Korban Abrasi Pantai Terima Beras Busuk


Rabu, 16 September 2015 - 19:14:05 WIB

Yarni, salah seorang warga penerima bantuan kepada Haluan mengatakan, pem­bagian sembako yang disertai dengan dua karung beras seberat 20 kilogram tersebut, diterima dua tahap oleh korban abrasi yang berjumlah 7 kepala keluarga (KK).

“Bantuan tahap pertama kami terima dari Pemko Pariaman melalui Dinas Sosial pada Senin di akhir Agustus lalu. Waktu itu, bantuan diserahkan langsung oleh Walikota Pariaman berupa mie instan, minyak go­reng, sarden, gula dan beras sebanyak dua karung. Pada penyaluran bantuan tahap pertama ini, semua sembako yang dise­rahkan layak konsumsi, termasuk beras yang diberikan kepada 4 KK,” sebut Yarni dengan suara serak.

Namun selang satu hari kemudian, datang lagi bantuan beras melalui Dinas Sosial juga yang penyerahannya didampingi Kepala Desa Balai Naras, Ridwan. Bantuan tahap kedua yang diterima 7 KK inilah yang tidak layak konsumsi atau busuk.

“Yang namanya bantuan tentu kita terima juga, walaupun kondisinya pada waktu penyerahan memang sudah dike­tahui juga tidak layak konsumsi. Namun pada hari ini sengaja kita laporkan pada pihak media karena beras bantuan tahap kedua tersebut memang sudah busuk dan berulat,” kata Yarni.

“Artinya, kalau kami makan juga akan menimbulkan masalah baru, atau bahkan mungkin bisa mendatangkan penyakit. Sementara kebutuhan konsumsi harian kami sudah habis, sedangkan beras pengganti ataupun bantuan yang baru belum juga datang,” pungkas Yarni didampingi Upik, sesama korban bencana abrasi pantai.

Kepala Desa Balai Naras, Ridwan ketika dihubungi Haluan, membenarkan bahwa beras tersebut dalam kondisi tidak layak konsumsi saat disalurkan. “Memang kon­disinya demikian, berasnya sudah berkutu. Namun karena tidak ada lagi stok beras, maka terpaksa juga diberikan pada korban bencana, itupun atas kemauan masyarakat penerima,” katanya.

Kabag Humas Pemko Pariaman, Hendri beralasan, bahwa peyaluran beras tersebut atas persetujuan Kepala Desa Balai Naras dan permintaan masyarakat sendiri.

“Beras tersebut merupakan stok untuk bencana yang didatangkan melalui per­mintaan ke Dinas Sosial Provinsi Sumbar sekitar sebulan yang lalu. Kemudian distok di gudang BPBD Desa Air Santok, dan lagi pula stok beras cadangan tidak ada lagi pada waktu tersebut, itupun atas persetujuan Kepala Desa-nya,” tutup Hendri. (h/mg-man)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]