Kebakaran di Silaut Sulit Dipadamkan


Jumat, 18 September 2015 - 20:06:23 WIB

Mobil pemadam kebakaran sejak beberapa hari terakhir telah dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Namun kendaraan pemadam tidak dapat men­jang­kau titik-titik penting. Begitu pula dengan beberapa pompa air, juga tidak bisa dioperasikan karena rata-rata lahan kering.

Terkait kebakaran lahan ter­sebut Kepala BPBD Pessel Pri­nurdin menyebutkan, upaya yang tengah dilakukan untuk mem­batasi gerak api adalah dengan membuat parit agar tak meluas ke lahan. perkebunan milik PT Sapta Sentosa Jaya Abadi.”PT. Sapta Sentosa Jaya Abadi juga telah menerjunkan eskavator untuk membuat parit agar bisa mengisolasi lahan. Setidaknya telah ada parit yang dibuat sepan­jang sekilo lebih,” katanya.

Secara keseluruhan, kategori udara di Sumbar kini sudah mulai tidak sehat. Dari hasil pengu­kuran kualitas udara yang dilakukan Stasiun Global Atmosphere Wat­ch (GAW) Koto Tabang di Agam Sumbar pada pukul 07.00 WIB kosentrasi harian aerosol PM10 (partikel debu) masih berada di level 70 mikrogram permeter kubik dan masih berkategori sedang.

Satu jam kemudian, atau pu­kul 08.00 WIB kualitas udara mulai memburuk dan PM10 berada di level 86 mikrogram permeter kubik. Namun di level itu, kualitas udara masih tetap berkategori sedang. Pada pukul 11.00 WIB kualitas udara belum menunjukan peningkatan, dan PM10 terus merangkak di level 110 mikrogram permeter kubik. Tapi pada pukul 12.00 WIB, kualitas udara mulai berkategori tidak sehat, dan PM10 berada di level 189 mikrogram permeter kubik.

Puncaknya, satu jam kemu­dian atau pukul 13.00 WIB kabut asap bertambah pekat dan ko­sentrasi PM10 menembus level 293 mikrogram permeter kubik. Kondisi udara tidak sehat ini bertahan hingga pukul 14.00 WIB.Sementara sorenya  pada pukul 15.00 WIB kualitas udara sedikit meningkat dan PM10 berada di level 282 mikrogram permeter kubik. Namun pada level tersebut tetap berkategori tidak sehat.

Untuk kategori Indeks Stan­dar Pencemaran Udara (ISPU) berdasarkan kosentrasi PM10, ISPU berkategori baik jika PM10 berada di level 1 hingga 50 mi­krogram permeter kubik, dan level 51 hingga 150, ISPU berka­tegori sedang.

ISPU sudah bisa dikatakan tidak sehat, jika kosentrasi PM10 mencapai level 151 hingga 350 permeter kubik, dan di level 351 hingga 420, ISPU sudah berka­tegori sangat tidak sehat. Semen­tara ISPU masuk kategori berba­haya jika PM10 berada di atas 420 mikrogram permeter kubik.

Staf BMKG bagian Obse­rvasi, Data dan Analisis Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) Koto Tabang di Agam, Albert Nahas, mengatakan, memburuknya kon­disi udara di Sumbar karena beberapa faktor, yakni sumber kabut asap dari bagian selatan Sumatera masih kering. Aki­batnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum bisa diatasi, baik dari faktor cuaca maupun dari usaha pemadaman.

Selanjutnya dari segi teknis, ia menduga ada perbedaan tekanan antara dua lapisan udara yang dekat dengan permukaan. Perbe­daan ini menyebabkan tertahan­nya partikel debu, sehingga dam­pak kabut asap di rasakan di Sumbar.

“Dari bau yang tercium, meng­indikasikan kabut asap yang dirasakan kali ini bersumber dari lokasi yang tidak terlampau jauh dan pencemar yang dibawa bera­sal dari lapisan udara yang cukup rendah,” jelas Albert Nahas.

Ia melanjutkan, kemungkinan lain adalah faktor arah dan kece­patan angin yang membawa polu­tan yang bergerak cukup cepat. Ia mengatakan, setidaknya pengu­kuran kecepatan angin permu­kaan di Kototabang mengin­dikasikan pergerakan udara per­mu­kaan yang cepat.

Pengidap ISPA Fluktuatif

Sementara itu, Dinas Kese­hatan melaporkan Jumlah pengi­d­ap Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibat kabut asap di Sumbar cenderung berfluktuatif. Hingga minggu ke-36 jumlah penderita ISPA mencapai 3.220 kasus. Padahal sebelumnya pada minggu ke-35 sempat mencapai 6.009 kasus.

“Kita memperhatikan jumlah kasus Ispa yang berubah-ubah tiap minggu,” sebut Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Kabid P2PL) Dinas Kesehatan Sumbar, dr Irene, Jumat (18/9) di Padang.

Dikatakan Irene, peningkatan jumlah penderita ISPA akibat terpapar kabut asap lebih banyak di daerah Kabupaten Solok. Data itu didapatkan Dinas Kesehatan melalui seluruh fasilitas kese­hatan yang ada di seluruh kabu­paten/kota.

Berdasarkan data tersebut, pada minggu ke-29 2015, pening­katan kasus ISPA mencapai 3. 192. Pada minggu ke-30 mening­kat menjadi 3.228 kasus. Pada minggu ke-31 meningkat menjadi 3.979 kasus. Pada minggu ke-32 turun menjadi 3.633 kasus. Pada minggu ke-33 meningkat menjadi 4.495 kasus. Pada minggu ke-34 turun menjadi 4.265 kasus. Pada minggu ke-35 meningkat menjadi 6.009 kasus.

Kepala Badan Penang­gula­ngan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Zulfiatno menghimbau masyarakat Kabupaten/Kota yang paling banyak terpapar asap untuk menggunakan masker saat beraktifitas di luar ruangan. Selain itu juga diharapkan memi­ni­malkan kegiatan di luar ruangan.

Hanya saja, hingga kini BPBD belum akan menetapkan status darurat asap di Sumbar. Karena asap tersebut juga tidak selalu dalam kondisi pekat.

Di Sawahlunto, warga setem­pat sempat bernafas lega setelah kabut asap menghilang pasca­hujan lebat Senin (14/9) lalu, kini kabut asap kembali menyelimuti Kota Sawahlunto yang setiap harinya terus bertambah pekat. Hal ini dikawatirkan akan kem­bali menganggu aktivitas dan kesehatan warga.

“Sempat bernafas lega setelah kabut hilang karena diguyur huja lebat senin lalu, kini beraktivitas diluar terutama berkendaraan roda dua mulai dirasakan sesak nafas dan mata menjadi perih,” kata Ardiansyah (31) warga Sari­ngan Sawahlunto kepada Ha­luan.(h/wan/har/mg-isr/mg-rki)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 18 Juni 2020 - 09:07:47 WIB

    Audy Joinaldy Bantu Korban Kebakaran di Nagari Muaro Paneh Solok

    Audy Joinaldy Bantu Korban Kebakaran di Nagari Muaro Paneh Solok HARIANHALUAN.COM - Sebagai wujud empati dan kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kebakaran rumah yang terjadi Rabu pagi, sekira pukul 05.30 WIB, Dr (cand). Ir Audy Joinaldy, S.Pt, M.Sc, M.M, IPM, ASEAN.Eng memberik.
  • Kamis, 14 Mei 2020 - 11:25:37 WIB

    Korban Kebakaran Empat Petak Kedai di Gunung Medan Rugi Ratusan Juta

    Korban Kebakaran Empat Petak Kedai di Gunung Medan Rugi Ratusan Juta Efrizal (45), warga Gunung Medan, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Kamis (14/05), lari terbirit-birit dengan kepala yang belum selesai dipangkas bersama kain pembalut pangkas, pasalnya kedai dekat pan.
  • Sabtu, 14 Maret 2020 - 17:06:20 WIB

    Korban Kebakaran di Lubuk Sikaping Dapat Bantuan Sembako

    Korban Kebakaran di Lubuk Sikaping Dapat Bantuan Sembako PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman, Rahmi Wahidah, menyerahkan bantuan bagi korban kebakaran di Jorong Taluak Ambun Nagari Pauh, Kecamatan Lubuksikaping, Sab.
  • Kamis, 26 Desember 2019 - 16:22:19 WIB

    DPRD Dharmasraya Bantu Korban Kebakaran Pasar Koto Baru

    DPRD Dharmasraya Bantu Korban Kebakaran Pasar Koto Baru DHARMASRAYA,HARIANHALUAN.COM - Ketua DPRD Dharmasraya, Pariyanto bersama sejumlah wakil rakyat lainnya sambangi korban kebakaran Pasar Koto Baru, Kamis (26/12). Dalam kesempatan itu, ia menyerahkan sejumlah sembako kepada ko.
  • Selasa, 24 Desember 2019 - 16:24:14 WIB

    Tinjau Kebakaran di Pasar Koto Baru, Bupati Sutan Riska Serahkan Bantuan

    Tinjau Kebakaran di Pasar Koto Baru, Bupati Sutan Riska Serahkan Bantuan PULAUPUNJUNG, HARIANHALUAN.COM - Tatapan kosong terpancar dari wajah Yusna. Perempuan 60 tahun itu serasa masih belum percaya, bahwa kedai tempatnya menggalas aneka barang kelontong sudah ludes terbakar..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]