1.000 Hektare Kebun Sawit Terbakar di Silaut


Kamis, 17 September 2015 - 20:00:26 WIB

Menurut keterangan Ca­mat Silaut Samwil, keba­karan telah terjadi sepekan terakhir. Kebakaran itu meng­hanguskan 800 ratusan hektare lahan tanaman sawit warga dan kini sudah me­ram­bat ke dalam kawasan perkebunan PT. Sapta Sen­tosa Jaya Abadi.

“Posisi kebakaran di ping­gir barat bagian selatan Silaut atau berdekatan de­ngan pinggir pantai.  Keba­ka­ran cepat menjalar menu­ju utara seiring musim angin selatan. Kecepatan kebaka­ran juga dipengaruhi kondisi tanah gambut yang kering akibat terjadinya musim kemarau,” katanya.

Ia menyebutkan, hingga kini belum bisa dipastikan penyebab kebakaran. Api diduga berasal dari lahan masyarakat dan kemudian me­rem­bes ke lahan milik perusa­haan. Karena banyak kendala proses pemadam kebakaran agak sulit. Namun kini di lapangan tidak satupun warga yang dit­e­mukan, warga menghindari amu­kan api tersebut.

Disebutkannya, Pemerintah Provinsi Sumbar telah menu­runkan petugas ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan juga investigasi. Selain itu, petugas juga dilengkapi dengan sejumlah peralatan termasuk satu unit mobil pemadam kebakaran dan empat buah pompa. BPBD Pessel juga segera menurunkan mobil kebakarannya.

“Kami sudah menyampaikan laporan tertulis kepada BPBD Pessel terkait kebakaran lahan tersebut hari Kamis (17/9). Lapo­ran itu telah diterima BPBD. Kami meminta ada upaya selan­jutnya untuk memadamkan titik kebakaran. Kini api semakin liar dan sulit dikendalikan dengan peralatan sederhana,” katanya.

Sementara Kepala BPBD Pes­sel Prinurdin menyebutkan, medan untuk sampai ke lokasi sangat berat. Ia belum bisa mem­prediksi strategi pemadaman yang akan dilakukan timnya.

“PT. Sapta Sentosa Jaya Abadi juga telah menerjunkan eskavator untuk membuat parit agar bisa mengisolasi lahan. Setidaknya telah ada parit yang dibuat se­panjang sekilo lebih,” katanya.

Dikatakannya, tim yang terdiri dari BPBD, Dinas Kehutanan, Perkebunan serta aparat lainnya sulit sampai ke lokasi kebakaran. Sulitnya lagi, hingga tim diter­junkan, tim tidak bisa di kontak akibat tidak ada jaringan ponsel.

“Untuk informasi terkini, kami minta warga di luar untuk bersabar, soalnya sangat sulit meng up-date data akibat alat komunikasi terbatas. Jarak lokasi kebakaran dari tugu KTM seki­tar sangat jauh. Kita juga tidak bisa mengirim mobil pemadam keba­karan karena medan jalan yang tidak memungkin. Tim yang ke lokasi menggunakan mobil double gardan,” katanya.

Terkait kebakaran tersebut Direktur LSM Swara Pesisir Rizal Mala menyebutkan, terja­dinya kebakaran disebabkan lemahnya pengawasan dari aparat kehutanan.

“Seharusnya, polisi hutan di daerah ini sudah mela­kukan upaya antisipasi sebelum kebaka­ran terjadi. Soalnya keba­karan sudah sering terjadi, ter­utama dimusim kemarau, artinya sudah ada titik-titik yang menjadi per­hatian khusus aparat terkait,” katanya.  (h/har)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]