KPU dan Bawaslu Harus Melek Medsos


Senin, 21 September 2015 - 18:50:51 WIB

Menurut Lucius di Ja­karta, penggunaan media sosial untuk kampanye bu­kan lagi persoalan anyar, namun Bawaslu hingga kini masih saja terkendala atas hal tersebut. Harus di­ka­takan Bawaslu memang ter­­lalu lelet dalam me­rancang ins­trumen pengawasan kam­panye.

“Semestinya instrumen pengawasan sudah di­pik­ir­kan dan disiapkan sejak awal bahkan sebelum KPU mem­buat peraturan harus sudah mulai dipikirkan,” katanya.

Lucius menilai pada akhir­nya Bawaslu me­nga­lami hal yang serba sulit karena baru mulai me­ran­cang instrumen pengawasan kam­panye bersamaan de­ngan mulainya masa kam­panye.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas An­dalas Asrinaldi menilai per­kembangan pengunaan med­sos di ranah politik men­jadi trend baru bagi masyarakat, tidak terkecuali un­tuk paslon untuk men­sosialisasikan diri dan me­mobilisasi massa. Untuk itu, hal ini penting juga bagi KPU untuk menjadikan med­sos sebagai tempat men­sosialisasikan pilkada se­ren­tak yang akan dise­leng­ga­rakan 9 Desember 2015 mendatang.

“Karena dengan me­man­faatkan medsos, ten­tunya akan lebih banyak ke­sem­patan untuk merangkul pe­milih pemula untuk meng­gunakan hak dalam memilih calon kepala daerah. Selain itu, di medsos juga dapat diketahui secara langsung apa saja yang menjadi per­masalahan dari para pemilih pemula yang enggan datang memilih, dan dari sana akan bisa dirumuskan solusi atau rancangan untuk mengaet para pemilih,” ujarnya be­berapa waktu lalu.

Sementara itu, untuk Bawaslu atau panwaslu se­bagai pengawas juga harus melek terhadap medsos ini karena pada jaringan ini akan rawan terhadap pe­manfaatan kampanye hitam bagi oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Dengan pengguna in­ternet di Indonesia sudah mencapai 88,1 juta jiwa, pengguna terbanyak usia 13 hing­ga 24 tahun yang me­rupakan kategori pemilih pemula dan anak muda. Maka penggunaan media sosial akan efektif,” ung­kapnya.

Dikatakan juga, saat ini KPU maupun Bawaslu be­lum optimal dalam peng­gu­naan medsos karena banyak aspek. Namun begitu, ia yakin cepat atau lambat pi­hak tersebut akan me­man­faat­kan medsos sebagai sa­lah satu sarana untuk men­sukseskan pilkada serentak ini.

Terpisah, Praktisi Media Sosial Muhammad Irfan megatakan, bahwa saat ini sudah semestinya pe­nye­lenggara pemilu melek ter­hadap perkembangan med­sos untuk mewujudkan pil­kada yang damai, akam dan lancar. Karena menurutnya, berbagai akun sosial seperti facebook, twitter, instagram bisa menjadi salah satu jem­batan bagi KPU untuk men­sosialisasikan dan sekaligus merangkul para pemilih pemula.

“Sedangkan bagi Ba­was­lu sendiri sebagai pe­nga­was, bisa dijadikan teropong un­tuk mengawasi kam­panye-kampanye terselubung di dunia maya,” ujarnya.

Menurutnya, berkaca dari pengalaman se­belum­nya pada pilpres, dan pileg bahwasanya paslon berjuang keras dalam meraih simpati masyarakat dalam medsos yang dibuat oleh pengusung ma­sing-masing paslon. Di­tambah lagi saat ini dengan APK yang ditanggung oleh KPU, medsos merupakan sarana sosialisasi paling murah dan mudah. Untuk itu, KPU dan Bawaslu me­nurutnya, bisa saja be­ker­jasama dengan sejumlah buzzer atau akun-akun besar di Sumbar.

Terpisah, anggota Ba­waslu Sumbar Aermadepa mengatakan, pengawasan di medsos memang sulit untuk dikaji karena medsos tidak mempunyai wilayah yang ril. hal ini terjadi tidak hanya pada pilkada serentak kali ini saja, namun sudah sejak Pileg, Pilpres sudah menjadi fenomena menarik karena banyak terjadi namun susah untuk menjangkaunya ka­rena memang aturan tidak sampai menjangkau kesana. (h/mg-rin/ans)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 03 Desember 2018 - 14:09:43 WIB

    Pemilih Disabilitas Keluhkan Sosialisasi KPU

    Pemilih Disabilitas Keluhkan Sosialisasi KPU PADANG, HARIANHALUAN.COM – Kelompok disabilitas menilai minimnya sosialisasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat partisipasi pemilih disabilitas rendah. Sosialisasi yang diberikan kepada penyandang disabilitas juga dib.
  • Kamis, 05 Juli 2018 - 11:10:40 WIB

    Rekap Suara KPU, Mahyeldi-Hendri Menang Telak di Pilkada Kota Padang

    Rekap Suara KPU, Mahyeldi-Hendri Menang Telak di Pilkada Kota Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM –Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Padang yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu (4/7), menetapkan Mahyeldi - Hendri Septa mendapatkan suara 212,526 atau 62,92 persen..
  • Kamis, 28 April 2016 - 04:38:37 WIB
    12 Ribu KTA Sudah Didistribusikan

    Perindo Siap Diverifikasi KPU

    PADANG, HALUAN — Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Indonesia (DPW Perindo) Sumbar, siap mengikuti verifikasi faktual yang akan dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Partai besutan Hary Tanoesoedibjo itu, juga mengkla.
  • Kamis, 07 April 2016 - 03:31:05 WIB
    Pilkada Jilid II

    Pemprov Sumbar Tunggu Arahan Mendagri dan KPU

    PADANG, HALUAN — Hingga saat ini belum ada keputusan dari Kemendagri dan KPU kabupaten/kota mana saja yang akan menjadi peserta Pilkada serentak gelombang kedua yang dilaksanakan pada 2017. .
  • Rabu, 30 Maret 2016 - 03:58:18 WIB
    Pilkada Payakumbuh dan Mentawai

    KPU Singkronkan Kebutuhan Anggaran

    PADANG, HALUAN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Tim TAPD Pemerintah Kota Payakumbuh dan Kabupaten Mentawai, hingga kini masih men­sing­kron­kan kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pilkada di kedua daerah..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]