ke pe­me­rintah Surabaya. Mereka bersedia membantu se­hing­ga sekolah kita ini berdiri dengan asri,”ulasnya.

Ia menekankan, untuk mencat sekolah komite juga turun tangan sehingga tidak harus membayar tukang cat. “Kalau bisa apapun yang kita lakukan disekolah ini sedapat mungkin dengan Goro,” tutup­nya. (***)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]