15 Anggota Polresta Padang Jalani Sidang Disiplin


Kamis, 17 September 2015 - 19:57:41 WIB

Pimpinan sidang Waka­polres AKBP Chairul Aziz didampingi dua pendamping mengatakan, pihaknya me­lak­sanakan sidang terhadap para bintara tersebut karena telah melakukan pelang­garan kedisiplinan, peratu­ran kedinasan dan perun­dang-undangan, serta mela­ku­kan hal-hal yang menu­runkan harkat dan martabat citra Polri dan pemerintah.

Dari 15 anggota Polri disidangkan itu, 13 di anta­ranya tersandung penya­lahgunaan narkoba baik sabu dan ganja, kemudian seorang melanggar aturan kedinasan dengan tidak ha­dir sebanyak 360 hari tanpa alasan dan kabar termasuk tidak mengikuti kegiatan operasi dan yang terakhir adalah anggota dengan mela­kukan perbuatan menu­run­kan citra kepolisian, dengan melakukan peneguran ke pengendara dengan cara yang kasar atau tidak sopan.

Atas perbuatan mereka, sidang disiplin digelar seba­gai bentuk pemberian sanksi setelah berkas perkara dipe­riksa Provost Polresta Pa­dang, tinggal menuggu ke­putusan atasan yang ber­hak menghukum (Ankum) kepa­da anggota melalui sidang disiplin.

“Hasil putusan ber­da­sarkan putusan Ankum (Ka­polda Sumbar-red). Kebija­kan dari pelanggaran yang dilakukan itu ada di anta­ranya ditempatkan di tempat khusus (sel) selama 21 hari, mutasi difusi, penundaan kenaikan pang­kat dan atau penundaan mengikuti pen­didikan,” terang Chairul.

Belasan anggota Polri ter­sebut disidang hanya ber­sifat internal, sesuai de­ngan amanat dan kode etik satuan.

Lebih lanjut Chairul me­nga­takan, anggota polisi yang disidangkan itu, seba­nyak lima orang telah men­jalani rehabilitasi di Lido Sukabumi setelah men­da­pat­kan rujukan dari RS Bhyangkara Polda Sumbar atau RS HB Saanin.

Sementara itu, Koman­dan Propam Polresta Pa­dang AKP Sigit Saputra didam­pingi Kasi Ops Ervin Hasi­buan mengatakan, pe­nin­dakan terhadap anggota Polri di wilayah hukum Polresta Padang merupakan tindakan indispliner. Kare­na, telah melanggar keten­tuan kedi­nasan dan kode etik serta menurunkan dera­jat atau

Citra Kepolisian.

Oleh karena itu kata Si­git, seorang anggota dipi­da­nakan tidak terlepas dari peraturan di dalamnya.

“Melanggar berarti patut disidangkan, sebab menjadi seorang anggota Polri itu ada kedudukan yang jelas bukan preman,” paparnya.

Dilanjutkan Sigit, pekan de­pan sidang disiplin ang­go­ta yang terekam video hand­phone yang diunggah pada media sosial (medsos). Ka­sus tersebut terkait anggota Sat Lantas terekam video tersembunyi oleh warga saat penilangan beberapa waktu lalu.

Ia juga menekankan, Pro­­­pam akan menindak ang­gota yang semena-mena dan tidak mematuhi pera­turan sesuai yang berlaku. “Jika ada saja anggota polisi menjentik anggota yang ren­dah pangkatnya, atau ada warga teraniaya karena ulah polisi, pihaknya siap mela­kukan penidakan. Lapor­kan,” tegasnya.

Para anggota polisi yang menjalani sidang disiplin itu berdasarkan Peraturan Pe­merintah RI No2 tahun 2003 tentang Peraturan Disi­plin Anggota Kepolisian Negara RI, hal itu termaktub pada keten­tuan Pasal 27 ayat (2) Un­dang-Undang Nomor 2 Ta­hun 2002 tentang Kepo­lisian Negara Republik In­do­nesia, perlu ditetapkan Per­aturan Pemerintah ten­tang Peraturan Disiplin Ang­­­gota Kepolisian Negara Re­publik Indonesia. Kemu­dian Un­dang-Undang No­mor­ 2 Tahun 2002 tentang Ke­polisian Ne­ga­ra Republik In­d­onesia (Lem­baran Ne­ga­ra Republik In­donesia No­mor 2 Tahun 2002, Tam­bahan Lem­baran Ne­gara Nomor 4168. (h/mg-win)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]