Dua Sahabat di Tengah Derby Milan


Jumat, 11 September 2015 - 18:46:33 WIB
Dua Sahabat di Tengah Derby Milan

Sebelumnya, cuma pada 22 Maret 2015 Mancini dan Mihajlovic saling berjabat tangan di pinggir lapangan. Pada pekan ke-28 Serie A ketika itu, Sampdoria yang dilatih Mihajlovic menga­lahkan Inter besutan Man­cini. Eder menjadi penentu kemenangan Il Samp di kan­dang­nya sendiri.

Baca Juga : Neymar Konfirmasi Perbarui Kontrak dengan PSG

Saat Sampdoria kalah 0-1 di Giuseppe Meazza pada pertemuan di paruh pertama musim, Mihajlovic belum ditunjuk sebagai pelatih. Sementara ketika kedua tim berhadapan di babak kedua Copa Italia, Mihajlovic harus berada di tribun penonton, karena dapat kartu merah di pertandingan sebelumnya akibat memprotes wasit.

Intensitas pertemuan Mancini dan Mihajlovic se­bagai lawan meningkat dra­stis di musim ini, karena Inter dan Milan sudah ber­hadapan dua kali dalam dua bulan terakhir. Tapi, itu semua bukan di laga resmi, yang pertama berlangsung di China dalam ajang Inter­nastional Champions Cup (Milan menang 1-0) dan yang kedua di Trofeo TIM (Milan juga menang 2-1).

Baca Juga : Gegara Lonjakan Kasus Covid, Kirab Obor Olimpiade di Osaka berlangsung di Taman dan Tanpa Penonton

Duel di Giuseppe Me­azza Senin mendatang, jelas berbeda dengan apa yang terjadi di Internastional Champions Cup dan Trofeo TIM. Ada tiga poin yang dipertaruhkan kali ini dan ada banyak gengsi di­pere­butkan oleh dua klub yang tengah berupaya bangkit itu.

Terlepas dari sengitnya rivalitas Inter dan Milan sepanjang sejarah, pelatih kedua klub kini justru punya hubungan yang sangat erat. Relasi mereka sudah terjalin lebih dari 20 tahun lalu. Tepatnya sejak tahun 1994.

Baca Juga : Dukung DBL 2021 Seri Sumbar, Irjen Pol Toni: Prokes harus Diterapkan

Di bursa transfer musim panas saat itu, Sampdoria memboyong Mihajlovic dari AS Roma. Di sanalah Mi­hajlovic untuk kali pertama kenal dekat dengan Mancini. Mancio sendiri sudah punya nama besar di klub tersebut karena telah 12 musim ber­mu­kim di Stadio Luigi Ferraris.

Pada musim panas 1997 mereka berdua berpisah, karena Mancini me­mu­tus­kan menerima pinangan La­zio. Setahun kemudian (1998/1999) Mihajlovic me­ngi­kut langkah rekannya itu untuk memperkuat Biancoceleste.

Baca Juga : Timnas Senior akan Mulai TC 1 Mei di Jakarta

Selama dua setengah mu­sim di Olimpico Stadium, Mancini dan Mihajlovic me­raih sukses besar dengan mengantar Lazio meraih banyak trofi. Selain Scudetto 1999–2000, keduanya juga mempersembahkan Coppa Italia (1999–2000), Piala Super Italia (1998), Piala Winners (1998–99) dan Piala Super Eropa.

Untuk kali kedua me­reka berpisah di per­tenga­han musim 2000/2001. Man­cini mencari peruntungan baru dengan Leicester City. Sementara Mihajlovic ber­tahan bersama Lazio.

Untuk kali kedua Man­cini dan Miha kembali ber­temu di Lazio, setelah pada musim 2002/2003 ma­naje­men klub menunjuk Mancini sebagai pelatih. Saat Man­cini dipinang Inter untuk me­ng­gantikan Alberto Zac­che­roni tahun 2004, Mihajlovic ikut hijrah ke Giuseppe Meazza. (h/dtc)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]