Formappi Minta Setjen Buka Data Ijazah DPR ke Publik


Kamis, 24 September 2015 - 20:11:36 WIB

“Saya kira, memang lebih baik jika Sekjen DPR membuka ijazah anggota ke publik. Karena diduga, masih ada anggota DPR yang menggunakan ijasah bodong ini,” ujar Lucius dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (24/9).

Dimana sebelumnya, beberapa anggota DPR sempat kedapatan menggunakan ijazah palsu, meski yang bersangkutan telah membantah penggunaan ijazah palsu tersebut.

Menurut Lucius, bantahan semacam ini sudah lazim. Tapi, yang perlu dilakukan sebenarnya adalah keterbukaan dan kejujuran soal gelar akademik itu.

“Kampus itu juga harus memberi klarifikasi agar persoalan menjadi clear,” kata dia.

Menurut dia, penjelasan terbuka sangat penting mengingat kasus dugaan ijazah palsu anggota DPR sudah menjadi atensi tersendiri di masyarakat. Untuk itu, dia mendesak Setjen DPR membuka data ijazah DPR ini. Apalagi, UU Keterbukaan Informasi Publik sudah menjamin itu.

“Artinya, publik wajib mengetahui ijazah para wakil rakyat ini,” jelasnya.

Majelis Kehormatan Dewan (MKD), jelas Lucius, memang cukup aktif memerangi penggunaan ijasah palsu anggota DPR. Namun dalam perjalanan, pengungkapan serius dari pihak internal DPR untuk memastikan ke­benaran atau dugaan ijazah palsu pada anggota-anggotanya belum jelas perkembangannya.

“Yang pasti harus ada upaya serius untuk mengungkap dugaan ijazah palsu ini. Meng­harapkan pihak internal DPR seperti MKD untuk melakukannya nampaknya akan sia-sia,” ujar dia.

Oleh karena itu, jelasnya, langkah kepolisian untuk membantu pengusutan kasus dugaan ijazah palsu ini patut didukung. Apalagi, ijasah bodong ini merupakan kejahatan intelektual yang luar biasa dan bisa merusak citra pen­didikan di Indonesia.

“Ijazah palsu ini juga berpontensi me­runtuhkan kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas pendidikan tinggi di Indonesia,” katanya.

Untuk itu, dia meminta agar kasus ijasah palsu ini tidak boleh didiamkan atau dipe­tieskan. Sebab, penggunaan ijasah palsu bagi seorang pejabat publik setara dengan aib. Ini kebohongan yang dilakukan secara sadar dan tipuan itu berhasil memperdaya publik.

“Saya tegaskan, ini dosa besar, dosa yang dilakukan secara sadar dan korban yang ditipu adalah masyarakat Indonesia,” ujar dia. (h/inl)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 21 Mei 2015 - 18:58:06 WIB

    Formappi Pertanyakan Rumah Aspirasi

    JAKARTA, HALUAN —Ang­garan Program Rumah Aspi­rasi DPR yang telah cair, ter­nyata belum jelas alokasi dan mekanis penggunaanya. Me­nurut pe­mantauan Forum Masya­rakat Peduli Parlemen (Formappi), ha.


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]