Warga Keluhkan Layanan PDAM Padang


Kamis, 24 September 2015 - 20:08:04 WIB

Keluhan salah satunya disampaikan oleh warga Parak Arau,  Parupuak Ta­biang,  Komi Chaniago.  Pada Haluan, Rabu (23/9), Komi, mengatakan, air PD­AM yang kerap mati tak   hanya menyulitkan ia dan keluarga, namun juga men­jadi keluhan oleh warga di sekitar tempat ia tinggal.

Komi yang juga tokoh masyarakat di  Parak Arau Parupuak Tabiang menga­takan, hampir setiap saat ia didatangi warga yang me­ngeluhkan air PDAM di rumah mereka yang mati.

“Buruknya layanan PD­AM menjadi  keluhan bagi kami, karena  matinya tidak sebentar. Pada  tanggal 19-22 kemarin  saja misalnya, selama tiga hari berturut-turut air PDAM di tempat  kami  tak hidup sama se­kali,” tutur Komi dengan nada kesal.

Selain pernah tak me­ngalir selama tiga hari pe­nuh, sebelum-sebelumnya, kata Komi lagi, kalaupun  mengalir jarang sekali dite­mukan air PDAM ini hidup seharian dengan  aliran air yang benar-benar lancar.

“Kalaupun tak mati sel­ama berhari-hari seperti ke­marin,  pada pagi hari biasanya selalu rutin mati. Padahal pagi adalah waktu untuk memulai aktivitas. Bagaimana kami akan pergi bekerja, dan anak-anak pergi ke sekolah jika pagi hari air telah dimatikan,”  ucap Komi lagi.

Hal senada juga disam­paikan oleh Warga Peru­mahan Griya Elok, Keca­matan Lubuk Begalung, Pa­dang, Rudi. Disebut Rudi, bukan hanya persoalan ke­rap tak mengalir dengan tak lancar saja, yang juga  mem­buat ia kesal adalah, hampir setiap pekan, yakninya pada hari Sabtu dan Minggu la­yanan air PDAM yang ada di rumahnya selalu mati.

“Sabtu dan  Minggu itu jarang sekali yang hidup, selalu mati dari pagi  hingga sore.  Yang kami sesalkan, ini dimatikan di hari libur, saat kami sekeluarga tengah beraktivitas  di rumah, dan membutuhkan banyak air untuk mencuci, memasak, dan mandi,” ujar Rudi.

Karena air PDAM yang selalu mati  ketika akhir pekan tadi, katanya, tak jarang saat benar-benar bu­tuh air, Rudi dan keluarga harus membeli air galon untuk melancarkan pekerja­an rumah mereka.

“Sering kami harus beli air galon di luar, terkadang sampai lima hingga tujuh galon. Air galon tersebutlah yang kemudian kami guna­kan untuk mandi dan me­masak. Kalau untuk  mencu­ci terpaksa harus ditunda dulu. Jujur air PDAM yang tak lancar ini begitu menyu­litkan bagi kami. Kami ha­rap PDAM memperbaiki layanan yang mereka beri­kan pada masyarakat,” ungkap Rudi. (h/mg-len)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]