Penyidik Harus Kreatif Tindak Pidana Pilkada


Senin, 21 September 2015 - 18:53:15 WIB

“Yang utama adalah kompetensi pe­nyidiknya dulu. Dia harus paham aturan, paham limitasi waktu dan apa-apa saja yang harus dipenuhi,” ujar Bambang, dalam acara diskusi bertema Pilkada Serentak di PTIK, Jakarta Selatan, Senin (21/9).

Di jajarannya sendiri, pihaknya me­lak­sanakan simulasi penanganan tindak pidana pemilu. Hal itu dilakukan agar melatih penyidiknya jika ada laporan tindak pidana pemilu di masa mendatang. Simulasi di­lakukan, khususnya pada persoalan pasal apa yang dikenakan, kajian hukum apa yang digunakan, dan alat bukti apa saja yang harus dikejar.

“Intinya, polisi harus kreatif. Di jajaran saya, tidak akan seperti dulu lagi, tahu waktunya sempit, kita santai saja supaya cepat lewat batas dan tak diusut lagi. Sekarang ini enggak boleh begitu lagi. Harus didorong menjadi, kalau ada laporan, usut. Insya Allah dalam 14 hari itu bisa,” ujar Bambang.

Dia telah menginstruksikan ke penyidiknya agar langsung mengejar bukti jika ada laporan soal tindak pidana pemilu. Soal money politic misalnya, penyidik diharapkan langsung mengejar bukti berupa barang atau uang, pemberi, penerima dan saksi mata. Itu saja, menurut Bambang, sudah cukup mencari unsur pidana.

“Kan nanti penyidik tinggal melengkapinya, misalnya pada saat memberi, dia memberikan pesan apa? Apakah ada unsur menyuruh atau menyarankan memilih pasangan tertentu? Itu saja sudah cukup untuk dikenakan pasal,” ujar Bambang.

Bambang menambahkan, terkadang ada celah hukum di mana si pemberi tidak mengaku bahwa dia berasal dari pasangan calon tertentu. Jika demikian, unsur yang harus dicari adalah bukti keikutsertaan pemberi dalam tim sukses pasangan calon tertentu. “Atau minimal kita cari, dia mengenakan atribut apa? Pasti ada yang mengarah ke situ. Kalau sudah ketemu, pasti kena itu,” kata dia. (h/kcm)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 30 Juli 2015 - 19:22:46 WIB

    Tiga Pejabat Kemendag Dicekal Penyidik Polda Metro Jaya

    JAKARTA, HALUAN  — Pol­da Metro Jaya telah men­­­cekal tiga pejabat Ke­men­terian Perdagangan (Ke­­­me­ndag) berpergian ke luar negeri. Ketiga pejabat itu antara lain dua saksi dan satu tersan.

  • Ahad, 10 Mei 2015 - 19:28:33 WIB

    UU Larang TNI Jadi Penyidik KPK

    JAKARTA, HALUAN — Wacana direkrutnya prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum akan berjalan mulus. Wacana ini terganjal Undang Undang (UU).

    .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]