Pengawas Tak Temukan Sapi Tak Layak Kurban


Selasa, 22 September 2015 - 19:43:43 WIB

Dengan adanya peme­riksaan hewan kurban dari tim pengawas itu, sebut Mah­yeldi, masyarakat tidak merasa was-was lagi dalam mengonsumsi hewan kurban yang didapatnya.

Tidak itu saja, tim juga mengharapkan masyarakat dapat melaporkan hewan kurbanya sebelum disem­belih guna mencegah pe­nyebaran penyakit hewan ke organ tubuh manusia.

“Dari hasil pemeriksaan dokter hewan tadi tidak ditemui sapi yang ber­ma­salah. Makanya pada hari ini kita berikan label bahwa sapi ini memenuhi persyaratan, diantaranya, bulu bersih, mengkilat, lincah, muka cerah, nafsu makan baik, lumbang kumlah (mulut, mata, hidung, telingga dan anus) tidak kurus,” ujar Mah­yeldi di sela-sela pe­ninjauan hewan kurban.

Terkait kebutuhan he­wan kurban tahun ini di Kota Padang, wako mengun­g­kapk­an, kebutuhan hewan kurban sebanyak 6.200 ekor sapi ditambah kambing 700 ekor.

“Tahun ini mengalami penurunan jika diban­ding­kan tahun kemarin,” jelas Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Dispernakbunhut Kota Pa­dang Heryanto Rustam me­ngingatkan, untuk menjaga agar hewan kurban tetap sehat ada beberapa hal yang penting harus diperhatikan, mulai dari syarat hewan kurban hingga sarana dan peralatan.

“Syarat hewan kurban tersebut sehat yakni sapi tidak dalam kon­disi dikas­triasi (dikebiri), testis buah zakar masih lengkap 2 buah, bentuk dan letaknya sime­tris, umur sapi minimal 2 tahun (yang telah berganti gigi). Sementara itu kam­bing minimal berumur 1 tahun,” ujar Heryanto Rus­tam.

Tidak cacat dalam arti kata tidak pincang, tidak buta, daun telingga tidak rusak, tanduk tidak patah dan tidak kurus. Sudah cu­kup umur dan berkelamin jantan.

Kambing berumur di atas satu tahun yang ditandai dengan tumbuh sepasang gigi tetap. Sedangkan sapi/kerbau berumur di atas 2 tahun ditandai dengan tum­buhnya sepasang gigi tetap.

Selanjutnya, dalam sa­rana dan peralatan yang perlu diperhatikan sarana penampungan, sarana pe­motongan dan sarana pem­bagian daging.

Dijelaskan, pada sisi sara­na penampungan terse­but dianjurkan membuat tenda penampungan agar hewan terlindungi dari hu­jan dan panas matahari, alas tempat penampungan harus dijaga agar tetap bersih dan kering, diberikan minum air bersih dan ma­kan yang cu­kup untuk pe­nampungan lebih dari 12 jam. Se­dangkan penam­pungan yang kurang dari 12 jam tersebut, cukup diberi air minum saja.

Dikatakan, pada sarana pemotongan disediakan bak penampungan darah dibuat dengan ukuran 50x50 cm dan kedalaman 30 cm. Pisau penyembelih harus tajam dan bersih, air dan wadah yang bersih tidak berkarat.

Kemudian, pada sarana pembagian daging tempat daging dan organ harus bersih serta tak berkarat, plastik pembungkus yang bersih dan tidak boleh meng­gunakan plastik hitam.

Selanjutnya, sebanyak 16 orang dokter hewan telah ditugaskan memeriksa 72 titik lokasi penampungan hewan kurban di Kota Pa­dang dan hasilnya tidak ada ditemukan hewan kurban yang bermasalah.

Dikatakan Heryanto, se­lain dari Padang, sapi-sapi kurban didatangkan dari luar daerah seperti dari Pe­sisir, Lampung, Payakum­buh dan daerah-daerah lain­nya. Sapi-sapi tersebut dibeli oleh pengumpul.

Kemudian, lanjut Her­yan­to, untuk mempermudah masyarakat atau pengurus masjid mendapatkan hewan kurban, masyarakat juga diimbau untuk bisa mem­beli sapi di pasar ternak atau langsung kepada peternak-peternak lokal yang ada di Padang.

Di sana, masyarakat atau pengurus masjid bisa me­lihat langsung hewan kurban yang diper­jual­beli­kan. (h/ows)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]