Kegigihan Perantau Minang Mencengangkan Dunia


Ahad, 06 September 2015 - 19:16:03 WIB
Kegigihan Perantau Minang Mencengangkan Dunia

Menurutnya, generasi muda Minangkabau mesti meneladani kegigihan para perantau Minang yang telah membuat dunia tercengang. Tak sedikit, penelitian yang membahas tentang perantau Minang dan tradisi merantau itu sendiri.

Baca Juga : Mubaligh: Perbanyak Taubat Selagi di Bulan Ramadhan

Para perantau Minang  juga telah memainkan peran penting di pentas internasional untuk  berbagai bidang.    Selain itu, mereka  juga menunjukkan perannya dalam mendorong kemajuan di Ranah Minang.

Sejarah juga mencatat bahwa sejarah modern Minangkabau yang bermula dalam rentang 1900-1930-an justru diawali dengan kembalinya para perantau Minang ke kampung halaman dengan membawa ide-ide pembaharuan untuk melawan kolonialisme. “Para perantau itu terdiri dari pedagang atau pengusaha, ulama, dan sarjana hasil pendidikan Barat dan Belanda,” tutur Irwandi yang juga penulis buku Kegigihan Perantau Minang.

Baca Juga : Berbuka Puasa Sembari Menikmati Nuansa Tepi Bukit dengan Pemandian Air Panas Alami di Solsel

Irwandi menjelaskan, ada empat hal penting yang menjadi kekuatan khas perantau Minang sehingga perlu diwarisi oleh generasi penerus. Pertama, kekuatan sosialisasi antara sesama perantau Minang di perantauan. Hampir di setiap daerah rantau kata Irwandi, ditemukan ikatan perantau Minang yang membawa nama daerah asal masing-masing.

Kedua, semangat mencari ilmu. Para peneliti di dunia mengakui bahwa orang Minang sukses karena kegigihan menuntut ilmu. Kekuatan berikutnya terletak pada karakter atau soft skills, yaitu tahu “Jo Nan Ampek”, seperti tahu pencipta diri, tahu diri, tahu dengan orang lain, dan tahu dengan alam sekitar.

Baca Juga : Terapkan Prokes Ketat, Pesantren Ramadan Kembali Digelar Pemko Padang Panjang

Dan terakhir, perantau Minang sangat peduli dengan kampung halaman yang tercermin dalam falsafah “satinggi-tinggi bangau tabang, suruiknyo ka kubangan juo, satinggi-tinggi malantiang, jatuahnyo ka bumi juo. Hujan ameh di nagari urang, hujan batu di kampuang awak, namun kampuan takana juo”.

Acara seminar tersebut, turut dihadiri para cendekiawan Malaysia asal Ranah Minang, dan tokoh adat Melayu tampil sebagai pemakalah seperti   Presiden PCMM, Prof. Dato Dr Ghazali, pengusaha sukses di Malaysia asal Pariaman, Dato Astanam, pengamat ekonomi Syariah IAIN Bukittinggi Asyari, Universitas Bung Hatta, Prof. Nasfryzal Carlo dan  tokoh persatuan Minang-Negeri sembilan yang juga Presiden Organisasi Dunia Melayu-Polynesia, Kolonel Prof. Dato Dr. Kamarudin Kachar. (h/ril)

Baca Juga : Syuir Syam: Pembangunan Masih Jauh Tertinggal, Perlu Kolaborasi Bangun Sumbar

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected].com