PWRI Padang Bekali Generasi Muda Pendidikan Karakter


Rabu, 09 September 2015 - 18:39:28 WIB

Ketua PWRI Kota Pa­dang menyatakan alasannya memilih tema pendidikan karakter dilihat dari tiga sisi yang pertama dari segi pen­didikan, yang kedua sisi budaya adat Minangkabau, dan dari sisi pendidikan agama Islam. Pasalnya, ia melihat bahwa dua hal itu jadi landasan ideal untuk seseorang hidup secara baik di dunia. Jadi menurutnya, kemampuan intelektual saja tidak menjamin bagi ke­berhasilan seseorang baik dalam dalam masyarakat maupun dalam dunia kerja.

Dikatakan juga, 80 per­sen keberhasilan seseorang tersebut berasal dari softs­kill, ketakwaan, kepri­ba­dian, perhatian pada ma­syarakat. Hal ini tidak terle­pas dari karakter yang bagus yang dimilikinya, dan ia sangat mengapresiasi Kota Padang saat ini meng­gerak­kan pendidikan karakter pada semua bidang pen­didikan.

Ia juga menyatakan kep­rihatinannya terhadap ka­rakter yang berkembang saat ini pada remaja, dan khu­susnya di Kota Padang. Hal tersebut dipengaruhi oleh globalisasi, kemajuan tek­nologi informasi, untuk itu remaja saat ini harus digiring oleh orangtua, guru di se­kolah, untuk berperilaku yang baik. Kalau kedua hal ini disinkronkan maka anak-anak tidak akan lari dari norma-norma agama dan budaya Minangkabau.

Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah pendidikan karakter di se­kolah tidak hanya masalah keilmuan saja tapi juga me­nying­gung masalah karakter, agama, budaya sehingga anak menghormati guru karena merasa terpelihara di sekolah dalam menimba ilmu pengetahun dan proses pendidikan.

Peserta sendiri berasal dari unsur Dinas Pendidikan Kota Padang, kepala SD, SMA, SMK beserta gurunya, kemudian unsur bundo kan­duang, niniak mamak, alim ulama, pemerhati pendi­dikan. Untuk narasumber sendiri berasal dari Bundo Kanduang Raudhah Thaib, Rektor IAIN Eka.

Sementara itu, Asisten II Pemko Padang menga­takan bahwa, orang yang sudah pensiun tersebut bu­kan ber­arti orang yang tidak berguna atau bekerja lagi karena yang pensiun itu baru jabatannya, bukan ber­arti pikiran dan tenaganya yang pension.

“Kakak-kakak kita yang sudah pensiun ini, kan, se­benarnya hanya keharusan pensiun dari jabatannya saja, namun mereka masih me­miliki ide-ide dan pemi­kiran yang kreatif. Oleh sebab itu, dengan adanya organisasi Wredatama In­donesia menjadi ajang untuk berdiskusi atau bertukar pikiran dan tentunya pe­mikiran tersebut sangat di­bu­tuhkan oleh orang-orang yang masih aktif bagaimana pengalaman selama men­jabat atau bekerja dahu­lunya,” jelasnya, saat meng­hadiri seminar Wredatama yang dilaksanakan di Aula Pemko Padang, Selasa (8/9).

Dikatakan juga, dengan adanya seminar atau saling sharing dengan sesama pen­siunan maka semua penga­laman selama bekerja dan menjabat baik itu sebagai pejabat pemko, guru dan sebagainya dapat menjadi pelajaran dan bahan bagi yang masih aktif bekerja. (h/mg-rin)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 18 Juli 2019 - 21:58:55 WIB

    HUT PWRI ke-57 Kota Padang akan Dilaksanakan dengan Meriah

    HUT PWRI ke-57 Kota Padang akan Dilaksanakan dengan Meriah PADANG,HARIANHALUAN.COM- Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Padang akan melaksanakan beberapa kegiatan dalam peringatan HUT PWRI ke-57 Kota Padang. Rangkaian kegiatan akan dimulai 20 Juli 2019 mendatang..
  • Sabtu, 15 Juni 2019 - 20:34:08 WIB

    Perkuat Silaturahim, PWRI Kota Padang Gelar Halal Bihalal

    Perkuat Silaturahim, PWRI Kota Padang Gelar Halal Bihalal PADANG, HARIANHALUAN.COM–Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Padang menggelar halal bihalal di Palanta Rumah Dinas Wali Kota, jalan A. Yani, Sabtu (15/06/2019)..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]