Kasus Pembunuhan Istri Bos Baiturrahmah Belum Kedaluarsa


Jumat, 18 September 2015 - 20:03:59 WIB

Ahli Hukum Pidana asal Universitas Ekasakti, Adi Wibowo menilai polisi wa­jib mengusut kasus kejaha­tan yang dilakukan Umar Jaya di Kota Padang, baik itu dengan menggunakan LP yang lama maupun keluarga korban membuat laporan baru.

“Dalam KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pi­dana) dijelaskan, untuk ka­sus kejahatan dengan anca­man hukuman di atas lima tahun, masa kedaluarsa kasusnya selama 25 tahun. Jadi untuk kasus pembunuhan seperti ini tentu masih sangat mungkin untuk diusut dengan LP yang lama, proses dari 1996 hingga hari ini disebut proses penye­lidikan,” jelas Adi.

Meskipun LP yang lama tidak ditemukan karena beberapa kon­disi, lanjut Adi, pihak keluarga korban pun masih mempunyai hak untuk melaporkan kembali kasus tersebut untuk menjerat pelaku atas kasus kejahatan yang dilakukannya.

“Selain itu, jika memang ia melakukan pembunuhan terha­dap istri bos Yayasan Baitur­rahmah dengan rekan-rekannya, satu temannya yang telah diproses secara hukum dapat dijadikan saksi ‘mahkota’ jika masih hi­dup,” tukas Adi.

Sementara itu, Koordinator Police Watch Sumbar Ilhamdi Taufik saat dihubungi Haluan berpendapat, kepolisian harus melakukan penyelidikan dengan diawali menempatkan masalah satu per satu. Sebagaimana dike­tahui, Umar Jaya memiliki se­a­brek kasus kejahatan yang dila­koninya di berbagai daerah baik di Sumbar hingga luar Sumbar.

“Pisah-pisah dulu kasus-ka­susnya biar terang satu per satu, semuanya harus diusut oleh kepolisian termasuk kejadian di Padang 1996 lalu. Karena tugas polisi membuat terang kasus-kasus pidana. Mulai dulu dari isu yang paling penting terkait penga­kuannya. Untuk kasus pembu­nuhan pemiliki Yayasan Baitur­rahmah ia mengaku menerima imbalan, harus diungkit siapa yang memberi imbalan, apa yang melatarbelakanginya dan lain sebagainya,” ucap Ilhamdi.

Soal keluarga korban mela­porkan kembali atau tidak, lanjut Ilhamdi, terserah kepada keluarga tersebut. Namun, polisi punya kewajiban untuk membuat kasus pembunuhan itu menjadi terang. “Selain itu coba lihat pada ter­dakwa yang telah dihukum, polisi juga bisa berangkat dari situ,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat­reskrim) Polresta Padang, AKP Abdus Sukur Felani kepada Ha­luan mengatakan pada Jumat (18/9), ia baru mengetahui berita penangkapan Umar Jaya saat pelaku telah digiring menuju Payakumbuh, karena sebelumnya pelaku memang termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polresta Payakumbuh.

“Karena DPO di Payakum­buh, maka proses di sana didahu­lukan. Untuk kasus kejahatan yang dilakukan pelaku di Padang, seperti kasus pembunuhan pada 1996, kami akan lihat dulu LP-nya (Laporan). Karena kejadian­nya sudah puluhan tahun yang lalu, tentu arsip-arsipnya sudah cukup, sehingga perlu dicari dulu untuk dipelajari kembali,” ucap Abdus.

Oleh karena itu, lanjutnya, ia belum dapat memastikan kapan akan mengambil tindakan untuk mengusut kembali kasus tersebut. “Yang pasti, sebelumnya sudah ada rekannya yang dihukum, nanti dari putusan tersebut juga akan dikembangkan,” imbuh Abdus.(h/mg-isq)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]