Penjualan Rumah Turun 40 Persen


Ahad, 06 September 2015 - 19:11:59 WIB
Penjualan Rumah Turun 40 Persen

Menurutnya, tekanan eko­nomi yang tidak kunjung reda ini sangat berpengaruh pada angka penjualan.

Baca Juga : Digelar dengan Kondisi Khusus, Tahun Ini Arab Saudi Tetap Gelar Ibadah Haji

Dia mengatakan, akibat menurunnya penjualan dan permintaan akan rumah komersil, sebagian pe­ngem­bang di Sumbar me­milih untuk menghentikan se­mentara proyek mereka. “Lebih baik menunggu kon­disi perekonomian mem­baik,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua Asosiasi Pengembang Peru­mahan dan Permukiman Indonesia (Apersi) Sumbar Ramal Saleh mengakui ter­jadi penurunan penjualan secara signifikan sejak awal tahun. Dia memperkirakan, penjualan di Sumbar turun lebih dari 30%.

Baca Juga : Lonjakan Covid-19 di India Makin Mengkhawatirkan, WHO Sebut Disebabkan Varian yang Lebih Menular

Menurutnya, selain per­lam­batan ekonomi, keb­i­jakan pelonggaran aturan loan to value (LTV) untuk kredit perumahan juga be­lum mampu mendongkrak penjualan di daerah.

Kebijakan itu menurut dia hanya menguntungkan sebagian kecil masyarakat yang berpenghasilan tetap atau PNS/pegawai swasta. Padahal, kebutuhan rumah lebih tinggi dari masyarakat yang tidak memiliki pe­kerjaan tetap.

Ada ketimpangan di sini. Yang bisa dilayani per­ban­kan untuk mendapatkan kredit rumah hanya mereka yang memiliki gaji tetap. Harus ada solusi terkait persoalan ini, katanya.

Dia menyarankan sti­mulus pemerintah berupa kemudahan akses pinjaman bagi masyarakat berpeng­hasilan tidak tetap untuk mendapatkan rumah, baik melalui program rumah sub­­sidi maupun rumah ko­mersil.

Data Bank Indonesia Sumbar mencatatkan ki­nerja pembiayaan sektor kredit pemilikan rumah (KPR) terkontraksi atau minus 8,8% (yoy) pada ku­artal kedua tahun ini.

Ku­artal sebelumnya sektor itu masih mampu tumbuh hing­ga 14% (yoy). (h/ans)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]