Golput Bisa Capai 40 Persen


Kamis, 10 September 2015 - 19:08:42 WIB

Pengamat politik  menilai, jika tak ada upaya khusus  untuk menyikapi hal ini, kondisi par­tisipasi pemilih pada Pilkada serentak diperkirakan hanya akan berada di angka 60 persen saja. Dengan kata lain Golput bisa mencapai 40 persen.

Pengamat Politik Universitas An­dalas, Asrinaldi menyebut, berkaca pada dua Pilkada se­belumnya, yakni Pilgub 2005 yang partisipasinya hanya 64,3 persen, dan Pilgub 2010  yang turun  63,62 persen, memungkinkan terjadinya penurunan partisipasi di Pilkada ini. Dia meminta, ke­mungkinan Golput ini disikapi semua pihak, terutama bagi pa­sangan calon. Pasangan calon diminta gencar turun ke lapangan untuk mengenalkan visi-misinya pada masyarakat.

“Pilkada sekarang so­sia­liasi­nya  tidak semasif dulu. So­sialisasi di media pun terbilang  dibatasi. Melihat kondisi ini, ancaman Golput pada Pilkada Sumbar memang akan besar,” ujar Asrinaldi.

Sekaitan dengan ini,  lan­jut­nya, keterlibatan media juga dibutuhkan demi mendorong partisipasi pemilih.  “Media harus berpartisipasi karena masyarakat  berhak diberi informasi yang banyak soal calon yang akan mereka pilih,” jelasnya.

Menurut pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ini, sosialisasi  bisa dijadikan rujukan oleh ma­sya­rakat dan akan berdampak pada pengetahuan  masyarakat ten­tang pasangan calon.

“Cara sosialisasi  yang di­gunakan pasangan  calon, mung­kin bisa dengan turun ke ma­sya­rakat, dan mengajak mereka berdialog,” anjurnya.

Sekaitan dengan ini,  te­rang­nya juga, karakter pemilih di Sumbar  ia nilai masih m­e­nga­dopsi budaya subyektif. Ke­ter­tarikan untuk datang ke TPS, lebih melihat sosok, figur, ke­dekatan emosional. Jika karakter tersebut dihadapkan dengan mi­nimnya sosialisasi, maka itu bisa menurunkan partisipasi.

Kemudian Asrinaldi juga melihat, ada banyak faktor lain juga  yang mempengaruhi par­tisipasi. Diantaranya, pendikan di dae­rah yang tingkat pen­di­di­kan­nya rendah sehingga  ke­cen­derungan golputnya dinilai juga bisa lebih tinggi.

“Untuk itu, partai politik mesti mendominan, mendorong peningkatan angka partisipasi pemilih. Meskipun saat ini ke­percayaan masyarakat terhadap par­tai masih rendah,” pung­kasnya.

Golput Meningkat di Pilgub 2010

Jika dibandingkan dengan data dua Pilgub sebelumnya, ang­ka Golput memang cen­derung meningkat.  Dikutip dari laman kpu-sumbar prov.go.id saat Pil­gub langsung perdana digelar di Sumbar tahun 2005 lalu, par­tisipasi pemilih mencapai 63,72 persen.

Saat itu, Padang menjadi wila­yah dengan partisipasi pemilih paling rendah, yakni hanya 52,62 dan Kabupaten Limapuluh Kota dengan tingkat partisipasi pe­milih paling tinggi, yakni 74,44 persen. Padahal, pada Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres yang di­gelar tahun sebelumnya, par­tisipasi pemilih mencapai 75,56 persen dan 71,23 – 65,54 persen untuk Pilpres putaran I dan II.

Di periode berikutnya, yakni di Pilgub 2010, partisipasi pemi­lih melorot sedikit dibanding tahun 2005. Saat Pilgub dimana pasangan Irwan Prayitno-Muslim Kasim mengalahkan petahana Marlis Rahman-Aristo Munan­dar itu, pemilih hanya mencapai 63,62 persen saja. Jumlah ini, juga menurun jika dibandingkan de­ngan Pileg dan Pilpres 2009. Pada ajang ini, pemilih di Sumbar mencapai 70,46 persen dan 71,10 persen.

Beberapa warga yang ditemui Haluan ternyata memang tak mengetahui alek besar ini akan digelar, termasuk calon-calon yang akan bertarung di Pilkada, khususnya Pilgub Sumbar.

Bilo Pilkadanyo bang? Bia­sonyo banyak gambar-gambar urang gagah tu mah di jalan, tapi kini langang se. Ba a lho kami ka tau, “kata Eri seorang warga yang ditemui Haluan di kawasan GOR H Agus Salim, Kamis kemarin.

Warga Belimbing, Rina juga mengaku tak tahu menahu soal Pilkada gubernur kali ini. Saat ditanya siapa gubernur Sumbar saat ini, ia malah menyebut pejabat lama dan tak tahu kapan berakhirnya masa jabatan ter­sebut.

Optimis

Menanggapi ancaman pe­nurunan partisipasi pemilih ini, Koordinator Divisi Sosialisasi KPU Sumbar Nova Indra yang dihubungi beberapa waktu lalu tetap optimis partisipasi akan meningkat. Beberapa trik jitu dikeluarkan KPU untuk meng­gaet pemilih.

Seperti menjalin diskusi de­ngan organisasi kepemudaan, orga­nisasi penyandang disabilitas, or­ganisasi perempuan. Diha­rapkan mereka-mereka yang sudah terlibat diskusi ini bisa menjadi perpanjangan tangan dari KPU untuk menyampaikan in­formasi Pilkada Desember 2015 men­datang.

Selain sosialisasi, seminar, diskusi, KPU juga mematangkan daftar pemilih tetap. Semakin baik pendataan pemilih, akan bisa menekan pemilih ganda, me­ninggal dunia dan lainnya, se­hingga partisipasi pemilih bisa ditingkatkan. (h/mg-len/mat)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 10 Desember 2015 - 04:01:53 WIB
    289 WBP Lapas Muaro Nyoblos

    Ratusan Pasien M Djamil Golput

    PADANG, HALUAN — Sebanyak 289 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Klas II A Muaro Padang, menggunakan hak suaranya dalam gelaran Pilkada serentak, Rabu (9/12)..
  • Selasa, 06 Oktober 2015 - 19:45:06 WIB

    Golput Akan Didominasi Pemilih Pemula

    PADANG, HALUAN  — Ko­misioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar Muf­ti Syarfie menilai potensi terbesar untuk golput adalah pemilih pemula. Untuk itu, pihaknya meminta pada KPU kabupaten/kota untuk g.

  • Senin, 14 September 2015 - 18:41:55 WIB

    Irman: Jika Golput Tinggi Pilkada Gagal

    Jika pemilih dalam Pilkada serentak di Sumbar hanya sekitar 40 persen, maka Pilkada dianggap gagal. Karena itu, sosiali.

  • Jumat, 31 Juli 2015 - 20:25:52 WIB

    Trend Golput Bayangi Pilgub

    Dari catatan yang ada, trend pemilih pada Pemilu sejak tahun 2004, termasuk Pilgub menunjukkan angka penurunan.  Sela.


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]