Demokrat Pertimbangkan Loyalitas Kader sebagai Pengganti


Kamis, 17 September 2015 - 19:39:07 WIB

Dalam penjelasannya, Sekwan Syamsurizal men­ye­but­kan alasan pem­ber­hen­tian anggota fraksi D­e­mo­krat karena yang ber­sang­kutan dipastikan maju dan telah terdaftar sebagai calon Bupati Solok tahun 2015. Se­bagai mana aturan pelak­sanaan Pilkada, anggota DPRD yang  telah dite­tapkan sebagai calon pada Pil­kada, harus me­ngun­dur­kan diri dari jabatannya sebagai wakil rakyat.

“Atas alasan itu, sejak tanggal 24 Agustus 2015, Agus Syahdeman resmi di­ber­hentikan dengan hormat sebagai anggota dewan,” kata Syamsurizal.

Tidak dijelaskan kapan dilaksanakan Pergantian Antar Waktu (PAW) setelah mundurnya Agus Syah­de­man, tetapi yang pasti dari 35 orang jumlah anggota DPRD Kabupaten Solok, sampai dilakukan per­gan­tian ber­kurang menjadi 34 orang.

“Pelaksanaan PAW kita menunggu proses dari Partai Demokrat dan pengusulan KPU, “ papar pimpinan Sidang Yondri Samin.

Terkait pelaksanaan PAW ini, menurut Ketua  KPU Kabupaten Solok  melalui komisioner Divisi Sosialisasi Jons Manedi, pihaknya akan menunggu surat lanjutan dari DPRD terkait permohonan calon PAW yang memiliki suara terbanyak  kedua setelah Agus Syahdeman.

“Sesuai aturannya, DPRD akan meminta ke­pada KPU untuk mengirimkan nama pemilik suara terbanyak be­rikutnya pada pemilu yang lalu. Berdasarkan surat dari KPU itu, DPRD nanti akan mem­bahasnya, sebelum me­ngajukan penerbitan SK PAW kepada Gubernur. Waktu untuk proses ini 60 hari ,” terang Jons.

Sementara itu, Agus Syah­deman membenarkan jika dirinya telah resmi berhenti dari anggota dewan. Namun terkait pelaksanaan PAW ini, pihaknya masih akan melakukan pem­ba­hasan di tingkat internal Partai Demokrat. Pihaknya bah­kan belum mau ber­komentar banyak terkait siapa yang bakal menjadi penggantinya untuk 4 tahun kedepan.

Agus yang masih men­jabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Solok ini  menyebutkan, secara  normatif memang yang yang akan menjadi PAW adalah caleg yang me­miliki suara terbanyak beri­kut­nya setelah dirinya. Na­mun semuanya tergantung kepa­da loyalitas dan mili­tan­si kader pada pelak­sa­naan pilkada nanti.

“Kami belum putuskan, tak mesti suara terbanyak kedua, bisa saja pemilik suara terbanyak 3 atau 4. Kita ingin lihat dulu mi­litan­si kader pada pilkada ini. Dan partai juga berhak un­tuk merekomendasikan,” tandasnya. (h/ndi)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]