Zul Elfian Siapkan Pengacara


Senin, 07 September 2015 - 19:18:24 WIB

Untuk menghadapi si­dang perdana pada Senin depan (14/9), Zul Elfian sudah menyiapkan seorang penga­cara, yaitu Yendrizal SH.

Lebih jauh Zul Elfian mengatakan, sekalipun si­dang sudah dimulai Senin depan, namun semua itu tidak menyurutkan niatnya untuk menyelesaikan per­solan terkait kontrak politik ini secara kekeluargaan. Untuk itu ia akan meman­faatkan kesempatan mediasi yang diberikan pihak penga­dilan semaksimal mungkin.

Menurutnya upaya da­mai melalui proses mediasi ini merupakan langkah yang paling bijak. Kalau upaya damai tidak diperoleh, di­khawatirkan persoalan akan  merembet kemasalah lain dan akan terjadi saling buka aib. Kita jelas tak ingin hal ini terjadi,karena akan me­ru­gikan kedua belah pihak.

“Jika upaya damai ini tak behasil, maka kita siap un­tuk menyelesaikan  melalui jalur hukum. Saya serahkan sepenuhnya kepada Allah dan kepada majelis hakim. Saya siap menerima segala risiko yang muncul,”ujar Zul Elfian.

Ketua Pengadilan Negri Solok, Heriyenti SH MH mengatakan, perkara per­data mengenai cedera janji atau wanprestasi yang meli­batkan mantan Walikota Solok dan Wakil Walikota Solok ini akan ditangani majelis hakim yang diketuai oleh Dadi Suryandi, SH MH dengan hakim anggota Lola Oktavia, SH dan Melia Nur Pratiwi, SH.

Pada sidang perdana nanti, majelis hakim memang akan memberikan kesempatan kedua belah pihak untuk menyelesaikan perkara perdata ini secara ke­keluargaan dan dimediasi oleh salah seorang hakim dari  Pe­ngadilan Negeri Solok. Jika tidak juga bisa diselesaikan secara kekeluargaan, maka seminggu kemudian sidang dilanjutkan.

Dikatakan Heriyenti, pem­berian kesempatan kepada dua belah pihak untuk menyelesaikan secara kekeluargaan itu bukan berarti pihak Pengadilan Negeri Solok enggan untuk menye­lesai­kan perkara ini. Melainkan ini hanya semata-mata untuk  mem­berikan kesempatan kepada dua belah pihak untuk menyelesaikan sengketa dengan lebih cepat dan murah. Melalui mediasi ini kedua pihak diharapkan dapat mene­mukan penyelesaian yang me­muas­kan dan memenuhi rasa keadilan.

“Mediasi ini memang sudah menjadi salah satu rangkaian dari persidangan dan diatur oleh Pera­turan Mahkamah Agung RI No 1/2008 tentang prosedur mediasi di pengadilan,”kata Heriyenti.

Sebagaimana diberitakan se­be­lumnya, Irzal Ilyas menggugat Zul Elfian secara perdata karena Zul Elfian dinilai telah ingkar janji dan melanggar kontrak politik yang telah mereka sepakati  secara bersama di hadapan notaris Hj. Eldani, SH pada tanggal 15 Januari 2010 lau.

Dalam kontrak politik nomor 1.886/L/2010 itu disebutkan, keduanya sepakat untuk menang­gung biaya yang diperlukan untuk memenangkan Pilkada Kota So­lok tahun 2010 dengan perban­dingan 60%: 40%. Artinya dari  total dana kampanye Rp 1.239.436.000 (satu milliar  dua ratus tiga puluh Sembilan juta empat ratus tiga puluh enam enam ribu rupiah), Zul Elfian menanggung 40% atau Rp 495.774.400.(empat ratus sem­bilan puluh lima juta tujuh ratus tujuh puluh empat ribu empat ratus rupiah).

Karena Zul Elfian tak ikut membiayai kampanye, maka ter­hitung sejak pasangan Bareh Solok dinyatakan memenangkan Pilkada Solok 2010, maka ber­dasarkan ketentuan dalam pasal 3 huruf b Kontrak Politik terse­but, maka Zul Elfian dinyatakan  telah berutang Rp 400 juta lebih. Dan sampai sekarang, Zul Elfian tak punya itikad baik untuk me­lunasi utangnya itu.

Sedangkan Zul Elfian berta­han untuk tidak membayar utang karena ia menilai Irzal Ilyas juga melanggar kotrak politik yang ia tandatangani berdua di hadapan notaris.

Menurutnya, Irzal Ilyas me­langgar pasal 4 poin a,b,c dan d. Pada poin a dinyatakan, pihak pertama (Irzal Ilyas) tidak melak­sanakan janjinya untuk melibat­kannya secara aktif dalam pe­ngam­bilan kebijakan-kebijakan strategis di lingkungan Peme­rintah Kota Solok.

Maka dengan tidak dilaksa­nakan janjinya itu, Zul Elfian beranggapan utang yang dibe­bankan kepada dirinya telah gugur dengan sendirinya.

Berbagai cara telah ditempuh Irzal Ilyas dan Zul Elfian untuk menyelesaikan masalah utang piutang ini, baik secara langsung maupun lewat mediasi. Namun tidak pernah ditemui kata sepa­kat. Karena tidak ada titik temu, maka Irzal Ilyas berinisiatif mencari penyelesaian melalui jalur hukum.

Pihak Pengadilan Negeri So­lok telah menerima surat gugatan Irzal Ilyas yang disampaikan lansung oleh kuasa hukumnya, Suryadi, SH dan Rahmat Wartira, SH hari Rabu (26/8) lalu.

Gugatan itu telah didaftarkan dengan nomor perkara No 13/pdt.g/2015.PN.SLK tertanggal 26 Agustus 2015. Pengadilan Negeri Solok akan menyidangkan pe­r­kara ini pada tanggal 14 september mendatang. (h/eri)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]