Sawah Dialihfungsikan, Padang Tak Mampu Surplus Beras


Kamis, 17 September 2015 - 19:43:48 WIB

Namun, realisasi pro­duksi padi di Kota Padang melebihi target yakni 4,02 persen atau 90.063 ton dari target 88.609 ton. Hanya 0,8 persen lagi, maka Kota Pa­dang sudah bisa menjadi salah satu daerah di Sumbar untuk swasembada pangan.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Peternakan Per­kebunan dan Kehutanan  Kota Padang Heryanto Rus­tam, Rabu (16/9), Kota Padang memang tidak bisa mendapatkan penghargaan surplus beras itu untuk ta­hun 2014 lalu, karena capaian Dispernakhutbun hanya 4,­02 persen, sedangkan syarat mutlaknya harus 5 persen.

“Jadi untuk produksi beras kita di tahun 2014 melebihi target. Namun, kita tidak penuhi syarat untuk surplus beras yang 5 persen,” ucapnya.

Ia menambahkan, Peme­rintah Kota Padang sudah tiga tahun mendapatkan penghargaan sebagai kota yang surplus beras, yakni dari tahun 2010-2013, se­dangkan untuk tahun 2014 Kota Padang melebihi pro­duksi tapi tak memenuhi syarat surplus beras.

“Untuk penilaian tahun 2015 ini belum dimulai, karena penilaian itu akhir tahun-awal tahun berikut­nya. Jadi hasil yang keluar selarang itu untuk tahun 2014, makanya kita yakin tahun 2015 yang penilaian tahun 2016 mendatang kita mendapatkan itu lagi,” te­rang Heryanto Rustam.

Sementara itu, target produksi mulai tahun 2012 untuk pemerintah Kota Pa­dang sebanyak 75.690 ton terealisasi 78.699 ton (pe­ningkatan 5 persen).

Tahun 2013 target pro­duksi padi 79.214 ton, tere­alisasi 86.580 ton (pening­katan 10 persen). Tahun 2014 target produksi 88.609 ton, realisasi produksi 90.­063 ton (peningkatan 4,02 persen).

“Untuk tahun 2015 ini target produksi kita 86,784 ton, hingga sekarang kita sudah mencapai 63 persen atau 58.784 ton. Kita op­timis bisa melebihi target produksi hingga di atas 5 persen,” ulasnya lagi.

Memang ada beberapa kendala yang dihadapi oleh Kota Padang dalam target swasembada pangan ini, tambah Heryanto Rustam. Seperti lahan tanaman padi yang semakin berkurang, petani banyak menanam padi pada bulan Juni, Juli, Agustus, dan September.

“Alhamdulillah seka­rang ada penambahan lahan kita lagi sebanyak 20 ha. Luas lahan kita semuanya 6.574 ha,” katanya lagi.

Namun, Heryanto Rus­tam terus berupaya untuk melebihi target panen de­ngan berbagai upaya, yakni melalui kegiatan pengem­bangan optimalisasi lahan (POL).

Berikutnya, kegiatan per­baikan jaringan irigasi tersier, bantuan pupuk dan benih bagi petani, distribusi pupuk bersubsidi.

Dan, penyuluhan dan pengembangan, kegiatan unit pengelolaan pupuk or­ganik yang bertujuan untuk mengembalikan kesuburan tanah. Bantuan alat mesin pertanian seperti hand­trak­tor, pompa air sawah.

“Upaya ini kita lakukan untuk mencapai dan men­dukung swasembada pangan hingga tahun 2017 sesuai dengan program nasional,” tutup Heryanto Rustam.

Lahan Menyusut

Menurut Kepala Dinas Pertanian Peternakan Per­ke­bunan dan Kehutanan (Dispernakhutbun) Kota Padang Heryanto Rustam, penyusutan lahan pertanian memang disebabkan oleh semakin banyaknya pe­ru­mahan.

Diperkirakan luas lahan pertanian berkurang sete­ngah persen setiap tahun dari luas lahan yang dimiliki Kota Padang 6.574 ha.

Bila kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mung­kin rentang waktu 10-20 tahun ke depan, ket­ersediaan lahan pertanian produktif di Kota Padang ini akan berkurang.

“Sekarang lokasi men­dirikan bangunan peruma­han dan tempat usaha se­akan tidak tebang pilih, sawah produktif pun jadi. Makanya kita selalu mem­perhatikan petani supaya tidak menjual lahannya un­tuk perumahan,” pungkas­nya. (h/ows)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 23 November 2018 - 13:21:13 WIB

    1.200 HA Sawah Kekeringan, Irigasi Koto Tuo Butuh Perbaikan Mendesak

    1.200 HA Sawah Kekeringan, Irigasi Koto Tuo Butuh Perbaikan Mendesak PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Sekitar 1.200 hektare sawah di Kota Padang masih terdampak kekeringan. Hal ini disebabkan belum diperbaikinya Irigasi Koto Tuo yang rusak akibat banjir bandang tahun 2016 lalu..
  • Jumat, 23 Februari 2018 - 10:58:13 WIB

    Jerit Pilu Petani Padang, 1.034 Hektare Sawah Kekeringan

    Jerit Pilu Petani Padang, 1.034 Hektare Sawah Kekeringan PADANG, HARIANHALUAN.COM— Ratusan petani menggelar unjuk rasa ke Balai Kota Padang, Kamis (22/2). Aksi ini dipicu bencana kekeringan yang melanda Padang sejak beberapa bulan yang lalu. Para petani kini dalam ancaman hidup. .
  • Rabu, 05 Oktober 2016 - 02:49:39 WIB

    Kendaraan Parkir Sembarangan di Sawahan

    PADANG, HALUAN — Disepanjang Jalan Sawahan, badan jalan digunakan untuk parkir kendaraan roda empat yang menga­kibatkan macet dan semrawut. Pemilik kendaraan seperti tidak menghiraukan bahwa kendaraannya akan mengganggu p.
  • Selasa, 02 Agustus 2016 - 16:44:59 WIB

    Irigasi Koto Tuo Lubuk Minturun Jebol, 1008 Hektar Sawah Terancam Kekeringan

    Irigasi Koto Tuo Lubuk Minturun Jebol, 1008 Hektar Sawah Terancam Kekeringan PADANG, HALUAN--Banjir bandang yang terjadi pada hari Senin (1/8) kemarin, mengakibatkan jebolnya irigasi Koto Tuo Lubuk Minturun Padang, (2/8). Kerusakan irigasi ini mengakibatkan 1008 hektar sawah terancam kekeringan..
  • Kamis, 21 Juli 2016 - 18:18:41 WIB

    Warga Sawahan Timur Minta Keluarga Pelaku Mesum di Toilet Masjid Penuhi Denda Adat

    Warga Sawahan Timur Minta Keluarga Pelaku Mesum di Toilet Masjid Penuhi Denda Adat PADANG, HALUAN - Warga Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur terus melakukan protes kepada keluarga pelaku yang diduga melakukan perbuatan amoral, N (18) di dalam toilet Masjid beberapa waktu yang lalu dengan sang kekasih, A .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]