Hari Ini, Naqsabandiyah Salat Idul Adha


Senin, 21 September 2015 - 19:00:28 WIB

"Pebedaan tidak lah buruk, yang perlu diperhatikan adalah saling menghargai. Karena perbe­daan keyakinan itu sangat wajar," terang­nya kepada Haluan Rabu, (16/9) di kantor Muhammadiyah Sumbar.

Untuk pelaksanaan Idul Adha nantinya kata Rysdi akan digelar di Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumbar. Untuk anggota Muham­madiyah di Kabupaten/Kota diperkenankan untuk menggelar di masjid-masjid yang ada di daerah.

Ditambahkan Sekretaris Mu­ham­madiyah Sumbar, Nurman Agus, pelaksanaan salat Idul Adha akan dimulai pada pukul 06.00 - 09.30 WIB dengan me­man­faatkan badan jalan di dekat Masjid Taqwa.

"Kita sudah minta izin kepada Walikota, Kapolres dan Dishub­kominfo Kota Padang untuk memakai badan jalan. Sehingga selama pelaksanaan salat arus lalu lintas bisa dialihkan," terangnya.

Sementara itu, terkait permin­taan kepada pemerintah untuk memfasilitasi anggota Muham­madiyah untuk beribadah pada Rabu, 23 September tersebut Pimpinan Muhammadiyah Sum­bar telah mengirim surat kepada Gubernur Sumbar.

"Kita sudah kirim surat kepa­da gubernur yang ditembuskan untuk ketua DPRD  Sumbar, Bupati/Walikota dan DPRD Ka­bu­paten/Kota untuk mem­fasili­tasi anggota Muhammadiyah beribadah pada hari itu," tambah Nurman.

Wakil Ketua PWM Sumbar yang juga Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Sumbar, Firdaus di­dampingi Bakhtiar yang juga Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Sumbar menuturkan, ketetapan Idul Adha ini berdasarkan hisab. Hisab tersebut menyatakan hilal muncul pada tanggal 13 Sep­tember 2015 pukul 13.45 WIB. Sehingga, tanggal tersebut dapat dinyatakan sebagai awal bulan Zulhijjah.

"Berdasar metode yang digu­na­kan Muhammadiyah, hisab wujud hakiki, Idul Adha jatuh pada hari Rabu, 23 September 2015," ujarnya.

Sementara itu, merujuk ke­pada keputusan pemerintah yang akan menggelar salat Idul Adha pada 24 September 2015, Pem­prov Sumbar hanya akan mem­berikan libur satu hari penuh kepada Pegawai Negeri Sipil yang akan melakukan salat Idul Adha.

Kepala Biro Organiasi Set­daprov Sumbar, Onzu Krisno di Padang Senin (21/9) menuturkan, berdasarkan ketetapan peme­rintah, salat Idul Adha akan dilaksanakan pada Kamis, 24 September. Sehingga libur untuk PNS hanya satu hari itu saja. "Pada Jumat (25/9) PNS sudah harus masuk lagi," terangnya.

Naqsabandiyah

Sementara itu, tak kurang dari seribu jemaah Tarekat Naqsaban­diyah di Kota Padang akan melak­sanakan salat Idul Adha pagi ini di musala dan masjid Naqsa­bandiyah.

Pimpinan Tarekat Naqsa­bandiyah Kota Padang, Buya Mursyid Syafri Malin Mudo, ketika ditemui Haluan di Musala Baitul Makmur, Kecamatan Pauh menjelaskan, ketetapan jatuhnya Hari Raya Idul Adha pada 22 September telah melalui dasar perhitungan sesuai dengan tun­tunan dalam Islam.

"Kami menghitung dengan metode hisab, seratus hari dari awal Ramadan yang lalu. Tepat besok (hari ini, red), adalah hari ke seratus setelah Ramadan, maka Idul Adha kami tetapkan jatuh pada hari Selasa," ucap Buya Syafri.

Lebih lanjut dijelaskannya, perbedaan penetapan Hari Raya Idul Adha antara Tarekat Naqsa­bandiyah dengan ketetapan peme­rintah (24 September) dan Mu­ham­madiyah (23 September), dinilai sebagai bentuk keberaga­man ilmu dalam beragama. Se­hing­ga tidak perlu diperdebatkan.

"Kalau berbeda dengan yang lain itu wajar. Kami menetapkan dengan metode yang kami anggap benar, Muhammadiyah juga de­mikian, pemerintah juga dengan penghitungan sendiri dan dengan bantuan alat. Jadi semuanya hanya soal metode sehingga tidak perlu dipertengkarkan, yang penting itu bagaimana kita saling menghargai pendapat dan tidak saling menyalahkan, terlebih yang diperdebatkan adalah hari yang suci," lanjutnya lagi.

Untuk pelaksanaan sembelih hewan kurban, imbuh Syafri, Musala Baitul Makmur telah memiliki dua ekor sapi dan lima ekor kambing untuk disembelih. Daging tersebut akan dibagikan kepada jemaah dan masyarakat yang tinggal di sekeliling Musala Baitul Makmur.

Di tempat lain, Khatib Zahar, selaku imam Musala Surau Baru, Pasar Baru Pauh, mengutarakan, pada perayaan Idul Adha tahun ini musala yang juga menjadi basis Tarekat Naqsabandiyah itu akan menyembelih dua ekor sapi dan tiga ekor kambing.

"Biasanya nanti, pagi-pagi sebelum salat Idul Adha ada tambahan hewan kurban dari jemaah. Nanti dagingnya akan kami bagikan kepada jemaah dan warga sekitar musala ini," ucap Zahar. (h/mg-isr/mg-isq)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]