Bantuan 11 Daerah Terancam Dinolkan


Selasa, 15 September 2015 - 19:13:35 WIB

”Untuk Kabupaten yang di bawah target, Insya Allah tahun depan anggarannya akan kami nolkan. Ini sudah sesuai dengan komitmen, dan anggaran tersebut akan dialihkan kepada daerah yang telah mencapai target di atas 5 persen,” tegas Amran saat mem­buka acara Gelar Pangan Nasional 2015 di Tarandam, Padang, Selasa (15/09).

Dikatakan Amran, dibanding­kan dengan tahun lalu anggaran pertanian secara nasional naik 100 persen lebih tahun 2015. Untuk Sumbar, anggaran bantuan Ke­men­terian Pertanian pada tahun 2014 hanya Rp342 miliar naik sekitar 19 persen menjadi Rp751 miliar.

“Kepada Bupati yang berhasil menaikkan produksi beras di atas 5 persen terimakasih. Untuk ang­ga­ran pertaniannya minimal sama dengan tahun lalu,” ujar pria kelahiran Bone tersebut.

Dalam mewujudkan swasem­ba­da beras kata Amran, terdapat lima permasalahan mendasar dianta­ranya, distribusi pupuk yang lam­bat, benih yang terlambat masuk, kerusakan irigasi, kekura­ngan tenaga penyuluh, hingga kurangnya alat produksi pertanian.

“Hampir di seluruh daerah dulu mengeluhkan distribusi pu­puk, sekarang keluhan sudah ber­ku­rang, oknum pengoplos pupuk sudah kita tangkap, ada 40 an orang pelakunya,” terang Amran.

Begitu juga dengan irigasi seluas 33 juta hektare yang rusak, sekitar 2,6 juta hektare telah diper­baiki. Sementara untuk keku­rungan tenaga penyuluh diminta bantuan babinsa TNI.

“Alat pertanian sudah kita kirim ke daerah yang jumlahnya saat ini mencapai 60 ribu unit. Tinggal lagi keseriusan daerah dan petani untuk mengubah mindset dalam bertani,” pintanya.

Menanggapi adanya 11 dae­rah di Sumbar yang terancam tanpa bantuan pertanian di tahun depan ditanggapi serius oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sum­bar yang juga Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Sumbar, Ali Asmar. Menurutnya, perlu ada­nya evaluasi kepada 11 Kabu­paten/Kota ini mengapa tidak bisa mencapai target di atas 5 persen seperti yang dikomit­menkan dengan Kementerian Pertanian.

“Tentu kita perlu lihat langs­ung apa kendala daerah ini, apakah ini masalah Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah atau masalah lainnya,” terang Ali Asmar.

Menurut Sekda, daerah ini perlu mencontoh Kepulauan Mentawai yang saat yang berha­sil menaikkan menaikkan pro­duksi beras di atas 5 persen per tahunnya, dari target swasem­bada Sumbar 3 Juta ton pada 2017 mendatang. “Mentawai yang berada di seberang laut sana saja bisa, kenapa kita yang tinggal di darat tidak bisa mewujudkan ini, ini perlu kajian dan evaluasi,” katanya.

Dilanjutkan Sekda, ada bebe­rapa komoditi pangan di Sumbar yang surplus seperti, beras, umbi-umbian, ikan, minyak sawit, gula merah, buah-buahan dan sayur-sayuran. “Berdasarkan analisis dan proyeksi produksi dan keter­sediaan beras di Sumbar masih surplus diangka 752.640 ton dari produksi 1,3 juta ton setelah dikurangi kebutuhan 574.140 ton,” terangnya.

Hanya saja kata Sekda meski surplus, tidak menjamin keter­sediaan cadangan pangan yang cukup karena lebih 50 persen produksi  beras masyarakat, mengalir ke provinsi tetangga seperti, Riau, Jambi, Bengkulu, Batam, Sumut bagian selatan dan bahkan sampai ke Jakarta.

“Berdasarkan hal tersebut diperlukan Upaya Khusus (Up­sus) percepatan swasembada pangan agar pasokan bahan pa­ngan tersebut sudah dapat diatasi melalui penataan distribusi pa­nganyang efisien,” ucapnya.

Diceritakan Sekda, berda­sarkan kunjungan Menteri Per­tanian 11 Desember 2014, dite­tapkan target produksi padi di Sumbar tahun 2017 sebesar 3 juta ton, dirinci menjadi 2.650 juta ton tahu 2015. Untuk mencapai target tesebut dilakukan berbagai ke­giatan yaitu, rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi tersier 71.280 ha, optimalisasi lahan 34.826 ha, pengembangan SRI 6.500 ha, dan bantuan pupuk anorganik 8.565 ton.

“Dilanjutkan dengan pem­berian traktor tangan 247 unit, pompa air 140 unit bantuan benih padi 1,8 juta ton, pemberdayaan penangkar benih 150 Ha, seribu desa mandiri benih (SDMB) 60 unit, gerakan PTT padi seluas 10.000 Ha, fasilitas alsintan panen dan pasca panen 144 unit dan pengamanan produksi mela­lui kegiatan perlindungan tana­man serta pelatihan Babinsa, petugas dan petani dan pendam­ping oleh penyulu, aparat TNI dan mahasiswa,” terangnya.

Sekda juga mengapresiasi Bupati/Walikota yang menerima penghargaan peningkatan pro­duksi padi di atas persen 5 persen. “Untuk percepatan ini kami harapkan kepada Bupati/Wali­kota untuk dapat menggenjot pelaksanaan kegiatan percepatan serapan anggaran daerah,” pung­kasnya. (h/mg-isr)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]