Puluhan Hektare Sawah Baru Akan Dibuat


Jumat, 18 September 2015 - 19:56:43 WIB

Dijelaskan, luas lahan pertanian di Kota Padang berkurang setengah persen setiap tahun dari luas lahan yang dimiliki Kota Padang 6.574 ha.

Hal itu ditengarai akibat semakin banyaknya jumlah penduduk di Kota Padang dan semakin banyaknya per­tumbuhan perumahan setiap tahun, sehingga lahan per­tanian semakin sempit.

Secara kasatmata me­mang terlihat, area pertanian di Kota Padang mengalami penyusutan dari waktu ke waktu, yang berdampak pa­da ketersediaan berbagai jenis produk pertanian lokal yang anjlok.

Ironisnya, di antara areal pertanian yang dialih­fung­sikan menjadi kom­pleks perumahan, tempat usaha/bisnis justru di areal yang termasuk produktif, serta tergolong subur.

Jika dikalkulasikan, pe­nyempitan lahan setiap ta­hun mencapai puluhan hek­tare. Bila ditelisik, feno­mena ini ternyata lebih dise­babkan karena peluang eko­nomi dari sektor pertanian tidak lagi menjanjikan. Pe­tani dan pemilik lahan lebih memilih usaha lain bidang perdagangan, jasa dan in­dustri.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (Disper­nak­hutb­un) Kota Padang Heryanto Rustam, mengakui, pe­nyu­sutan lahan pertanian me­mang disebabkan oleh se­makin banyaknya peru­ma­han.

“Bisnis perumahan me­ram­bah hingga ke pinggiran kota, hingga membuat pe­milik lahan begitu bernafsu menjual tanahnya,” ka­ta­nya.

Misalnya, tambah Her­yanto, di seputar Kuranji, harga tanah per satu meter bujursangkar tak jarang di­banderol dengan nilai Rp 1 juta, sehingga pebisnis ber­lomba-lomba membeli la­han di sana.

“Sekarang lokasi men­dirikan bangunan peru­ma­han dan tempat usaha se­akan tidak tebang pilih, sawah produktif pun jadi. Makanya kita selalu me­ngingatkan petani supaya tidak menjual lahannya un­tuk perumahan,” pung­kas­nya.

Sosialisasi ke masya­rakat, baik secara langsung maupun melalui kegiatan resmi pemerintahan sudah sering dilakukan. Namun di luar pengawasan, pemilik lahan diam-diam tetap saja membandel.

Biasanya daerah ping­giran dijadikan sebagai area pertanian sekarang sudah berubah jadi pemukiman dan area bisnis.

Bila kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mung­kin rentang wak­tu 10-20 tahun ke depan, ke­tersediaan lahan per­ta­nian produktif di kota Pa­dang ini akan berkurang.

“Rasanya kami sudah cukup berupaya me­net­ra­lisir keadaan, namun kesa­daran warga tetap saja lemah. Tapi kami tidak patah arang,” pungkasnya.(h/ows)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]