Presiden Agar Turun Atasi Asap


Ahad, 06 September 2015 - 19:06:58 WIB
Presiden Agar Turun Atasi Asap

Menurut dia, ISPU di atas 500 PSI, sudah sangat membahayakan bagi kese­hatan, dan penyakit ISPA atau pneumoni sangat be­resiko bagi anak-anak.

Baca Juga : Kolam Pemandian Hotwater Boom Solsel Tetap Buka, Satpol-PP Gelar Patroli

Aksi pembakaran hutan dan lahan ini, katanya, ti­dak bisa ditolerir lagi, ka­rena dampaknya atas asap dan kabut yang ditim­bul­kan sudah sangat mem­bahyakan kesehatan, anak-anak di­liburkan, bahkan bandara lumpuh kegiatan. “Riau kem­bali mengalami ker­u­gian yang sangat besar, se­dangkan peran eksekutif dan legislatif dalam me­nekan aksi kebakaran hu­tan dan lahan itu sudah baik, tinggal pihak yudi­katif da­lam pe­negakkan hukum,” katanya.

Oleh karena itu, kata­nya, masyarakat Riau sa­ngat ber­harap Presiden Jokowi bisa turun tangan, karena tanpa kehadiran Presi­den Jokowi penegak­kan hukum masih mele­mah, sehingga kasus ke­bakaran hutan dan lahan di Riau kini sudah seperti “ma­fia Hongkong”.

Baca Juga : Hati-hati! Eksploitasi Anak Rawan Terjadi di Wisata Indonesia

Setiap penindakan hu­kum dilakukan bagi pelaku pembakar hutan, maka di­in­dikasi ada dukungan dari pihak lain sehingga mereka (pelaku, red) sulit dijerat hukum.

Ia mengaku, dirinya su­dah menghubungi ajudan Presiden Jokowi, untuk men­­jadwalkan kunjungan Pre­siden ke daerah ini, seka­ligus diharapkan tentu­nya Presiden membawa se­jum­lah pasukan untuk me­nang­kap pelaku keja­hatan pe­rusak lingkungan itu.

Baca Juga : Sandiaga Uno Mengaku Merinding Saat Salat Isya di Hotel Marbella Anyer, Ada Hantu?

Badan Metereologi, Kli­matologi, dan Geofisika Pekan­baru, merilis bahwa kabut asap di Kota Peka­nbaru tampak memburuk sehingga mengakibatkan jarak pandang di daerah ini hanya sebatas 200 meter.

Kepala Badan Me­tere­ologi, Klimatologi, dan Geo­fisika, Pekanbaru, Su­ga­rin, menyebutkan selain Pekanbaru, jarak pandang di Pelalawan juga terus mem­buruk yang hanya se­batas 200 meter.

Baca Juga : Pariwisata Era Baru, Sandiaga: Berbasis Alam Terbuka

“Sejumlah daerah lain­nya yang diselimuti kabut asap tebal yakni Dumai dengan jarak pandang 300 meter dan Indragiri Hulu 800 meter,” katanya dan menambahkan pening­ka­tan jumlah titik panas di Riau menjadi penyebab utama memburuknya kabut asap sehingga mengaki­batkan jarak pandang sa­ngat ter­batas.

Selain itu melalui pen­citraan Satelit Terra dan Aqua pada Kamis pukul 07.00 WIB terdapat 177 titik panas yang tersebar di 10 kabupaten dan kota se Riau.

Provinsi Pelalawan ma­sih merupakan daerah pe­nyumbang titik panas ter­banyak dengan 66 titik pa­nas. Selanjutnya di In­dragiri Hulu 41 titik panas, Indra­giri Hilir dan Ku­antan Si­ngingi masing-masing 25 dan 21 titik panas. (h/ans)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]