Empat Titik Lahan di Dharmasraya Terbakar


Ahad, 20 September 2015 - 18:17:12 WIB

Seperti kebakaran lahan di bawah Bukit Gunung Medan, salah satu lahan baru saja habis di bersihkan pemilik lahan, ke­mudian lahan tersebut terbakar, bahkan api menjalar besar ke atas bukit, puluhan hektare kebun karet warga setempat habis terbakar.

Dalam peristiwa tersebut, satu unit mobil dan satu rumah warga nyaris habis terbakar, untung saja satu unit mobil pemadam tiba dilokasi. Rumah dan mobil yang terkepung dalan lahan terbakar itu dapat diselamatkan, padahal mobil pe­madam tersebut baru saja menjalankan tugasnya di Pulau Punjung.

Kepala BPBD Dharmasraya, Suwandi HS kepada Haluan dilokasi kebakaran mengatakan, memang pada saat musim kering, kebutuhan akan mobil pemadam kebakaran sangat dirasakan. Hal itu ter­bukti pada musim kemarau saat ini, dalam satu hari ada empat sampai delapan ditelpon warga untuk melakukan pe­ma­daman.

Namun untuk saat ini dari tiga unit mobil pemadam yang ada, hanya dua unit yang dapat dioperasikan karena satu mobil pemadam yang besar, sedang dalam perbaikan.

“Layaknya untuk Dharmasraya, satu unit mobil pemadam satu kecamatan, dari jumlah tersebut harus dimiliki satu mobil unit pemadam yang besar dengan kapasitas air 8 ribu liter untuk ibukota kabupaten,” tuturnya.

Ketika ditanya masalah kebakaran lahan, ia menegaskan, terjadinya kebakaran lahan pada umumnya disengaja oleh pemilik lahan, apabila lahan habis di tebang. Hal itu jelas disengaja, tetapi kalau masih hijau, berarti lahan tersebut memang terbakar dan bukan dibakar.

Menanggapi kondisi yang terjadi di tanah mekar ini, Pj.Bupati Dharmasraya, H.Syafrizal, menetapkan keadaan darurat asap dan kekeringan, artinya segala kejadian terkait hal itu berarti ditangani dengan tanggap darurat.

Seperti halnya dengan kabut asap, BPBD harus tanggap dengan kebakaran lahan, selain itu juga melayani masyarakat yang butuh air bersih. Begitu pula untuk Dinas Kesehatan, juga harus tanggap dengan pengobatan serta mempersiapkan masker. “Seharusnya masker sudah dibagikan minimal separoh atau 2/3 dari jumlah penduduk Dharmasraya,” kata Syafrizal.

Begitu pula jangan sampai ada warga yang kekeringan air bersih untuk dikonsumsi, sedangkan untuk buang air besar dapat dicarikan jalan lain seperti ke sungai. “Yang penting adalah untuk air bersih di konsumsi,” katanya seraya mengajak warga untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.

Sementara dari pantauan Haluan, bencana kabut asap masih saja menyelimuti sebagian besar daerah Dharmasraya. Meskipun dalam beberapa hari belakang ada hujan turun, tapi hal tersebut tidak mengurangi tebalnya kabut asap. Misalnya saja pada Sabtu (19/9) malam, sebagian daerah di Ranah Cati Nan Tigo ini diguyur hujan, tapi yang namanya kabut asap tetap saja masih tebal.

Tebalnya kabut asap, bahkan telah mengakibatkan jarak pandang di Ja­linsum hanya berkisar antara 50 meter sam­pai 100 meter. Hal ini sangat ber­bahaya bagi pengendara motor, apalagi masih banyak pengguna Jalinsum yang masih enggan menghidupkan lampu di siang hari. (h/mdi)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]