8 SPBU di Sumbar Mulai Jual Pertalite


Senin, 21 September 2015 - 19:05:33 WIB

“Untuk pasokan, tidak ada pembatasan karena jenis BBM tersebut tidak disub­sidi. Namun, untuk di Sum­bar rata-rata SPBU disuplai 8–14 kiloliter,” kata Eks­ternal Relations Marketing Operation Regional (MOR) I PT Pertamina Zainal Abidin, Senin (21/9).

Zainal mengatakan, har­ganya pertalite cukup ter­jangkau karena di bawah harga pertamax dan di atas harga premium bersubsidi, hanya Rp8.300/liter. De­ngan harga itu, pertalite memiliki kadar oktan 90 atau lebih tinggi dari pre­mium dengan kadar oktan 88.

“Jadi kalau pertalite ini tidak dibatasi stoknya sebab dia tidak bersubsidi, tergan­tung kemampuan SPBU yang bersangkutan,” ujarnya.

Meski sudah menjual pertalite, Pertamina memas­tikan pasokan BBM ber­subdisi jenis premium tidak akan berkurang. “Untuk premium tetap, jumlahnya sama, tidak ada pengura­ngan,” kata Zainal.

Untuk tahap perdana penjualan pertalite di Sum­bar difokuskan pada delapan SPBU tersebut, namun jumlah itu akan terus bertambah sesuai kebutuhan masyarakat. “Kita lihat permintaan pasar­nya dulu. Kalau banyak maka akan kita tambah SPBU lainnya,” tutur dia.

Penjualan perdana pertalite untuk wilayah Sumbar ini bertu­juan untuk melihat respon pasar. Zainal menyakini antusias mas­yarakat untuk membeli jenis BBM baru akan tinggi.

“Sejak diluncurkan beberapa waktu lalu sudah banyak yang mempertanyakan kapan pertalite bakal dijual di Sumbar,” katanya.

Dikatakan bahwa dalam wak­tu dekat pihaknya akan melaku­kan uji pasar dan evaluasi terha­dap sejumlah SPBU di Sumbar.

Saat ini PT Pertamina telah memasarkan lima jenis bahan bakar bagi pengguna kendaraan bermotor di Indonesia di antara­nya, Premium (RON 88), Perta­max (RON 92), Pertamax Plus (RON 95), Solar, dan Pertamina DEX. Hadirnya pertalite bakal mengisi ruang antara premium dan pertamax karena pertalite diset dengan RON 90.

Tanggapan Warga

Berbagai tanggapan diutara­kan warga mengenai kehadiran Pertalite di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Padang. Komen­tar positif seputar kualitas perta­lite dan komentar negatif soal harga yang tinggi tak luput men­jadi perhatian warga.

Edo Fajrian (27), salah se­orang pengendara saat ditemui Haluan di salah satu SPBU di Kota Padang mengatakan, keha­diran Pertalite tentu akan lebih baik jika menimbang kualitas yang ditawarkannya, tapi ia berha­rap harga Pertalite dapat lebih bersahabat dengan kantong.

“Saya belum mencobanya untuk mobil saya, tapi kabarnya pertalite lebih irit dan dapat menjaga mesin agar lebih awet. Kalau memang seperti itu tentu bagus karena secara tak langsung dapat memperpanjang umur ken­daraan. Apalagi saya sering ke luar kota untuk untuk bekerja. Tapi, kalau bisa harganya sedikit diturunkan,” ucap Edo.

Di tempat lain, Iwan, seorang sopir angkutan kota (angkot) berpendapat, kehadiran Pertalite tidak akan berpengaruh pada pendapatannya jika memang pertalite tidak hadir untuk meng­gantikan premium, tapi jika dengan kehadiran pertalite meng­hapuskan premium, tentu ia terpaksa mengatur lagi tarif ongkos angkot yang dibawanya.

“Kalau premium masih ada, tentu sopir tetap pakai premium karena pertalite itu lebih mahal. Tapi  jika pertalite datang untuk menggantikan premium tentu akan sangat merugikan. Kami sebagai sopir terpaksa menaikkan tarif lagi. Sedangkan tarif seka­rang saja sudah dianggap mahal oleh penumpang,” lanjutnya lagi.

Iwan juga menyangsikan harga pertalite akan bertahan pada angka saat ini, menurutnya lambat laun harganya akan terus me­ningkat. “Seperti premium yang terus menerus naik. Saya kira pertalite ini juga akan semakin lama semakin naik. Ujung-ujung­nya yang susah itu orang kecil seperti kami para sopir,” tukasnya. (h/mg-rina/mg-isq)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]