Satu Ha Kebun Produktif Setiap KK


Senin, 07 September 2015 - 19:01:17 WIB
Satu Ha Kebun Produktif Setiap KK

Saat ini dengan segala upayanya, pemilik nama Sudirman, Kepala Desa Ta­ratak Bancah periode 2011 – 2017 itu, berupaya men­dapatkan program hutan kemasyarakatan, yang dilun­curkan pemerintah pusat.

Baca Juga : Sosialisasi OPS Keselamatan Singgalang 2021, Satlantas Polres Sijunjung Bagi Takjil untuk Pengguna Jalan

“Saya ingin setiap ke­luarga memiliki satu hektar kebun produktif, yang mam­pu menopang kebutuhan hidup setiap rumah tangga,” ujar Sudirman ketika dite­mui Haluan, pekan lalu.

Silahkan saja, ujar Su­dirman, masyarakat mau mengembangkan komoditas kakao, apa kulit manis, atau karet, kemiri, maupun jenis lainnya. Satu hektar lahan kebun produktif, akan mam­pu menghasilkan pen­dapatan penopang beragam kebutuhan keluarga.

Baca Juga : Terus Melonjak, Dharmasraya Sumbang 32 Kasus Positif Covid-19

Pria kelahiran 1 Feb­ruari 1975 itu mengaku, satu hektar lahan perkebunan dengan hasil komoditi per­tanian yang produktif, akan mampu mengangkat ke­se­jah­teraan warganya.

Suami Yati Oktavia itu, setidaknya telah memiliki 3 ribu batang karet, 100 batang kemiri, serta 200 batang kakao dan ditambah bebe­rapa ekor sapi, yang tersebar di pada lahan lebih dari satu hektar.

Baca Juga : Sejahterakan Petani Ikan di Pasaman, Diskan-BUMNag akan Menjalin MoU

Sudirman sendiri, meng­inginkan masyarakat yang dipimpinnya ikut mengem­bangkan hal serupa, dalam upaya meningkatkan pema­sukan dan pendapatan setiap kepala keluarga.

“Saat ini, kami sedang menunggu proses program hutan kemasyarakatan, yang dapat diolah dan digunakan masyarakat. Jika program ini tuntas, masyarakat Ta­ratak Bancah akan lebih leluasa dalam mengolah hutan yang ada,” ujarnya.

Baca Juga : Kasus Positif Corona di Sumbar Bertambah 286, Sembuh 100, dan Meninggal Dunia 1 Orang

Sejak tahun 2011 silam, sebenarnya beberapa ke­majuan telah dicicipi warga Taratak Bancah. Mulai dari masuknya arus listrik, per­baikan ruas jalan dari pusat kecamatan, yang mulai layak untuk dilalui, hingga pene­rapan program kota lainnya.

Bagi Sudirman, desa yang dipimpinnya masih membutuhkan banyak pem­bangunan, termasuk akses jalan, baik jalan utama ma­upun ruas jalan menuju ka­wasan ekonomi pertanian.

Desa Taratak Bancah dengan luas wilayah men­capai 834 hektar, luas itu di luar kawasan hutan. Pen­duduknya sebanyak 647 jiwa yang tersebar di tiga dusun, dengan 201 kepala keluarga.

Desa yang berjarak 13 kilometer dari pusat kota itu, memiliki satu unit seko­lah dasar. Untuk melan­jutkan pendidikan setingkat SMP, para lulusan sekolah dasar, akan harus keluar dari desa mereka.

Untuk yang satu ini, para orang tua harus merogoh kantong yang lebih dalam. Pasalnya, ojek menjadi satu-satunya sarana transportasi, yang musti digunakan me­reka yang tidak memiliki kendaraan.

Jika sudah demikian, untuk satu kali keluar dari Taratak Bancah menuju pu­sat kecamatan, para pelajar harus mengeluarkan ongkos minimal dua puluh ribu rupiah. Biaya itu akan men­jadi kelipatan dua, jika pela­jar harus kembali ke rumah ketika pulang sekolah.

Kos menjadi alternatif pilihan bagi para pelajar, dalam mengirit biaya sekol­ah. Sebab, dengan kos orang tua lebih irit dalam menge­luarkan biaya kebutuhan anak mereka untuk berse­kolah.

“Kalau tidak kos, untuk transportasi ojek saja dalam sehari bisa mencapai Rp40 ribu. Jika kos, dalam sebulan hanya membayar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu,” ungkap Sudirman.

Biaya itu, ujarnya, akan jauh lebih irit, jika para orang tua merelakan anak mereka untuk kos di dekat sekolah, tempat mereka menuntut ilmu. Jika tidak, tentu de­ngan pendapatan yang dida­patkan dari bertani, akan sulit untuk menyekolahkan anaknya.

Desa yang berada di ba­gian selatan Kota Sawah­lunto itu, sebenarnya memi­liki potensi kandungan tem­baga. Beberapa perusahaan, malah menyatakan minat untuk mengolah kekayaan mineral tersebut.

Namun, lanjut Sudir­man, hingga saat ini peru­sahaan yang hilir mudik di desanya tersebut, baru pada batas eksplorasi, belum me­ngarah pada eksploitasi.

Tim Penggerak PKK Ko­ta Sawahlunto sendiri, tergerak untuk ikut men­dorong berkembangnya pe­re­konomian warga Taratak Bancah tersebut. Salah sa­tunya, melalui program pemanfaatan lahan peka­rangan melalui para ka­dernya.

Bahkan untuk tahun ini, Sawahlunto mendaulat Desa Taratak Bancah mewakili ‘Kota Arang’, dalam lomba Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (HATINya) PKK, di tingkat Sumatera Barat.

Kesempatan itu, men­dorong setiap rumah para kader PKK menjadi hijau dengan tanaman produktif, yang kaya manfaat. Mulai dari tanaman kaya nabati, hingga penghasil protein.

Ketua TP PKK Sa­wah­lunto, Ny. Yenny Ali Yusuf sangat mengharapkan, tam­pilnya Desa Taratak Bancah mewakili Sawahlunto dalam lomba HATINya PKK, akan mampu memak­simal­kan pe­karangan rumah da­lam me­menuhi kebutuhan keluarga.

“Target utamanya, ter­manfaatkan pekarangan ru­mah, agar lebih produktif dan mampu membantu eko­nomi dan kebutuhan kelu­arga. Sehingga pendapatan suami, dapat diarahkan un­tuk kebutuhan lain yang lebih baik,” ujar Yenny.(h/dil)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]