Penipu Rp1 Miliar Pemberangkatan Haji Ditangkap


Jumat, 04 September 2015 - 19:48:40 WIB
Penipu Rp1 Miliar Pemberangkatan Haji Ditangkap

Pengungkapan kasus ini ber­awal laporan salah seorang korban atas nama Mahyar (82) warga Palembayan pada 2013 lalu. Korban mengaku sudah mem­bayar uang pendaftaran keberang­katan haji sebesar Rp55 juta pada tahun 2012.

Baca Juga : Sektor Pertanian jadi Pergerak Ekonomi Sumbar

"Pihak kepolisian sudah cu­kup lama mengumpulkan data terkait laporan korban, serta melakukan pencarian terhadap tersangka. Beberapa waktu ter­akhir polisi berhasil mencium keberadaannya di Tanjung Raya. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata  tersangka benar berada di lokasi tersebut. Ketika digre­bek tersangka tidak bisa berbuat banyak," kata Eko.

Dikatakannya, saat ini ter­sangka dengan inisial MK (43), telah diamankan di raung tahanan Polres Agam untuk penyidikan lebih lanjut. Sedikitnya, MK sudah berhasil menjerat lebih 10 orang korban, dengan kerugian Rp500 juta. Jumlah tersebut bisa bertambah sebab tersangka me­nga­ku sudah berhasil menipu puluhan korban dengan dana yang dihimpun lebih kurang satu miliar.

Baca Juga : 40% Penghafal Alquran PontrenMu Kauman Padang Panjang Tertampung di Perguruan Tinggi

Eko menjelaskan, pengung­kapan kasus ini cukup rumit kare­na pihaknya harus terlebih dahulu mengumpulkan bukti. Awalnya korban atas nama Mah­yar (82) resah karena tidak kun­jung dibe­rangkatkan haji, padahal dia sudah melakukan penyetoran dana serta dijan­jikan bakal berang­katkan haji.

Ketika coba dihubungi kor­ban nomor telepon tersangka tidak pernah aktif. Karena kebe­rangkatan tidak kunjung tere­a­lisasi kemudian dia melapor ke Mako Polres Agam.

Baca Juga : Gubernur Janji Beri Tunjangan ke 4 Orang Penghafal Alquran 30 Juz PontrenMu Kauman Padang Panjang

Dikatakannya, setelah men­dapatkan laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan, serta melakukan konfirmasi terhadap dua biro perjalanan haji yang digunakan tersangka untuk me­nipu korban yaitu, PT Tumbuh Kembang dan PT Adam Malik Wisata Mulya di Jakarta.

Tetapi kedua biro perjalana­nan haji tersebut membantah memiliki kerjasama dengan ter­sang­ka dan tidak pernah memper­kerjakan yang bersangkutan.

Baca Juga : Menginspirasi! Mahasiswa Solsel Layak Jadi Duta Petani Mileneal Berkat Usaha Itik Petelur

" Sejauh ini tersangka menga­ku, aksinya cukup banyak mema­kan korban, sampai yang ber­sangkutan sudah lupa angka pasti berapa  jumlah orang yang sudah ditipunya. Namun, sudah ada sekitar sepuluh orang korban yang terpantau. Tersangka sendiri me­naksir jumlah dana yang di­himpun dari aksi penipuannya mencapai satu miliar rupiah," ungkap Eko.

Dikatakan Eko, setelah ber­hasil melakukan penipuan pada satu orang korban biasanya ter­sangka berpindah tempat tinggal, ada sejumlah wilayah yang ter­pantau pernah ditinggali ter­sangka, antara lain, Tanjung Raya, Kota Bukittinggi, Kabupaten Solok Selatan, Dharmasraya, Jakarta. Hingga saat ini tersangka masih belum mengaku untuk apa dana tersebut digunakan.

Eko mengimbau agar masya­rakat yang merasa pernah menjadi korban penipuan yang dilakukan tersangka untuk melapor kepada pihak kepolisian. " Kemungkinan masih cukup banyak lagi korban yang masih belum terpantau, oleh sebab itu kita meminta masyara­kat untuk melapor jika merasa pernah ditipu dengan modus pemberangkatan haji. Akibat aksinya  tersangka dijerat dengan pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Tentang Penipuan dengan ancaman huku­man minimal 4 tahun penjara," jelasnya. (h/yat)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]