Irman: Jika Golput Tinggi Pilkada Gagal


Senin, 14 September 2015 - 18:41:55 WIB

Hal tersebut disampaikan oleh Irman Gusman saat menerima kunjungan Preskom/CEO Haluan Media Group (HMG) H Basrizal Koto (Basko) di Gedung Nusantara III, Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/9). Dalam kesempatan itu, Basko didampingi Direktur HMG Desfandri, Pemimpin Umum (PU) Haluan Zul Ef­fendi, Pemred  Yon Erizon, Wakil PU Haluan Kepri/Haluan Riau Sofialdi, Pemred Haluan Kepri Rinaldi Samjaya dan Pemred Haluan Riau Moralis.

Menurut Irman, kesuksesan Pil­kada dapat diukur dari lima hal pokok. Pertama, proses pe­milu itu sendiri. Kedua, ter­jamin­nya pelaksanaan hak-hak sipil yang di antaranya meliputi ke­pa­s­t­ian terdaftarnya masing-masing ma­sya­rakat sebagai pemilih. Ketiga, birokrasi yang in­depen­den dan tidak memihak kepada salah satu pasangan kandidat. Keempat, tingkat partisipasi  pemilih. Kelima, terbentuknya budaya politik.

“Jika pemilihnya hanya 40 persen saja, itu Pilkada tidak berhasil. Gagal. Makin tinggi jumlah pemilih atau makin ban­yak masyarakat yang mem­beri­kan hak pilihnya maka Pilkada makin sukses,” kata Irman Gus­man sembari menjabarkan bah­wa sesungguhnya budaya masya­rakat minangkabau yang egaliter adalah contoh demokratisasi yang baik, dan itu juga pernah disampaikan langsung oleh Pre­siden Indonesia  ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono saat ber­kunjung ke Sumbar selama empat hari di tahun 2006.

Untuk mendorong agar jum­lah pemilih yang memberikan hak suaranya di Pilkada serentak Sumbar 2015 bisa terwujud, maka Irman mengimbau agar Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pem­prov dan Pemko/Pemkab se-Sumbar mesti me­mak­simalkan sosialisasi Pilkada. Caranya tidak saja monoton dalam bentuk ke­giatan-kegiatan formal saja. Tetapi ada kreatifitas dan inovasi yang dapat menarik minat masyarakat untuk datang ke  Tempat Pemungutan Suara (TPS) memberikan hak suaranya.

“Ya, misalnya memberikan lucky draw atau hadiah kepada warga yang ikut memberikan hak suaranya,” sebut Irman.

Menurut Basko apa yang disampaikan Irman sangat benar. KPU dan TPS perlu kreatif agar partisipasi  pemilih pada Pilkada serentak se-Sumbar bisa mak­simal. “Pemberian lucky draw itu memang saya pikir sangat me­narik. Ini perlu untuk menggenjot jum­lah pemilih. Jadi penye­leng­gara harus kreatif. Bila di Pilkada nanti jumlah partisipasi masya­rakat Sumbar yang memilih di atas 70 persen, baru relevan Sumbar dikatakan sebagai daerah contoh demokratisasi yang baik sebagaimana yang dikatakan Pak SBY,” kata Basko menimpali.

Irman mengingatkan sepan­jang kreatifitas penyelenggara pemilu seperti penyediaan lucky  draw atau hadiah bagi pemilih yang memberikan hak suaranya tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku dan juga tidak berpihak kepada calon tertentu, sah-sah saja. “Bahkan itu positif untuk mendorong kesuksesan Pilkada,” ujar Irman yang meru­pakan sosok pertama yang  men­jadi ketua parlemen dua kali berturut-turut.

Menanggapi problema di ma­sya­rakat pada Pilkada seren­tak di Sumbar yang disampaikan Pim­pinan Umum Haluan Zul Effendi berupa rendahnya so­siali­sasi Pil­kada sebagai dampak dari Pera­turan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No.7 Tahun 2015 tentang Kampanye, me­nurut Irman inilah tantangan yang mesti dipecahkan dan dicari­kan solusinya.

“Saya tidak menanggapi ten­tang aturan kebijakan, tapi ten­tang solusi dan upaya agar Pil­kada berhasil. Saya pikir aturan yang telah dibuat tujuannya juga baik agar jangan orang berduit saja yang bisa ikut dan me­me­nang­kan Pilkada. Termasuk me­ng­hindari money politics. Tapi memang tidak ada jaminan de­ngan aturan yang ketat sekarang cost Pilkada akan rendah. Karena bisa jadi dengan sistem sekarang, serangan fajarnya lebih tajam,” kata Irman yang juga merupakan peraih suara terbanyak calon DPD RI Dapil Sumbar di Pimilu 2009 dan 2014 lalu.

Irman menegaskan ketika Pilkada Sukses yang menang bukan kandidat, tapi masyarakat. “Jika prosesnya sudah benar dan tingkat partisipasi pemilih sudah maksimal soal kalah menang itu hal biasa. Apalagi kita di ranah Minang tidak ada budaya musuh abadi. Kita sudah terbiasa dengan istilah cabiak-cabiak bulu ayam,” katanya menandaskan.

Seperti diberitakan se­belum­nya, ancaman Golput pada Pil­kada serentak di Sumbar masih mengkhawatirkan. Kemung­kin­an ini akibat adanya  aturan tentang  sosialiasi para calon yang  dibatasi oleh KPU.

Pengamat politik  menilai, jika tak ada upaya khusus  untuk menyikapi hal ini, kondisi par­tisipasi pemilih pada Pilkada serentak diperkirakan hanya akan berada di angka 60 persen saja. Dengan kata lain Golput bisa mencapai 40 persen.

Pada kesempatan tersebut Basko yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) mengundang Irman Gusman dalam acara IKMR yang akan dilaksanakan awal Oktober mendatang. IKMR juga melaksanakan seminar mem­bahas soal kabut asap yang makin membahayakan masyarakat. Ir­man menyatakan kesediaannya menghadiri undangan IKMR tersebut. “Inshaallah saya da­tang,” sebut Irman. (h/erz)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]