Puluhan Persil Tanah Belum Juga Bebas


Ahad, 20 September 2015 - 18:26:38 WIB

Pantauan Haluan kema­rin di sepanjang jalur 40 by pass terutama di Kecamatan Kuranji masih terlihat be­berapa bangunan berdiri di lokasi pelebaran jalur dua.

Masyarakat yang merasa konsolidasinya belum tuntas tetap bersikukuh tidak mau membongkar bangunannya, meski di kiri dan kanan bangunannya tersebut sudah diratakan pihak proyek.

Doni (45), salah seorang warga Sungai Sapiah Ke­camatan Kuranji, mengaku sertifikat tempat warung hariannya berdiri atas nama orangtuanya, dan sampai sekarang dia belum me­lakukan pembongkaran ka­re­na memang belum ada kejelasan dari konsolidasi.

“Saya sudah pernah diun­dang untuk rapat di Balai Kota tapi tetap tidak ada jalan keluar yang pasti. Se­belum membongkar warung ini tentu saya harus men­dapat kepastian dulu kalau tidak nanti saya makan pa­kai apa,” terang Doni.

Ditanya setuju atau tidak tentang pelebaran jalur 40 by pass, Doni mengaku sangat setuju karena diakuinya hal tersebut akan meningkatkan perekonomian di daerahnya. Namun, di balik itu semua tentu proses pelebaran ter­sebut tidak harus merugikan rakyat.

“Hasil konsolidasi se­harusnya saya pindah ke lokasi tersebut (menunjuk lokasi di sebelah kiri wa­rungnya). Namun, di situ masih ada bangunan milik orang lain, kalau saya me­maksa pindah ke situ orang tersebut juga tidak akan terima,” ujar Doni.

Rumida (57), warga di Kecamatan Kuranji juga mengutarakan hal yang ti­dak jauh berbeda dengan Doni. Dia belum mau mem­bongkar bangunan miliknya sebelum tanah pengganti sesuai konsolidasi belum dipancang dan dibuatkan sertifikatnya sesuai dengan apa yang sudah dijanjikan Pemko.

“Selama itu belum ada, saya akan tetap mem­perta­hankan warung ini,” te­gas­nya.

Terpisah, Asisten 1 Pem­ko Padang Vidal Triza me­ngatakan pihakya sudah melakukan berbagai usaha untuk segera menuntaskan pembebasan lahan jalur 40 by pass. Sampai saat ini masih ada 63 persil tanah lagi yang harus dibebaskan.

“Masing-masing 6 di Kecamatan Pauh dan 57 di Kecamatan Kuranji. Tapi itu sudah ada beberapa yang setuju untuk melakukan pembongkaran dan seka­rang kami sedang mendata ulang yang masih belum bersedia beserta perma­salahannya,” terang Vidal.

Dia mengatakan, setelah beberapa waktu dilakukan mapping area perkelurahan, pemko telah melakukan mediasi dengan mengun­dang pemilik tanah ke Balai Kota, di situ pemilik tanah menyampaikan setiap perm­a­salahannya dan pemko juga menyampaikan solusi dan jalan keluar yang dita­warkan.

“Konsolidasi butuh wak­tu dan permasalahannya juga beragam. Ada lokasi pindah konsolidasi masih ditempati pemilik lama, ada juga yang sudah bersertifikat lain, dan belum ada kesepakatan da­lam kaum tersebut. Untuk itu, pembebasan lahan harus dilakukan beriringan de­ngan proses konsolidasi ka­rena kita terus diburu wak­tu,” sebutnya.

Permasalahan lain yang dihadapi tim pembebasan lahan jalur 40 by pass adalah masih adanya persil tanah yang dalam proses penga­dilan se­hingga pemko harus meng­hormati proses pe­ngadilan dan menunggu pro­ses pera­dilan­nya ingkarah terlebih dahulu.

“Sampai saat ini masih ada 20 yang dalam proses pengadilan. Selain itu, juga ada lima kaum yang tiba-tiba menolak konsolidasi karena ada permasalahan dalam kaumnya. Saat ini, pemko mengajukan legal opini kepada kejaksaan agung untuk memfasilitasi konsolidasi tanah-tanah ter­sebut,” ungkap Vidal.

Vidal mengakui perma­salahan yang dihadapi tim pembebasan lahan jalur 40 by pass sangat komplek. Makanya, kerjasama masya­rakat sangat dibutuhkan dan dia menjamin tidak akan ada satu orangpun yang diru­gikan pada proses pembe­basan lahan tersebut.

Apalagi saat ini, pihak proyek terus mendesak un­tuk segera membebaskan lahan di sepanjang jalur 40 tersebut supaya proses pe­ngerjaan bisa terus dilan­jutkan.

“Kami akan membawa setiap permasalahan ini ke rapat Muspida yang akan diselenggarakan dalam wak­tu dekat,” pungkas Vidal. (h/ows)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]