Masyarakat Harus Kurangi Aktivitas di Luar Rumah


Ahad, 20 September 2015 - 18:27:36 WIB

Walikota Padang Mah­yeldi Ansharullah mengaku banyak  mendapatkan pe­san singkat dari warga ter­kait kabut asap. Menurutnya, sejak Minggu (19/9) pagi banyak masyarakat me­lapor­kan kabut asap mulai pekat kembali setelah empat hari yang lalu sudah mulai ber­kurang.

Untuk itu, ia meme­rintahkan SKPD terkait agar terus melakukan peman­tauan serta mengantisipasi dampak kabut asap tersebut.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, ISPU Kota Padang saat ini sudah mencapai 330 ug/m3. ISPU ini masuk kategori tidak sehat,” katanya.

Hal ini perlu disam­pai­kan kepada masyarakat agar masyarakat segera me­la­kukan antisipasi untuk men­jaga kesehatannya. Di anta­ranya yaitu mengurangi ak­tifitas di luar rumah. Dan kalau ke luar rumah guna­kan masker.

“Saya sudah perintahkan kepada Kepala Bapedalda, Kepala BPBD Damkar dan Kepala Dinas Kesehatan untuk memantau perkem­bangan kabut asap ini secara cepat dan mencari  in­for­masi dampaknya dari ma­syarakat sehingga ketika ada kejadian kita lebih siap me­ngantisipasinya. Kita juga sudah koordinasi dengan BMKG. Kalau seandainya kepekatan asap meningkat dari kondisi sekarang, tentu Pemerintah Kota akan se­gera mengambil sikap untuk melindungi anak-anak se­kolah dan masyarakat,” pa­par walikota dalam satu kesempatan Minggu (20/9).

Ia menambahkan, kabut asap ini bukan kejadian yang pertama, tetapi kejadian yang berulang dan kiriman dari daerah lain. Untuk me­nyikapi hal ini, walikota menjelaskan,  perlu mem­berikan perlindungan dan antisipasi kepada masya­rakat.

Pemko Padang melalui Dinas Kesehatan sudah men­distribusikan masker kepada masyarakat. Di sam­ping itu, Dinas Kesehatan juga sudah menyiapkan mas­ker ini, bila kabut asap ma­kin pekat dan ISPU-nya masuk kategori berbahaya, masker ini akan distri­busi­kan kepada masyarakat.

Selain itu, Pemko Pa­dang juga telah berko­ordi­nasi dengan Forkopimda dan gubernur untuk mem­bicarakan hal ini.

“Karena kabut asap ini penyebabnya berasal dari daerah tetangga dan ber­dampak pada daerah kita, kita perlu laporkan hal ini ke pusat agar mereka lebih serius menanganinya. Ke­pada personal/perusahaan yang menyebabkan kabut asap ini tidak perlu ada toleransi kalau perlu ada sikap tegas dari pemerintah, karena ini adalah kejadian yang berulang.

Setiap tahun selalu ter­jadi dan tidak ada antisi­pasinya. Gubernur dan bu­pati/walikota perlu me­nyi­kapi hal ini dengan tegas. Kalau kita tidak tegas ter­hadap masalah ini, berarti kita tidak maksimal me­lindungi masyarakat,” kata Mahyeldi.

Terkait dampak kabut asap bagi kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DK­K) Padang Eka Lusti men­jelaskan, kabut asap ini dapat menyebabkan terjadinya penyakit inspeksi saluran pernafasan akut (ISPA). ISPA ini adalah inspeksi yang parah pada bagian si­nus, teng­gorokan, saluran udara, atau paru-paru. Kon­disi ini menye­babkan fungsi pernafasan menjadi tergang­gu. (h/ows)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]