Hari Ini, Jemaah Haji Wukuf di Arafah


Selasa, 22 September 2015 - 19:55:24 WIB

Jemaah kloter 2 embar­kasi Batam tampak sudah bersiap dengan kain ihram melekat di tubuh. Mereka berkumpul di loby dan hala­man hotel yang terletak di Sisya, Makkah. “Barusan telepon perwa­kilan maktab 37, katanya mungkin tengah hari berang­katnya,” tutur Ketua Kloter 2 Batam, Khoi­ruddin, Selasa (22/9/2015)

Khoirudin mengaku, ti­dak diberi jadwal pasti ka­pan waktu keberangkatan. Hasil rapat semalam dengan maktab hanya menghasilkan keputusan jemaah harus bersiap sejak pukul 08.00 WAS. “Dari maktab 37 tadi katanya suruh siap dari pagi-pagi,” tuturnya.

Maktab 37 menaungi 9 kloter yang tersebar di bebe­rapa penginapan. Pihak mak­­­tab yang bertanggung jawab atas transportasi dari penginapan ke Arafah. Di mulut terowongan King Fahd jemaah bergerak menu­ju Arafah. Mereka datang dengan menumpang ken­daraan atau berjalan kaki dengan kondisi berihram.

Tak berbeda dengan je­maah haji Embarkasi Pa­dang. Mereka bersiap me­naiki bus yang akan me­ngangkut mereka ke Arafah.

“JCH ini akan diangkut se­kitar 2.000 bis,” kata Ke­tua Sektor 8 Makkah yang ju­ga Kabid PHU Kemenag Sum­bar, Syamsuir melalui pe­sannya. Sementara itu, pe­tugas haji Indonesia me­mas­tikan persiapan di Ara­fah. Tenda-tenda dan saran pen­du­kung­nya sudah ber­fun­gsi.

“Sudah 99%, karpet su­dah terpasang merata. Ka­mar mandi airnya sudah mengalir. Seluruh water cooler sudah berfungsi. Ten­da-tenda juga sudah ada bagiannya kloter mana dan mana. Mudah-mudahan ini cerminan kesiapan maktab sambut jamaah haji kita,” kata Kepala Satuan Ope­rasional Arafah – Muz­da­lifah – Mina (Armina) Let­kol Abu Haris, kemarin.

Safari Wukuf

Sementara jemaah yang melakukan safari wukuf akan diangkut dengan 10 bus yang sudah dimodifikasi. Terdiri dari empat bus digu­nakan untuk pasien yang berbaring, sedangkan enam bus digunakan untuk pasien yang mampu duduk.

“Ada petugas dan pem­bimbing ibadah yang akan mendampingi mereka,” ujar Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi, dr Thafsin Alfa­rizi, Selasa (22/9).

Ia menambahkan, safari wukuf dan badal haji meru­pakan solusi untuk meme­nuhi kewajiban bagi jemaah berisiko karena kegawatan medik dan berisiko me­ninggal di Padang Arafah.

Hingga saat ini, jumlah badal haji dan safari wukuf masih terus mengalami pe­ru­bahan. Jemaah yang di­badal haji diantaranya je­maah yang meninggal di Tanah Suci. Hingga Selasa pagi, jumlah jemaah yang meninggal seba­nyak 107 orang.

Pan­tau­an­ Repu­blika.­co.id, ri­buan jemaah haji dari berbagai negara mulai me­lin­tasi wilayah Syisyah un­tuk menuju Arafah. Mereka mengenakan pakaian ihram. Laki-laki mengenakan pa­kaian ihram berwarna putih, sedangkan perempuan me­ngenakan ihram dengan warna putih atau hitam atau warna lainnya.

Sebagian dari mereka ter­­li­hat berjalan kaki menu­ju te­­r­o­­wongan yang meng­hu­bung­kan Syisyah dan Mi­na. Me­­reka bergerak dalam ke­lom­­­pok kecil mulai dari tiga orang hingga 20 orang. Me­re­ka­ yang menggunakan kursi ro­­da didorong oleh teman­nya. Sebagian besar mem­bawa tas berukuran sedang, baik tas punggung atau se­lem­pang. Jemaah pe­rem­puan tam­pak­ mencang­klong­ botol minuman ber­ukuran satu liter. Ada juga jemaah yang tampak meng­gendong anaknya berusia kurang dari lima tahun.

Bus-bus juga terlihat wa­ra-wiri di jalan-jalan sekitar Syisyah. Bus-bus itu, mulai dari berukuran sedang hing­ga besar, telah ditempeli sti­ker. Sebuah bus berwarna merah dengan tulisan USA Pilgrim melintas di antara rombongan jemaah yang berjalan kaki. (h/dtc/rol/vie)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]