Warga Salat Istisqa dan Doa Bersama


Selasa, 15 September 2015 - 19:14:33 WIB

 

Dengan dilaksanakanya salat Istisqa, kabut asap tebal yang telah menganggu akti­vitas masyarakat di wilayah Kabupaten Dharmasraya setempat dapat segera ter­atasi. Tidak hanya itu, seba­gian daerah dibumi mekar juga dilanda kekeringan.

Dalam Salat Istisqa yang berlangsung di tempat ter­buka itu, sebagian jemaah terlihat menggunakan mas­ker lantaran kabut asap su­dah semakin parah.

Pada kegiatan agama ini, selain Pj Bupati Drs. Sya­frizal, MM, Sekda Ir. Benny Mukhtar juga hadir dua mantan bupati terdahulu H. Marlon Martua dan H. Adi Gunawan.

Dalam sambutan, bupati transisi ini meminta kepada para jemaah agar selalu ber­doa agar daerah ini, jauh dari musibah. “Saat ini kita dibe­rikan cobaan oleh Allah SWT, tinggal kita berserah diri padanya, dan meminta lepas dari cobaan itu. Di­mana wilayah kita dilanda kabut asap dan kekeringan,” kata Pj bupati.

Pada kesempatan itu, kepada camat dan walina­gari, melihat situasi darurat yang dialami wilayah Dhar­masraya khususnya masalah kekeringan, Syafrizal, meminta jajarannya jangan menunggu sms dari masyarakat yg minta air bersih. “Saya minta kepada selu­ruh jajaran, agar cepat tanggap terhadap permasalahan saat ini. Jangan sampai masyarakat yang meminta,” ucap mantan Wakil Bupati Pessel itu, khusus kepada camat dan walinagari.

Dirinya berharap lagi, kepada camat dan walinagari jangan mendengar dan melihat saja keluhan masyarakat, segera sam­paikan kepada BPBD atau Dinas PU yang memiliki “gawe” per­masalahan kekeringan saat ini yang dialami warga agar segera dapat pelayanan air bersih itu dengan cepat.

Selama masa darurat kabut asap dan kekeringan, Pemkab Dharmasraya akan menggunakan dana tanggap darurat APBDP 2015 untuk melayani masyara­kat.” Untuk masyarakat, jangan ragu-ragu menyampaikannya. Kita punya dana darurat dan itu punya masyarakat yang dilanda musibah/bencana,”Jelasnya di­hadapan para jemaah.

Sekolah Diliburkan

Pemkab Dharmasraya mela­lui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) sudah meliburkan sekolah, namun meli­burkan anak sekolah sepertinya tidak solusi untuk menjaga kese­hatan anak, pasalnya meski dili­bur­kan, anak anak tetap saja keluar rumah bermain.

Menurut pantauan Haluan, memang kabut asap semakin hari semakin tebal, jarak pandang di Jalinsum sudah semakin pendek dan sangat berbahaya bagi pe­ngen­dara, namun pengendara se­peda motor masih enggan untuk meng­hidupkan lampu di siang hari.

Salah seorang warga Gunung Medan, Eva (38), ditanya Haluan, tentang liburnya anak sekolah agar tidak menghirup udara yang tercemar, mengatakan, sangat tidak efektif, pasalnya meski diliburkan, anak anak malahan bermain di luar rumah, karena ia sulit mentatasi anaknya agar tidak bemain atau melakukan aktivitas di luar rumah.

Labih efektif katanya, anak-anak tetap bersekolah dan belajar di ruangan kelas dan mengurangi aktivitas di luar ruangan daripada di liburkan, karena tukuknya, malahan diliburkan anak-anak bahkan keluar di malam hari karena dianggapnya besok tidak sekolah atau libur, padahal ia diliburkan karena tebalnya asap.

Hal senada juga disampaikan oleh Ita (35), ibu rumah tangga. ia tidak mungkin untuk mengunci pintu rumahnya, sedangkan anak-anaknya tetap saja bermain di luar rumah. Menurutnya, sebaiknya seko­lah tidak diliburkan, tetapi kegia­tan di luar ruangan ditiada­kan saja, karena anak-anak lebih patuh terhadap gurunya daripada orang tuanya.

Kepala Disdikpora melalui Sekretaris, Drs.Sutadi, yang di­kon­firmasi Haluan, menjelaskan, hal ini merupakan uji coba, tetapi untuk anak PAUD,TK dan SD sudah lebih dahulu dirumahkan, sedangkan untuk siswa SLTP dan SLTA, baru Senin kema­rin. ”Mu­lai Jumat sampai Sabtu, kita uji coba dulu untuk merumahkan murid SD, sedangkan PAUD dan TK sudahdi liburkan sepekan lalu, tapi karena kabut asap semakin tebal, maka seluruh sekolah diliburkan,” kata Sekre­taris Disdikpora, Drs.Sutadi, kepada Haluan lewat telpon selulernya, kemarin.

Dijelaskannya, awalnya berda­sarkan rapat koordinasi dengan instansi terkait, apakah itu Din­kes, BPBD, BLH dan lainnya, Pemkab Dharmasraya hanya mengedarkan imbauan agar seko­lah sekolah mengurangi aktivitas di luar ruangan seperti olahraga, namun beberapa hari belakang, kualitas udara semakin buruk dan ketebalan kabut asap semakin menjadi jadi.

Dengan demikian katanya, pada Kamis (10/9), bupati mela­lui Dis­dik­pora menurunkan surat edaran ke sekolah sekolah bahwa pada Jumat dan Sabtu anak-anak dilibur­kan, apabila lebih efektif untuk menjaga kesehatan anak-anak, maka akan dapat diperpanjang.

Menanggapi hal tersebut, Pj.Bupati Dharmasraya, Syafrizal mengajak masyarakat agar me­ngu­rangi pembakaran pemba­karan kecil yang menimbulkan asap, karena dengan semakin banyaknya pembakaran kecil, maka ketebalan asap semakin menjadi jadi dan membuat pen­cemaran udara semakin bu­ruk. ”Kita mulai dari sendiri untuk menjaga lingkungan ini,”tutup bupati.(h/mdi)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]