Pemko Padang Izinkan “Sapi Sampah” untuk Hewan Kurban


Jumat, 11 September 2015 - 18:50:57 WIB

Ijah, salah seorang pe­mulung di lokasi TPA Aia Dingin mengaku sapi-sapi tersebut setiap hari mencari makan di tempat sumpukan sampah. Sapi-sapi itu ada yang memakan plastik dan sampah yang sudah mem­busuk.

“Namanya TPA, ya, ba­nyak sampah yang beragam di sini. Kami para pemulung mencari sisa botol mi­nu­man, dan sampah-sampah yang bisa kami jual. Kalau sapi-sapi itu memakan sam­pah dari plastik dan sisa makanan,” terangnya.

Salah seorang pemilik sapi, Ahmad mengaku dia sudah terbiasa membiarkan sapinya mencari makan di TPA bersama dengan sapi-sapi yang lainnya. Lagi pula tidak ada larangan dari pe­merintah agar sapi-sapi ti­dak diizinkan mencari ma­kan di TPA.

“Selama ini sapi-sapi itu bebas mencari makan di tumpukan sampah tersebut. Dinas peternakan tidak me­larang juga, sehingga sapi yang kami pelihara dan jual tetap laku juga,” paparnya.

Hal serupa juga dika­takan oleh Anton. Sapi-sapi yang memakan sampah, ka­ta­nya, menurut kabar yang dia dengar tidak ada pe­ngaruhnya bagi kesehatan sapi. Jadi, wajar saja sapi-sapi tersebut sudah bertahun-tahun terlihat mencari m­a­kan di lokasi TPA.

“Kami sebagai pe­ngem­bala sapi kalau tidak diberi tahu, mana kami tahu. Yang jelas, sapi-sapi kami ini laku juga kalau dijual, harganya juga masih tinggi,” paparnya.

Masyarakat yang ditanya soal sapi makan sisa sampah, apalagi di TPA, tidak setuju itu dijadikan hewan kurban. Karena, kesehatan sapi se­cara tidak langsung juga berasal dari makanan yang dikonsumsi.

“Bagi saya pribadi, kese­hatan hewan juga harus dili­hat dari makanan yang dia makanan. Seperti ayam yang mengonsumsi maka­nan or­ganik pasti lebih ba­gus dari ayam yang dikasih makan dengan yang lainnya. Begitu juga dengan sapi, sapi yang makan rumput pasti lebih baik dari pada sapi yang mengkonsumsi sampah se­tiap hari,” jelas Ani, warga Aia Dingin Lubuk Min­turun.

Mestinya kesehatan he­wan kurban harus di­per­hatikan oleh pemerintah, mulai dari pemeriksaan sapi yang akan dikurbankan hing­ga dari mana sapi-sapi itu berasal.

Namun, Disper­nak­hut­bun Kota Padang belum melakukan tes kesehatan terhadap sapi-sapi yang akan dijadikan hewan kurban pada Idul Adha mendatang.

Dinas Pertanian Pe­ter­nakan Kehutanan dan Per­kebunan (Dis­per­nak­hut­bun) Kota Padang Heryanto Rustam kepada Haluan, kemarin, menjelaskan tidak ada persoalan sapi yang mencari makan di TPA itu dijadikan hewan kurban, selagi sapi-sapi tersebut sehat tidak akan menjadi masalah.

“Selagi sapi itu sehat secara fisik tidak jadi per­soalan. Mau dijadikan he­wan kurban atau bukan itu tidak menjadi halangan, selagi sapi-sapi itu memiliki tanda-tanda kesehatan,” jelasnya.

Adapun sapi-sapi yang terlihat sehat secara fisik antara lain berbadan sehat, makan lahap, bulu meng­kilap, gerak lincah, mata bersih, hidung berair dan tidak cacat. Itu semua sudah tergolong sapi sehat dan bisa dijadikan hewan kurban.

Namun, untuk peme­rik­saan hewan kurban me­nurut Heryanto Rustam baru akan dilakukan se­minggu men­jelang Idul Ad­ha. Ar­tinya minggu d­epan baru bisa dilakukan peme­rik­saan he­wan kurban. “Pe­nge­cekan kesehatan pasti akan kita lakukan, namun jad­­walnya sudah ada yakni se­minggu menjelang hari Idul Adha,” tutupnya. (h/ows)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]