Ribuan Warga Tanah Datar Terindikasi ISPA


Kamis, 10 September 2015 - 19:07:04 WIB

“Data itu kami kumpulkan dari laporan seluruh Puskemas di Tanah Datar,”kata Kepala Dinas Kesehatan Tanah Datar dr.Des­miwarita Kamis (10/9)

Sementara itu, Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Tanah Datar, Mukhlis mengaku telah melakukan koor­dinasi dengan pihak terkait untuk penanganan selanjutnya. Saat ini, kata Mukhlis, pihaknya telah mem­bagikan ribuan masker kepa­da ­masyarakat wilayah keca­matan, yang diserahkan langsung melalui Camat masing-masing.

“Ketebalan kabut asap ini kian mengkhawatirkan. Sejak Kamis (10/9) sekolah mulai meliburkan siswanya hingga Sabtu men­da­tang. Sementara kepada warga yang beraktifitas di luar ruangan seperti pedagang dan pengunjung pasar Batusangkar juga telah diberikan masker secara gratis”, tuturnya.

Dari Sijunjung, kualitas udara di daerah ini kini sudah masuk kategori tidak sehat. Berdasarkan hasil pengukuran Bapedalda Provinsi Sumatera Barat bersama Dinas Kesehatan dan BPBD se­tempat, Selasa (8/9) Indek Stan­dar Pencemar Udara (ISPU) sudah mencapai 142,3 UG/M3.

“Berdasarkan hasil pe­ngu­kuran kami bersama Bapedalda Provinsi Sumbar, ISPU di Ka­bupaten Sijunjung terdeteksi dengan angka 142,3 UG/M3,” kata Kepala Badan Penang­gu­langan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sijunjung, Hardiwan, SP kepada Haluan melalui tele­pon genggamnya, Kamis (10/9).

Hasil pengukuran ISPU terse­but, sambung Hardiwan, telah di­serahkan ke dinas terkait, seperti Dinas Pendidikan, kesehatan dan Ba­dan Lingkungan Hidup Pen­a­naman Modal dan Pelayanan Terpadu (BLHPMPT).

Hanya saja, Dinas Pendidikan melalui Sekretaris Dinas, Yus­dinar Yelly tak merujuk hasil pengukuran kualitas udara itu un­tuk aktifitas pendidikan. Mereka tetap berencana kembali meng­gelar kegiatan belajar mengajar, Jumat (11/9) ini, setelah sebe­lumnya meliburkan siswa sejak tiga hari lalu.

“Ya, hasil pengukuran ISPU sudah kita terima. Tapi kami tetap akan memulai lagi aktivitas bela­jar mengajar kembali seperti biasa, Jumat besok (hari ini,red),” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sijunjung.

Kendati demikian, ia tetap menghimbau para majelis guru dari semua jenjang pendidikan di Kabupaten Sijunjung agar me­ngurangi aktivitas siswa/siswi di luar ruangan guna menghindari dampak kabut asap.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat (Sum­bar) Rosnini Savitri mengakui adanya peningkatan penderita ISPA dibanding tahun lalu, ken­dati tak signifikan.

“Setiap pekan, ada laporan masuk dari seluruh puskesmas, kadang terjadi peningkatan, dan ada terjadi penurunan juga. Jadi tidak terus meningkat jumlahnya, datanya secara lengkap sudah ada namun tidak saya bawa pulang, “ ungkapnya, Kamis (10/9).

Berdasarkan data yang dipe­roleh­nya dari seluruh puskesmas terdapat tiga daerah yang terma­suk banyak penderita ISPA dian­taranya, Solok Selatan, Lima­puluh Kota, dan Dharmasraya. Menurutnya, daerah ini paling dekat dengan sumber kabut asap dari provinsi tetangga.

“Banyak sekali akibat yang akan ditimbulkan oleh kabut asap ini diantaranya, batuk, radang pernapasan, dampaknya pada kulit, mata, dan tidak bagus jika bayi menghirup udara seperti ini. Jadi, kalau bisa anak-anak dan bayi jangan terlalu sering dibawa keluar rumah, karena ini rentan juga bagi mereka,” pungkasnya.

Pemerintah Diminta Serius

Dari Jakarta, pemerintah di­minta serius menangani masalah asap di wilayah Sumatera dan daerah lainnya akibat kebakaran lahan dan hutan karena bukan saja mengganggu kesehatan ma­sya­rakat, tetapi juga perekonomian secara nasional.

Ketua Komite II Dewan Per­wakilan Daerah (DPD) Par­lin­dungan Purba kepada wartawan, di Komplek Parlemen Senayan, Ka­mis (10/9) menilai pe­na­nga­nan asap akibat kebakaran lahan ataupun hutan yang terjadi tahun ini belum baik. “Dari hasil pe­ngawasan yang kami lakukan bahwa penanganan asap belum banyak memberikan dampak,” ujarnya.

Menurut Parlindungan, pe­merintah terkesan tidak mampu mencegah timbulnya asap akibat kebakaran terutama pada wila­yah-wilayah yang kerap me­ngal­a­mi kebakaran. “Masih terja­di asap yang tidak terselesaikan, seperti musiman saja,” kata Par­lin­du­ngan.

Dikatakan, bencana asap yang rutin terjadi setiap tahun tersebut bukan saja mengganggu kesehatan masyarakat yang daerahnya di selimuti asapi, tapi juga meng­ganggu perekonomian secara nasional.

“Kegiatan ekonomi rumah tangga terganggu. Banyak bandara yang membatalkan jadwal pe­ner­bangan, karena jarak pandang pilot terganggu. Untuk itu pe­merintah harus hadir dalam suasana ini. Pemerintah harus se­rius menanganinya,” tegas Parlin.

Parlindungan meminta be­berapa kawasan dilengkapi de­ngan alat pemadam kebakaran untuk mengatasi kebakaran di lahan gambut maupun lahan hutan.

“Kalau masih berlangsung satu minggu lagi tanpa adanya bantuan pemerintah, saya kha­watir perekonomian akan lum­puh. Pemerintah juga harus me­nyosialisasikan tentang pen­cega­han kebakaran,” tambahnya.

Wakil Ketua Komite II DPD RI Anna Latuconsina menilai lemahnya koordinasi antara pusat dan daerah lemah dalam dalam mengantisipasi munculnya asap akibat kebakaran tidak baik. “Ini saya melihat bahwa koordinasi tidak ada. Pemerintah diharapkan mendengarkan hal ini,” harapnya.

Anna menambahkan mun­culnya asap akibat kebakaran bukan sesuatu yang tidak tampak oleh mata manusia. Sebab, per­soalan asap ini seolah-olah men­jadi sesuatu yang terjadwal di republik ini dalam beberapa tahun terakhir. (h/sam/emz /mg-rin/azn)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 07 September 2020 - 14:39:05 WIB

    Pulang Jakarta Sempat Bertemu Bupati, Muhammad Rahmad Kontak dengan Ribuan Orang

    Pulang Jakarta Sempat Bertemu Bupati, Muhammad Rahmad Kontak dengan Ribuan Orang HARIANHALUAN.COM - Calon Bupati Limapuluh Kota, Muhammad Rahmad yang terkonfirmasi positif Covid-19, kini sedang dilakukan tracking, siapa-siapa saja yang pernah kontak langsung dengan kandidat bupati yang diusung Gerindra-PK.
  • Senin, 17 Agustus 2020 - 19:09:54 WIB

    Gebrak Masker, Pemprov Sumbar Sebar Ribuan Masker

    Gebrak Masker, Pemprov Sumbar Sebar Ribuan Masker HARIANHALUAN.COM - Usai pelaksanaan apel HUT RI ke-75, Senin (17/8/2020) pagi, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno didampingi Wagub Nasrul Abit menghadiri Gebrakan Bersama Pakai Masker (Gebrak Masker) di Sumbar yang dipusa.
  • Ahad, 16 Agustus 2020 - 19:22:53 WIB

    Ribuan Milenial Sumbar Deklarasi Dukungan untuk Mulyadi-Ali Mukhni

    Ribuan Milenial Sumbar Deklarasi Dukungan untuk Mulyadi-Ali Mukhni HARIANHALUAN.COM - Ribuan milenial Sumatera Barat (Sumbar) yang tergabung dalam Dunsanak Mulyadi-Ali Mukhni mendeklarasikan dukungan untuk Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Mulyadi dan Ali Mukhni. Dukungan ini membukt.
  • Senin, 29 Juni 2020 - 13:37:06 WIB

    Turis Mulai Masuk, Ribuan Pekerja Hotel di Sumbar Lakukan Tes PCR

    Turis Mulai Masuk, Ribuan Pekerja Hotel di Sumbar Lakukan Tes PCR HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali membuktikan komitmennya dalam memulihkan perekonomian masyarakat pada era Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 (TNBPAC), khususnya pada sektor pariwisat.
  • Senin, 15 Juni 2020 - 21:26:06 WIB

    Cegah Penyebaran Corona, Ribuan Warga Pasaman Jalani Tes Swab

    Cegah Penyebaran Corona, Ribuan Warga Pasaman Jalani Tes Swab HARIANHALUAN.COM - Ribuan warga di Kabupaten Pasaman, menjalani pemeriksaan pool test swab massal secara gratis. Upaya ini untuk mencegah virus korona (Covid-19) kembali merebak di Kabupaten Pasaman..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]