Jelajah Sumatera dari Pagaruyuang


Selasa, 08 September 2015 - 18:42:33 WIB

Di depan awak media pada Selasa (8/9), Yoshikazu Shida selaku Presiden Di­rektur PT BSI mengatakan, ban Ecopia sebagai salah satu produk andalan Brid­gestone terus menahbiskan diri sebagai ban yang ber­kontribusi untuk kehematan bahan bakar kendaraan serta mengedepankan aspek ra­mah lingkungan.

“Kondisi jalan di Jawa dan Sumatera jelas berbeda. Namun, di situlah kami ingin membuktikan bahwa Ecopia merupakan ban yang mampu menunjang penghematan bahan bakar, ramah ling­kungan, tahan lama, me­miliki tingkat keamanan paling tinggi dan mena­war­kan kenyamanan pada pe­ngen­dara,” ucapnya pada pembukaan Ecopia Go In­donesia di Istano Basa Pa­garuyuang, Tanah Datar.

Sementara itu dari sisi teknis project, Hery May­landa selaku Consumer Pro­duct Planing PT BSI me­nerangkan, Project Ecopia Go Indonesia Jilid II akan menempuh perjalanan se­jauh 1.623 Kilometer (Km), selama 12 hari (8-19 Sep­tember) dengan menggu­nakan tiga unit mobil.

“Satu mobil meng­gu­nakan ban Ecopia, sedang­kan dua unit lainnya meng­gunakan dua ban merk kom­petitor. Kondisi dan jenis mobil yang digunakan sama, jumlah bahan bakar juga sama. Nanti akan melewati Jambi, Palembang, Lam­pung dan finish di Serang,” ucap Hery.

Berkaca pada gelaran tahun lalu, lanjut Hery, saat melintasi Pulau Jawa dengan metode yang sama, terbukti mobil yang menggunakan Ecopia mampu berkon­tri­busi atas pengehematan ba­han bakar sebanyak 14 Liter dibanding mobil yang meng­gunakan ban kompetitor. Dan meskipun kondisi jalan Sumatera memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi, Ecopia tetap diyakini mam­pu mengungguli kom­petitor­nya.

Di sisi lain, Sales and Marketing Director Brigs­tone Indonesia, Toshihiro Fujiki mengaku antusias dengan gelaran Ecopia Go Indonesia Jilid II. Ia ber­harap gelaran kali ini mam­pu menyamai atau bahkan melebihi kesuksesan yang dicapai pada gelaran sebe­lum­nya.

“Pada jilid kedua ini, Ecopia yang dipakai adalah jenis EP150 yang memiliki desain dan kontruksi canggih yang mampu mengurangi hambatan gulir, sehingga dapat lebih menghemat ba­han bakar, namun tidak mengurangi performa, kea­manan dan kenyamanan di berbagai jenis lintasan. Ten­tunya Ecopia menawarkan nilai tambah dan keun­tu­ngan, karena secara lang­sung akan mengurangi emisi gas buang Co2,” jelasnya lagi.

Menariknya, meskipun harga dollar saat ini terus membubung tinggi, sehingga menyebabkan tingginya har­ga bahan baku industri, Brid­ges­tone masih berkomitmen untuk mempertahankan har­ga jual Ecopia dan ban-ban jenis lain keluarannya.

“Tahun lalu kami mele­bihi target, artinya respon pasar bagus terhadap Eco­pia, sehingga tidak ada ala­san untuk menaikkan harga meskipun dollar mem­penga­ruhi harga bahan ba­ku. Dan meskipun Bridges­tone dike­nal sebagai ban kelas atas, kelebihan yang ditawarkan juga tentu sa­ngat jauh di atas kompetitor,” tutup Fujiki. (h/mg-isq)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]