Bukittinggi dan Agam Liburkan Sekolah


Ahad, 20 September 2015 - 18:14:54 WIB

“Kami tetap ke sekolah tadi pagi, tapi setelah tiba di sekolah, kami disuruh pu­lang ke rumah, dan tak boleh main di luar rumah. Katanya kabut asap bisa mengganggu kesehatan, sehingga kami diliburkan khusus hari ini. Tak tahu hari Senin apakah masih libur atau kembali ke sekolah,” tutur Rino, salah seorang siswa di Bukittinggi.

Sementara itu, Sekda Bukittinggi Yuen Karnova mengatakan, kondisi kabut asap pada Sabtu ini memang lebih tebal dan pekat dari hari biasanya, dan asap yang muncul juga berbau dan mengandung zat kimia ber­bahaya. Menurutnya, apa­bila terhirup langsung dapat menyebabkan keron­g­ko­ngan gatal dan influenza.

“Kebijakan meliburkan sekolah ini diambil untuk menghindari siswa dari sera­ngan infeksi saluran perna­fasan akut (ispa) akibat kabut asap. Awalnya hanya untuk siswa TK dan Sekolah Dasar saja, namun melihat kondisi kabut asap yang semakin tebal, akhirnya seluruh sis­wa dipulangkan,” jelasnya.

Yuen Karnova belum bisa memastikan sampai kapan anak sekolah di Bu­kittinggi akan diliburkan, mengingat kualitas udara di Bukittinggi selalu berubah tiap waktu dan tiap hari. Menurutnya, jika kabut asap pekat ini masih berlangsung hingga Senin, maka bisa saja hari Senin lusa siswa kem­bali diliburkan. Namun jika kondisi udara membaik, maka proses belajar me­ngajar di sekolah tetap dilan­jutkan.

Dari hasil pengukuran yang dilakukan Stasiun Glo­bal Atmosphere Watch (GA­W) Kototabang di ka­wa­san Palupuh Agam-Sum­bar pada Sabtu 19 Septem­ber 2015 WIB pukul 12.00 WIB, kosentrasi harian aero­sol PM10 (partikel debu) telah mencapai level 436 mikrogram permeter kubik dan berkategori berbahaya.

Menurut Kepala DKK Bukittinggi Syofia Das­mau­li, pemberian masker gratis itu dilakukan di tujuh titik di Kota Bukittinggi, dian­taranya di kawasan Lapa­ngan Kantin, Simpang Aur, kawasan Garegeh, Simpang Mandiangin, Gulai Bancah, Simpang Tembok dan ka­wasan Pasar Atas.

“Masker ini diberikan secara gratis kepada ma­syarakat yang melintas di tujuh titik tersebut. Tak sampai satu jam, masker yang 17 ribu itu habis,” ujar Syofia Dasmauli.

Syofia mengatakan, sebe­lumnya  DKK Bukittinggi juga telah memberikan mas­ker gratis kepada warga sekitar satu minggu lalu sebanyak 16 ribu lembar, dan sebelumnya juga telah pernah menyebar delapan ribu masker.

Sementara Kepala Di­nas Kesehatan Agam Dr. Indra di Lubuk Basung Ming­gu (20/9) kemarin mengim­bau masyarakat terutama anak-anak agar mengurangi ak­tifitas di luar rumah saat kabut asap menebal.

Kemudian mengajak ma­syarakat menggunakan mas­ker dan minum air putih untuk mengantisipasi penya­kit infeksi saluran perna­fasan.

Kepada Puskesmas di­min­tanya agar selalu siaga menangani korban kabut asap dan mendistribusikan masker kepada masyarakat terutapa kepada mereka yang rentan akibat kabut.

Hasil data monitoring radar pemantau atmosfear di Koto Tabang kecamatan Palupuh pada Sabtu(19/9) menunjukan  Indeks Stan­dar Pencemaran Udara (IS­PU) 436 ug/m3 dengan ka­tegori berbahaya. (h/wan/ks)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]