Suriah Gempur Basis ISIS


Ahad, 20 September 2015 - 18:28:51 WIB

ISIS menduduki Pal­myra, yang mencakup se­buah situs Warisan Dunia Unesco, pada bulan Mei lalu.

Di wilayah lain, sebuah serangan udara di Idlib me­newaskan 17 orang, kata LSM tersebut.

Kota Idlib adalah basis sekelompok pejihad dan militan ekstrem Islam yang menyebut diri mereka seba­gai Tentara Penakluk.

Sumber-sumber militer Suriah yang dikutip oleh Reuters mengatakan, Suriah menggunakan jenis senjata baru yang sangat akurat yang disediakan oleh sekutunya, Rusia.

Sebelumnya, pada hari Jumat (18/9), para menteri pertahanan AS dan Rusia berbicara melalui telepon untuk pertama kalinya da­lam lebih dari satu tahun untuk membahas krisis di Suriah dan sekitarnya.

AS mengatakan, Rusia meningkatan kekuasaan mi­liternya di Suriah seiring dengan berkurangnya ke­kuasaan Presiden Bashar al-Assad terhadap berbagai kelompok pemberontak yang menentangnya.

Inggris dan AS Berbeda

Sementara itu Menteri Luar Negeri Inggris Philip Ham­mond dan Menteri Luar Negeri Amerika Seri­kat (AS) John Kerry me­nun­jukkan sikap berbeda me­ngenai ke­ter­libatan Rusia di Suriah saat melakukan pem­bicaraan di London, Sabtu (19/9).

Setelah pertemuan di kediaman resmi Hammond, Kerry mengatakan Menteri Pertahanan Amerika Serikat dan Rusia telah me­nga­da­kan pembicaraan panjang-le­bar melalui telepon me­ngenai perang melawan Ne­gara Is­lam (Islamic State of Iraq and Syria/ISIS) menu­rut kata laporan media lokal.

Kerry, yang melakukan kunjungan resmi tiga-hari ke Inggris, mengatakan, “Ap­a­kah kami akan menyambut baik bantuan Rusia dalam memerangi ISIL? Tentu saja. Kami telah berbicara menge­nai itu beberapa kali.”

“Tapi pihak lain dalam persamaan ini ialah Assad (Presiden Suriah Bashar al-Assad) dan bagaimana Anda menjelaskan fakta bahwa dia menjadi magnit bagi pe­tempur asing untuk datang ke wilayah tersebut,” ia menambahkan.

Pemerintah Inggris telah dengan jelas menyatakan bahwa kalau yakin serangan udara di Suriah dibutuhkan, itu akan diserahkan ke par­lemen untuk pemungutan suara, kata Hammond.

“Kami terus mengkaji situasi dan kami akan terus berbicara dengan sekutu kami mengenai situasi mi­liter di lapangan,” kata Men­teri Luar Negeri Inggris itu sebagaimana dilansir kantor berita Xinhua.

Namun Hammond me­ngatakan situasi di Suriah menjadi makin rumit karena keterlibatan Rusia.

“Saya kira kami perlu membahas ini sebagai ba­gian dari masalah yang jauh lebih besar: tekanan migrasi, kri­sis kemanusiaan di Su­riah serta perlunya untuk me­nga­lahkan ISIL,” ia me­nambahkan merujuk pada nama lain ISIS.

Kerry menggambarkan fokus baru Rusia dalam memerangi ISIS sebagai peluang untuk mendorong penyelesaian politik dalam laporan BBC.

Menurut Kerry “pangkal masalah” krisis migran di Eropa saat ini adalah ke­kerasan di Suriah. Ia mengatakan Amerika Serikat siap berunding, tapi belum mengetahui apakah Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Rusia siap untuk berunding.

Amerika Serikat telah menyeru Bashar agar pergi, tapi pada Sabtu Kerry kem­bali menegaskan posisi AS bahwa penggeseran itu “ti­dak harus terjadi pada hari pertama atau bulan pertama ... Ada proses saat semua pihak harus bersatu untuk mencapai kesepahaman me­ngenai cara ini dapat dicapai dengan cara terbaik.”

Kerry, yang pada Ming­gu dijadwalkan mengunjungi Berlin, mengatakan pem­bicaraan di London mele­takkan dasar bagi pertemuan mendatang di Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Suriah. (h/kcm)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 27 November 2015 - 20:08:18 WIB

    Turki Tunda Serangan di Suriah

    Ankara, Haluan — Tur­ki yang menjadi anggota NA­TO telah menunda untuk sementara waktu serangan udara ke sasaran-sasaran ISIS di Suriah setelah sebuah pesa­wat Rusia ditembak jatuh di perbatasan Suria.

  • Senin, 03 Agustus 2015 - 19:59:21 WIB

    Jet Tempur Suriah Jatuh di Pasar

    DAMASKUS, HALUAN — Sebuah jet tempur Suriah jatuh menimpa pasar ramai di kota Ariha, Suriah yang dikuasai pemberontak, Se­nin (3/8). Akibatnya, 12 orang tewas dalam insiden itu.

    Kebanyakan korba.

  • Jumat, 27 Februari 2015 - 19:46:14 WIB

    Suriah Desak PBB Tarik Israel

    DAMASKUS, HALUAN — Pemerintah Suriah pada Kamis (26/2) mendesak Dewan Kea­manan (DK) PBB agar mela­kukan tindakan hukum yang diperlukan guna men­dorong Israel mundur dari Dataran Tinggi Golan, yang di.

  • Senin, 23 Februari 2015 - 18:47:56 WIB

    Militer Suriah Bebaskan Jurnalis Swedia

    DAMASKUS, HALUAN — Seorang jurnalis asal Swedia menghilang di wilayah Suriah yang dikuasai militan ISIS. Rupanya, jurnalis ini ditahan oleh militer pemerintah Suriah.

    Untungnya, jurnalis paruh wa.

  • Ahad, 22 Februari 2015 - 18:53:01 WIB

    PBB Siap Rilis Daftar Penjahat Perang Suriah

    JENEWA, HALUAN — Para penyelidik PBB mengatakan telah bersiap merilis daftar rahasia tersangka pelaku kejahatan perang di Suriah dalam rangka mengendalikan peningkatan eksponensial pelanggaran HAM di negara yang diamuk p.


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]