Daerah Tetap Diminta Waspada Kabut Asap


Jumat, 11 September 2015 - 18:48:46 WIB

“Bekerjasama dengan UPTD Balai Labo­ra­to­rium Kesehatan Provinsi Sumbar, kami me­la­kukan pengukuran di beberapa kabupaten/kota, an­tara lain Kabupaten 50 Kota, Kota Padang Pan­jang dan Kota Padang. Karena kualitas pen­ce­marannya bersifat fluktuatif tergantung jarak de­ngan sumber titik panas di provinsi tetangga, maka hasil yang ditemukan juga berbeda,” ucap Siti.

Selain itu lanjutnya, setiap hari Bapedalda Sumbar juga menerima update informasi dari Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumbar di Koto Tabang di Palupuah Kabupaten Agam. Karena sejauh ini, kualitas pencemaran asap di kawasan tersebut cukup buruk.

“Hasil pengukuran yang telah dilakukan beberapa waktu lalu di 50 Kota, kualitas asapnya memang sudah tidak sehat, seperti itu pula laporan dari stasiun BMKG Koto Tabang. Sedangkan di Padang dan Padang Panjang, kualitasnya sedang. Namun, kondisi terkini menunjukkan pe­ngurangan kabut asap yang cukup signifikan karena beberapa hari bela­kangan sebagian besar wilayah Sumbar diguyur hujan,” jelasnya lagi.

Meskipun menunjukkan perubahan positif, Bapedalda Sumbar tetap meminta kabupaten/kota tidak mengendorkan kewaspadaan dan perlin­dungan bagi masyarakat. Di samping itu, melalui imbauan dengan surat dari Sekretaris Daerah Sumbar juga telah ditujukan kepada pe­jabat bupati dan walikota se-Sumbar. “Meski­pun­ tren kabut asap berubah positif, kewaspadaan dan per­lindungan jangan dikendurkan,” tukas­nya.

Subdenpom I/4-6 Solok dan HBSC Bagikan Masker

Gerakan sosial dan spontanitas sebagai wujud ke­­pedulian atas bencana kabut asap, terus me­nga­lir dari berbagai komponen masyarakat. Di­ Ko­ta Solok, jajaran Sub Detasemen Polisi Mi­li­ter(Subdenpom) I/4-6 Solok bekerjasama de­ngan Indonesia Kijang Club Solok, mem­ba­gikan 4000 masker gratis kepada pengendara. Se­men­ta­ra di Bukittinggi, Hijet Badunsanak Sum­bar Club (HBSC), juga membagikan masker un­tuk pe­lajar di SMP 2 Tarok Bukittinggi, Jumat (11/9).

Komandan Subdenpom I/4-6 Solok, Lettu CPM, Yufrinel mengatakan, pembagian masker gratis ini merupakan wujud keprihatinan terhadap bencana kabut asap yang melanda Sumbar, khususnya Kota Solok. “Hari ini kita telah membagikan 4000 masker kepada masayarakat sebagai langkah antisispasi berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh kabut asap,” ujar Yufinel.

Ditegaskannya, kabut asap tidak hanya sekedar menyebabkan penyakit Infeksi Saluran Perna­pasan Akut (ISPA), iritasi mata dan kulit. Akan tetapi juga menyebabkan penurunan kadar oksigen udara luar yang akan membawa dampak buruk terhadap kesehatan.

“Kekurangan oksigen akan sangat memba­hayakan bagi seseorang yang memiliki perma­salahan pada pembuluh darahnya. Baik pada pembuluh darah otak, maupun pembuluh darah jantung,” ujar Yufrinel.

Dari Bukittinggi, komunitas Hijet Badun­sa­nak Sumbar Club (HBSC), juga membagikan mas­ker untuk pelajar SMP 2 Tarok dan sejumlah se­kolah di Bukittinggi. Ketua Sementara HBSC, Ri­fal didampingi penasehat HBSC, Erizal dan sa­lah seorang anggota aktif HBSC, Hendra De­wan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan ak­si spontan dalam rangka meminimalisir dam­pak kabut asap bagi pelajar. “Melalui aksi ini, kita berharap akan dapat meminimalisir dampak kabut asap terhadap kesehatan, terutama bagi kalangan pelajar,” kata Fifal. (h/mg-isq/eri/yan)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]