Bawaslu Terkendala Kampanye di Medsos


Rabu, 16 September 2015 - 19:46:34 WIB

Ia mengatakan, me­nga­tasi hal ini pihaknya sudah me­lakukan pertemuan ma­ra­ton dengan Bawaslu Pro­vinsi dan pusat, KPID pusat dan daerah rangka mencoba menyamakan persepsi pe­nga­wasan kampanye di me­dia. Jika kampanye di me­dia massa sudah memiliki batasan-batasan yang jelas, tapi tidak bagi media sosial.

“Kami berharap peserta, tim sukses dan masyarakat dapat mentaati kaidah ber­kampanye. Karena untuk men­jerat pelaku kampanye hitam di medsos agak sulit disebabkan luasnya cakupan wilayah.  Misalnya saja orang di daerah Jakarta bisa saja melakukan kampanye di akun sosialnya untuk meng­kampanyekan salah satu paslon. Nah, untuk itu kita terus melakukan koordinasi ba­gaimana paling tidak da­pat melakukan pencegahan-pen­cegahan terhadap ke­mung­kinan kelemahan atau keter­batasan penegakan hukum terkait kampanye di media sosial tersebut,” ujarnya.

Pengawasan di media sosial ini mutlak dilakukan, karena hingga kini maish belum terjangkau oleh wila­yah hukum.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Sumbar Aer­ma­deopa mengatakan, hal ter­sebut memang sulit untuk dikaji karena medsos tidak mempunyai wilayah yang riil. Hal ini terjadi tidak hanya pada pilkada serentak kali ini saja, namun sudah sejak Pileg, Pilpres dan su­dah menjadi fenomena me­narik. Namun susah un­tuk dijangkau.

“Jadi memang wilayah kewenangan Panwaslu ke arah sana juga terbatas, pe­raturan yang mengikat ten­tang itu juga belum ada. Nah kalaupun nantinya me­mang ada di­temukan kejangalan-ke­ja­ngalan atau katakanlah itu pelanggaran di Medsos, da­lam hitungan menit bah­kan detik mereka dapat men­g­hi­langkannya atau di­hapus oleh yang ber­sang­kutan,” pungkas Aer­ma­depa. (h/mg-rin)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 22 Desember 2015 - 03:07:14 WIB
    MK-Fauzi Lapor Bareskrim

    Bawaslu Putuskan Bukan Pelanggaran

    PADANG, HALUAN — Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Muslim Kasim-Fauzi Bahar (MK-Fauzi) tidak menerima hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar yang telah meme­nangkan pasangan Irwan Prayitno dan Nasru.
  • Jumat, 18 Desember 2015 - 03:30:33 WIB
    Soal Dugaan Ijazah Palsu NA

    Bawaslu Diminta Teruskan ke KPU dan Polisi

    Bawaslu Diminta Teruskan ke KPU dan Polisi Kendati Pilgub Sumbar sudah selesai dilaksanakan sejak 9 Desember 2015 lalu, tak serta merta membuat pendukung calon, baik yang unggul maupun belum unggul bersantai-santai. Pihak-pihak terkait menemukan indikasi kejanggalan i.
  • Kamis, 17 Desember 2015 - 04:05:41 WIB

    MK-Fauzi Laporkan IP-NA ke Bawaslu

    PADANG, HALUAN — Enam hari pascapilkada serentak Pasangan Calon (Paslon) gubernur dan wakil nomor urut 1 Muslim Ka­sim-Fauzi Bahar (MK-Fau­zi) mendatangi Badan Pe­nga­was Pemilu (Bawaslu) Sumbar, karena mene­mu­kan se.
  • Rabu, 09 Desember 2015 - 03:23:50 WIB

    Tim Relawan IPNA Dilaporkan ke Bawaslu

    PADANG, HALUAN — Sehari jelang pemilihan kepala daerah, 9 Desember 2015, tim relawan Irwan Pra­yitno(IP)-Nasrul Abit(NA) Syaiful dilaporkan seorang warga ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumbar..
  • Selasa, 06 Oktober 2015 - 19:46:48 WIB

    Bawaslu Laporkan KPU Sumbar ke DKPP

    PADANG, HALUAN — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Barat mengeluarkan dua rekomendasi terkait ter­dapatnya permasalahan re­kening dana kampanye pa­sangan calon (paslon) gubernur dan calon wakil gubernur Sumbar..


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]