Ikrar Damai Iringi Pilkada Serentak


Rabu, 09 September 2015 - 18:59:07 WIB

“Di sini kita ingin mem­publikasikan paslon pada masyarakat karena proses kampanye sudah dimulai, kemudian proses kampanye ini mesti dilalui dengan cara beretika. Selain itu, paslon juga mesti menghindari hal-hal yang tidak benar namun justru lebih banyak turun ke jalan dan bertemu langsung dengan mas­yarakat. Jadi, tidak ada lagi jargon-jargon, yel-yel, atau fitnah-fitnah dan kita mendorong tidak ada lagi money politic,” ung­kapnya usai deklarasi pilkada berintegritas yang dilaksanakan di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (9/9).

Jadi pemimpin yang dipilih adalah pemimpin yang diketahui oleh masyarakat, kemudian mere­ka dengan kesadaran sendiri, pilihan sendiri tanpa faktor-faktor tekanan dan bujuk rayu menentukan siapa pemimpin yang akan dipilih.

“Tadi ada ikrar kampanye dengan paslon. Mereka berko­mitmen untuk berkampanye dengan cara-cara yang berin­tegritas dan tidak bebas nilai. Artinya, tidak boleh menfitnah, melanggar aturan, tidak boleh berkampanye seenaknya, dan tentunya menghindarkan money politic,” ulasnya.

Dikatakan juga, sampai saat ini semua proses masih berjalan dengan baik, dan ia juga meminta dukungan penuh dari media untuk KPU dalam proses penye­lenggaraan pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 9 De­sember 2015 mendatang.

Sementara itu, Ketua KPU RI Husni Kamil Manik mengatakan tagline “Pilkada badunsanak” masih layak untuk diimple­men­tasikan ke dalam pelaksanaan pilkada serentak di Sumbar. Me­nu­rutnya, meskipun secara nasio­nal tagline pilkada serentak ada­lah berintegritas, namun untuk di Sumbar pemilu badunsanak masih relevan untuk diimple­mentasikan.

Ia juga mengartikan, bahwa pemilu badunsanak mengandung filosofi persaudaraan, kebersa­maan, merupakan semangat mas­ya­rakat Sumbar untuk mensuk­seskan setiap pesta demokrasi. Meskipun kata pemilu dan ba­dun­sanak mengandung makna yang berlawanan dimana pemilu mengandung makna semangat berkompetisi untuk dipilih oleh masyarakat, sementara badun­sanak merupakan persaudaraan.

Namun hal tersebut tidak bisa dihilangkan, dan justru menjadi rujukan nasional untuk mensuk­seskan setiap pesta demokrasi karena filosofinya yang dalam, “Dalam persaingan di pilkada ini, setiap paslon tentunya sudah saling mengenal, kolega bisnis, dan tidak tertutup kemungkinan mereka punya hubungan persau­daraan, untuk itu jangan sampai tercederai oleh pilkada ini,” ulasnya.

Menurutnya, masyarakat Sum­bar sangat kental dengan nilai-nilai persaudaraan serta menjunjung tinggi nilai sosial kemasyarakatan yang tentunya akan mampu menciptakan proses pilkada yang kondusif dan ber­jalan dengan baik. Ia juga mene­kankan, agar menjaga integritas pilkada serentak dan setiap pihak penyelenggara demokrasi harus mampu menjaga netralitas dan independensi.

“Netralitas dan Independen merupakan kunci untuk mensuk­seskan setiap penyelenggaraan perhelatan demokrasi di negeri kita ini,” ujarnya.

Sementara itu, Pejabat (Pj) Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek mengatakan, bahwa deklarasi pilkada serentak ber­integritas di Sumbar adalah mo­mentum untuk menunjukkan pesta demokrasi tersebut akan berjalan dengan baik. Karena kesuksesan pilkada serentak berintegritas di Sumbar, meru­pakan kesuksesan masyarakat di Ranah minang dalam mengim­plementasikan nilai-nilai demo­krasi. (h/mg-rin)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 13 Mei 2016 - 04:24:22 WIB

    Forum IKRAR STIH Desak Berlalukan Hukum Kebiri

    PADANG, HALUAN — Da­lam rangka meningkatkan keadilan dan perlindungan hukum kepada pelaku keja­hatan terhadap anak, Forum Insan kreatif dan berkarakter (IK­RAR), organisasi kema­hasiswaan STIH Padang serta Lembaga Hukum.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]