Kabut Asap Ancam Gelaran TdS 2015


Jumat, 04 September 2015 - 19:49:28 WIB
Kabut Asap Ancam Gelaran TdS 2015

Namun, panitia sudah harus menyiapkan langkah anti­sipasi salah satunya dengan opsi dengan menggeser jad­wal etape dari daerah yang berkabut asap tebal ke dae­rah yang tidak berkabut.

Baca Juga : Lakukan Mutasi Besar-besaran, Hendri Septa: Penyegaran Birokrasi

“Misalnya di Dharmas­raya asapnya pekat di pindah ke Pa­dang atau Solok yang udaranya agak sehat. Kita tidak ingin iven tahunan ini batal hanya karena kabut asap. Kita berharap kabut asapnya lenyap, sehingga pelak­sanaan iven balap sepe­da ini tidak dinilai buruk,” terangnya.

Bencana kabut asap ini kata Burhasman, merupakan bencana yang tidak terduga sebelumnya. Sementara untuk pilihan mem­berikan masker ke pebalab itu juga tidak mungkin dilakukan.

Baca Juga : Hendri Septa Kembali Lantik 194 Pejabat Eselon III dan IV

“Tidak memungkin juga jika memberikan masker kepada se­tiap pebalap saat berpacu, karena bisa meng­ganggu pernapasan,” ujarnya.

Kementerian Pariwisata (Ke­menpar) RI juga berha­rap, kabut asap yang seka­rang sedang menyelimuti alam Sumatera, termasuk Ranah Minang, tidak meng­ganggu pelaksanaan Tour de Singkarak yang akan digelar mulai tanggal 3 hingga tang­gal 11 Oktober mendatang.

Baca Juga : Walikota Padang Hendri Septa Terima 500 Paket Sembako bagi Petugas DLH dari BNI Wilayah 02 Sumbar Riau Kepri

Secara teknis, berbagai pe­mangku kepentingan un­tuk pe­laksanaan TdS tahun ini sudah menyatakan siap menggelar iven balap sepeda internasional tahunan untuk mempromosikan pariwisata tersebut. Jalan yang berlo­bang siap diaspal. Namun ken­dala yang meng­kuatir­kan ada pada kabud asap yang tengah melanda daerah ini.

“Kita berharap kabut asap ini tidak mengganggu pelaksanaan Tour de Sing­karak tahun ini. Mari kita berdoa bersama semoga Sumbar tidak diselimuti kabut asap lagi,” kata Asisten Deputi Pengembangan Seg­men Pasar Personal, Ke­men­terian Pari­wisata, H. Raseno Arya saat Rapat Koordinasi lengkap pelak­sanaan Tour de Singkarak di Padang, Jumat (4/9) kemarin.

Baca Juga : Bangun Industri CPO dan Turunannya di Kota Padang, Hendri Septa Tinjau PT Padang Raya Cakrawala

Selain pelaksanaan iven TdS, wisatawan juga menjadi kekha­watiran Disparekraf dampak dari kabut asap ini. Secara keseluruhan persiapan Tds ini sudah mencapai 90 persen. “Saya sungguh-sung­guh ber­ha­rap Allah menghi­langkan kabut asap ini. Sehingga iven ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Bur­hanasman.

Sementara itu, Dinas Prasara­na Jalan Tata Ruang dan Pemu­kiman (Disprasjaltarkim) Sumbar terus melakukan persiapan jalur yang nantinya ditempuh pebalab Tour De Singkarak (TDS) Okto­ber mendatang.  Hingga saat ini pengerjaan jalur TDS sudah men­capai 90 persen.

Kepala Disprasjaltarkim Sum­­­bar Suprapto menuturkan, untuk persiapan jalur TDS diren­canakan rampung satu bulan menjelang perhelatan TDS nanti. Saat ini Dispras­jaltarkim masih melakukan per­baikan di bebe­rapa titik jalan.

“Untuk di daerah Sijunjung betonisasi yang dilakukan di beberapa titik hampir rampung. Titik fokus pengerjaan saat ini di Jalan Adinegoro, Sawahlunto dan Air Dingin, Kabupaten Solok,” tuturnya.

Ditambahkan Suprpto terkait penaikan badan jalan untuk anti­sipasi banjir, itu hanya dilakukan di bebarapa bagian jalan di Solok Selatan. “Itu tidak terlalu parah, kita tahu lah di Sumbar tidak ada jalan yang tergenang banjir selama tiga hari,” tuturnya.

Sementara, pihak kepolisian sebagaimana disampaikan Kepa­la Biro Operasi Polda Sumbar, Kombes Pol. Drs. Abdul Rakh­man Baso, siap mengamankan jalannya Tour de Singkarang, meski pada saat bersamaan juga sedang berlangsung persiapan pelaksanaan Pilkada serentak di daerah ini.

Dari berbagai permasalahan yang dikemukakan dalam Rakor yang berlangsung hingga petang hari itu, asap memang menjadi kekuatiran pertama. Sebab, selain mengganggu jarak pandang para pembalap juga bisa mengganggu kesehatan.

Namun begitu, Raseno tetap mengedepankan semangat me­nyuk­seskan kegiatan ini dan seka­ligus mencari langkah antisipasi yang bisa dipersiapkan menjelang pelaksanaan TdS yang hanya tinggal menghitung hari.

Dalam Rakor kemarin me­mang masih ada masalah finish dan rute etape yang diubah, yaitu pada etape 5 antara Payakumbuh ke Limapuluh Kota. Finish yang semula direncanakan di halaman Kantor Bupati di Sarilamak, direncanakan akan dipindahkan ke Lembah Harau setelah lebih dahulu melewati Kelok 9.

Namun kendalanya, seperti disebutkan pihak Kepolisian Limapuluh Kota, karena starnya yang cukup jauh di Ngalau Indah Kota Payakumbuh dan kemudian melewati Tanah Datar lebih da­hulu, dikuatirkan antara kepala dan ekor akan bertemu di belokan menuju Lembah Harau. Untuk itu, Kemenpar bersama Pemda Sumbar dan Kepolisian akan melakukan survey akhir yang dimulai Sabtu ini untuk ke selu­ruh rute, temasuk ke Kelok 9 dan Lembah Harau.(h/mg-isr/rel)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]