Penderita Tulang Keropos Belum Dibantu


Senin, 14 September 2015 - 18:04:59 WIB
Penderita Tulang Keropos Belum Dibantu

Salah satu masyarakat Padang Pariaman yang be­lum merasakan manfaat pro­ragm PPS itu adalah Wen­drizal (16) yang men­derita penyakit keropos tu­lang, Ia hanya bisa tidur dengan menelentang, dan sesekali ia memiringkan wajahnya ke samping kiri dan kanan. Dan itulah yang bisa ia kerjakan setiap hari bersama orang tua dan sau­daranya di Korong Tabek, Kenagarian Katapiang, Ke­ca­matan Batang Anai, Kabu­paten Padang Pariaman.

Baca Juga : Selama Bertugas Jadi Gubernur Sumbar, Mahyeldi Tak Ingin ASN Pemprov Terlibat Kasus Hukum

Setiap hari ia hanya bera­da dikamar yang telah dise­diakan oleh orang tuanya, di kamar itulah ia makan dan dikamar itu pula ia mandi. Lumpuh yang dialami Wen­drizal itu semenjak ia baru pandai berjalan, dan ia ter­jatuh saat berjalan di hala­man rumah, setelah itu sam­pai sekarang ia mengalami lumpuh akibat tulang rapuh.

Kepada Haluan, Nurlis (60) orang tua Wendrizal menceritakan, semenjak ia mulai lumpuh sampai seka­rang belum ada mendapat bantuan dari Pemerintah Padang Pariaman. Bahkan sudah diberitahu ke Pus­kesmas setempat, tapi tidak ada tindakan yang dilakukan oleh Puskesmas pada ketika itu, hari terus berlalu tentu usianya bertambah tua saja, yang namanya penyakit tetap bertahan pada tubuh yang kurus itu.

Baca Juga : Isi Galeri di Pekanbaru, Disperindag dan UKM Pariaman Siapkan 100 Kodi Mukena Tiap Bulan

Nurlis mengatakan, Wen­drizal ini adalah anak yang ke 7 dari 8 bersaudara dan orang tua lelakinya su­dah mening­gal dunia bebe­rapa tahun yang silam. "Kami hanya be­kerja sebagi buruh petani, dengan hasil itu kami bisa menghidupi anak dan biaya lain yang dibutuhkan oleh Wendrizal ini," ujar Nurlis.

Setiap hari katanya, ke­tika melihat anak-anak te­tangga yang begitu lincah seusia dengannya, hati ini terharu dan bercampur se­dih. Betapa tidak, anak-anak tetangga itu pagi sekolah dan setelah itu bermain dan ber­lari disekitar rumah, tapi Wendrizal hanya bergolek saja dengan bermain sendiri dan kadang-kadang dite­mani adik dan kakaknya. Hanya satu yang menjadi penghibur dirinya, yaitu televesi sekedar untuk me­lihat indahnya dunia serta berbagai informasi yang terjadi diatas bumi ini.

Baca Juga : Pemda Padang Pariaman Siapkan DAU 8% untuk Tangani Covid-19

Kalau makan, Wendrizal ini kadang-kadang bisa ma­kan sendiri, dan sesekali makan disuapin, setiap pagi dan sore ia dimandikan di kamar tempat tidur yang telah disediakan kamar man­­dinya, kalau untuk bu­ang hajat ditampung dan setelah itu dibuang. Dia menjelaskan, untuk meri­ngankan beban biaya untuk menghidupi Wendrizal, ka­dang ada bantuan dari korong ini setiap bulan.

Derita yang dialami seka­rang ini, sudah pula dika­dukan oleh Nurlis ke Badan Amil Zakat (BAZ) Padang Pariaman, tapi sampai seka­rang belum juga ada tanda-tanda akan mendapat ban­tuan. "Dan sekarang ini, kami hanya bisa berharap kepada Pemerintah Padang Paria­man untuk membantu meri­ngankan beban yang kami alami, karena dengan men­cari uang sebagai buruh tani, kadang ada kerja kadang tidak ada, apalagi dikam­pung ini pekerja sebagi bu­ruh sudah banyak," terangnya.

Baca Juga : Polri Sebut 12 Teroris yang Ditangkap di Jatim Sumbangkan 5% Gaji ke Jamaah Islamiyah

Sekarang ini katanya, Nurlis bersama anak-anak­nya tinggal pada sebuah ru­mah yang cukup sederhana, kalau dilihat diruang tamu rumah belum dicukupi oleh perabotan seperti yang ada pada rumah orang lain.

"Di rumah inilah kami saling berbagi kebahagian bersama anak-anak, terma­suk Wen­drizal. Untuk itu, sebagai masyarakat biasa, tentu kami sangat membu­tuhkan ban­tuan dari peme­rintah untuk pengobatan anak saya ini," harap Nurlis. (h/bus)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]