Korban Trigana Air Asal Pessel Teridentifikasi


Senin, 14 September 2015 - 18:37:24 WIB

“Kami masih menunggu informasi dari pihak terkait tentang tindak lanjut hasil identifikasi korban ter­sebut,” katanya.

Epiardi meninggalkan satu isteri Darmayenti dan empat orang anak. Pertama Rido Ar­dianto (15), M. Putera (10), Silvia (5) dan Nindia Putera (1). Tanah Papua tetap saja menjadi harapan bagi keluarga ini untuk mengais rezeki.

Jasad Epiardi sendiri meru­pakan satu dari 13 jasad yang diidentifikasi melalui tes DNA. Masih ada 14 jasad lainnya yang tengah melalui proses ini. Se­belum­nya, 27 penumpang lainnya sudah diidentifikasi melalui data primer dan skunder di RS Bha­yang­kara, Jayapura, Papua.

“Hari ini melalui tes DNA, tim DVI di Laboratorium Mabes Polri berhasil mengidentfikasi 13 korban dan semuanya akan di­serahkan kepada keluarga,” te­rang Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw di RS Bha­yangkara, Jayapura, Papua, Senin (14/9) yang dilansir detik.com.

Dengan tambahan 13 jenazah yang berhasil diidentifikasi, be­rarti setelah jangka waktu hampir satu bulan sejak jatuhnya pesawat tim DVI berhasil mengi­dentifi­kasi 40 korban dari total korban sebanyak 54 orang.

Dari 13 jenazah yang di­ident­ifi­kasi dua diantaranya crew Pe­sa­wat Trigana Air, yaitu teknisi Mario Reso Buntoro dan pra­mugari Ika Nugraeni Sukmaputri, sehingga total semua crew pe­sawat Trigana sudah ditemukan. Begitu juga dengan pegawai Kan­tor Pos Jayapura yang bertujuan membagikan uang Rp 6,5 M kepada keluarga miskin di Kabu­paten Pegunungan Bintang yang berjumlah 4 orang, semuanya sudah diidentifikasi.

“Salah satu yang teriden­tifikasi adalah Yustinus Hu­rulean, Pegawai PT Pos Indo­nesia,” ujar Kabid Dokkes Polda Papua, Kombes Pol dr Ramon Amiman.

Ke-13 korban yang berhasil diidentifikasi lewat DNA adalah Engelbertus Kasibmabin (26) pelajar tinggal di Distrik Ok­mabob, Pegunungan Bintang, Wa Ode Suryana (33) warga Tampo, Kabupaten Muna, Propinsi Sula­wesi Tenggara, Irenius Natim­konab (48) PNS Dinas Pen­didi­kan dan Pengajaran Kabupaten Pegunungan Bintang, Tenus Ba­bing­ga warga Pos VII, Sentani Jayapura, Ronald Dilam (15) pelajar warga Bhayangkara Jaya­pura utara,Jayapura, Mario Reso Buntoro (36) teknisi PT Trigana Air warga Cinere, Jakarta, Epi Ardi (42) swasta warga Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Kemudian Yustinus Hurulean (53) Pegawau BUMN PT Pos Indonesia, warga Jln Merak Kotaraja, Jayapura, Kayus Kipka (19) Sekretaris Desa Alonsom, Pegunungan Bintang, Pariyem, warga Cilacap, Jawa Timur, Menakem Mote (29) pegawai Bank Papua di Keniapa, Paniai, Papua, Ika Nugraeni Sukmaputri (29) Pramugari Pesawat PT Trigana Air, warga Ciamis, Bogor Jawa Barat dan Endah Mustika (36) PNS di Pegunungan Bintang.

Asuransi

Sementara itu terkait dengan asuransi, Manager Area PT Tri­gana Air wilayah Papua, Bustomi Eka Prayitno menjelaskan, dari 27 korban yang sudah di­identifi­kasi sebelumnya baru 12 keluarga kor­ban yang menerima asuransi, 7 ahli waris menerima klaim asuransi  di Jayapura dan 5 ahli ahli waris menerima klaim asu­ransi di Jakarta.

“Kami berharap pihak ke­luarga korban bisa melengkapi persyaratan administrasi yang dibutuhkan untuk bisa meng­klaim asuransi. Persyaratan yang dibutuhkan, akte kelahiran serta akte nikah,” jelasnya.  (h/har/dtc)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]