Petani Sawit Mulai Jual Kebun


Rabu, 16 September 2015 - 19:10:49 WIB

Ia mengatakan, hal itu dilakukan karena desakan ekonomi, sementara harga TBS yang ia jadikan sebagai sumber penghasilan tidak kunjung menggembirakan. “Sudah tiga bulan hargaTBS anjlok, dan sebulan terakhir merupakan yang terparah per kilogram hanya Rp300, dan sekarang per kilogram tidak jauh berbeda hanya Rp400,” kata dia.

Sementara itu, petani lain Umar (40) mengatakan hal yang sama ia berencana dalam waktu dekat akan menjual kebun kelapa sawit miliknya. “Dulu punya k­e­bun sawit dua hektare sudah lumayan, tapi sekarang pu­luhan hektare pun tidak ada artinya,” kata dia.

Ia menyebutkan alasan menjual lahan kelapa sawit miliknya itu karena desakan ekonomi dan sebagai modal untuk membuka usaha.

“Biaya anak kuliah, ke­butuhan sehari-hari tidak terpenuhi dengan harga sa­wit yang hanya Rp400 per kilogram dan ini pun sudah berlangsung tiga bulan, ke depan saya akan mencoba membuka usaha dengan mo­dal hasil penjualan lahan kelapa sawit itu,” kata dia.

Menurut petani, Pe­me­rintah Kabupaten Pesisir Selatan tidak boleh diam menghadapi rendahnya har­ga TBS di petani. Harus ada upaya-upaya penyelamatan bagi petani, soalnya dampak dari rendahnya nilai TBS sangat banyak.Misalnya pe­tani yang semata-mata meng­gantungkan sumber eko­nomi dari sini akan kolaps. Pembiayaan -pembiayaan keluarga akan terhenti, dan yang paling berbahaya ada­lah ancaman krisis pangan.

Jumlah Kepala Keluarga yang menggantungkan hidup dari sawit ribuan. Kebutuhan rumah tangga, pangan, san­dang, papan, kesehatan dan pendidikan bergantung di sini. Kawasan yang akan lumpuh akibat rendahnya harga sawit ini adalah Silaut, Lunang, Ranah IV Hulu dan Basa IV Hulu Tapan, Pan­cung Soal, Air Pura, Linggo Sari Baganti, Lengayang dan Sutera.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian Perdagangan dan Pasar Ka­bupaten Pesisir Selatan Ed­rianto, mengatakan untuk menjaga kestabilan har­ga TBS kelapa sawit di tingkat petani, maka jumlah pabrik di daerah itu harus di­tam­bah.

Ia mengatakan untuk memudahkan pembangunan pabrik sawit maka petani diharapkan dapat membuat atau bergabung dengan ko­perasi sawit yang sudah ada, tujuannya supaya dapat men­dirikan pabrik mini pengolahan kelapa sawit.

Terpisah, Sekretaris Di­nas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Peternakan dan Perkebunan Pesisir Sela­tan, Sudirman mengatakan Pemkab Pesisir Selatan telah membangun komunikasi de­ngan pabrik kelapa sawit di daerah itu dan mereka berjanji akan menyerap tbs sawit dari kebun rakyat.

“Salah satu faktor yang membuat harga TBS rendah karena perusahaan kelapa sawit yang sedikit tapi me­reka berjanji akan menyerap tbs dari kebun rakyat,” kata dia.  (h/har/ans)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 15 September 2020 - 10:19:05 WIB

    Putra Petani Ini Bakal Jadi PM Baru Jepang Gantikan Shinzo Abe

    Putra Petani Ini Bakal Jadi PM Baru Jepang Gantikan Shinzo Abe HARIANHALUAN.COM - Partai yang memerintah di Jepang memilih Yoshihide Suga sebagai pemimpin baru untuk menggantikan Shinzo Abe, langkah yang menunjukkan ia hampir dipastikan akan menjadi perdana menteri baru Jepang..
  • Ahad, 17 November 2019 - 13:36:31 WIB

    Wah..,Petani Ganja Diduga Picu Karhutla di Australia

    Wah..,Petani Ganja Diduga Picu Karhutla di Australia SYDNEY,HARIANHALUAN.COM-Kebakaran hutan di Australia disebabkan pertanian ganja.  Polisi mengamankan seorang pria yang diduga diduga sengaja membakar hutan untuk mengamankan panen ganjanya..
  • Jumat, 10 Februari 2017 - 18:27:40 WIB

    Edarkan Sabu, Petani Tambak Danau Maninjau Ini Diciduk Polisi

    Edarkan Sabu, Petani Tambak Danau Maninjau Ini Diciduk Polisi AGAM, HALUAN— Baru satu tahun keluar dari penjara karena kasus narkotika, seorang petani tambak ikan atau keramba di Danau Maninjau di Dusun Linggai, Jorong Tanjung Batung, Nagari II Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten .
  • Selasa, 03 Januari 2017 - 13:49:29 WIB

    Keluarga Tolak Otopsi Kematian Petani di Padang Panjang

    Keluarga Tolak Otopsi Kematian Petani di Padang Panjang PADANG PANJANG, HALUAN – Pihak kepolisian di Padang Panjang melibatkan unsur anjing pelacak (K9 Squad) dari Polda Sumbar. untuk mengusut kematian petani asal Koto Katiak, Kecamatan Padang Panjang Timur. Korban yang bernama .
  • Selasa, 15 November 2016 - 19:12:23 WIB

    Polres Solsel Ciduk Petani yang Jual Sabu

    Polres Solsel Ciduk Petani yang Jual Sabu SOLSEL, HALUAN- Jajaran Satuan Narkoba Polres Solok Selatan (Solsel) meringkus pengedar narkoba jenis sabu yang berprofesi sebagai petani, AG (28) di Titian Kawek, Nagari Lubuk Malako, Kecamatan Sangir Jujuan tanpa perlawanan.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]