Rombongan Plt Gubri Dihadang Asap


Kamis, 24 September 2015 - 20:31:19 WIB

“Beliau dari perbatasan dari Jambi, ke Riau. Nanti kita lihat kelanjutannya. Agendanya, akan mengunjungi Kemuning,” te­rangnya, Kamis (24/9) usai Salat Idul Adha, di halaman Masjid Agung An Nur Pekanbaru.

Dijelaskan Plt Gubri, kun­jungan Presiden ke Riau tidak lain untuk melihat langsung kondisi asap yang masih men­yelimuti Riau. Begitu juga dengan Karhutla yang terjadi di Riau dan Provinsi Jambi.

Dalam tiga hari ini wilayah Riau sudah diguyur hujan lebat, dan titik api di Riau sudah nihil. Namun kabut asap masih tetap menyelimuti wilayah Riau. Kabut asap ini berasal dari Provinsi tetangga yang masih ada titik api dan asap mengarah ke Riau di bawa angin.

“Upaya kita sudah maksimal, kan sudah saya bilang, angin dan hujan sudah ada, tapi daerah lain masih ada titik api,” ujar Plt.

Hal senada juga dibenarkan Bupati Inhil, HM wardhan. Bah­kan sejak Kamis kemarin, Bupati Inhil dan rombongan sudah be­rada di Selensen, Kecamatan Kemuning.

Selain rombongan Bupati, jajaran dari Polres Inhil juga ikut bertolak ke Kecamatan Kemuning. Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono saat di­kon­fir­masi mengaku sudah menge­rahkan seluruh personilnya yang berada dibawah kedali Polsek Kemuning untuk melakukan pengamanan. Baik keamanan lingkungan hingga untuk me­ngatur arus lalu lintas.

Pada Kamis sore kemarin, Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman bersama Kapolda Riau Brigjen Dolly Bambang Hermawan dan Danrem 031/WB Brigjen TNI Nurendi, lebih dahulu tiba di Kecamatan Selensen. Ditemani Bupati Inhil HM Wardan, Plt Gubri dan rombongan melihat langsung lahan yang terbakar seluas lebih kurang 800 hektare di Desa Lubuk Besar, Kecamatan Kemuning.

Usai meninjau lahan dan me­lihat langsung petugas dari Kos­trad memadamkan api, rom­bongan Plt. Gubenur kembali terbang menggunakan helikopter kembali ke Pekanbaru.

Dihadang Asap

Namun rencana kepulangan Plt Gubri dan rombongan, ter­ken­dala karena dihadang asap di Indragiri Hulu. Buntutnya, kepu­langan Gubri dan rombongan ke Pekanbaru terpaksa dilanjutkan dengan jalur darat.

Kejadian itu bermula ketika Plt Gubri dan rombongan yang diangkut dua unit helikopter, sempat mendarat di Bandara Japura Rengat, usai meninjau lokasi yang akan ditinjau Presiden Jokowi di Inhil.

Maksud kedatangannya ada­lah untuk memantau Posko Kar­hutla yang ada di Bandara Japura.

Namun saat akan kembali melanjutkan perjalan ke Pekan­baru, tiba-tiba saja jarak pandang di Bandara Japura menurun drastis akibat kabut asap yang tiba-tiba tebal. Buntutnya, heli­kopter tidak bisa beroperasi untuk melanjutkan perjalanan ke Pekanbaru.

“Kami baru saja akan be­rangkat ke Pekanbaru, namun tiba-tiba-tiba saja visibility turun, sehingga keberangkatan dengan menggunakan helikopter terpaksa dibatalkan, jelas kepala BNPB Riau, Edwar Sanger.

Dikatakan Edwar, perjalanan akhirnya harus ditempuh dengan menggunakan jalur darat menuju Pekanbaru, karena memang rom­bongan harus kembali dahulu ke Pekanbaru.

Untuk kunjungan Presiden, menurut Edwar Sanger, hingga saat ini belum lagi ada perubahan. “Sampai saat ini bellum lagi ada perubahan jadwal kedatangan Presiden, makanya kami tadi melakukan survei ke Selensen, tambahnya.

Meski kabut asap di Inhu begitu tebal, namun Kepala Ba­dan Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Inhu, Arifwan mengungkapkan sejauh ini tidak ada titik api yang besar di Indra­giri Hulu.

“Kalau kebakaran kecil me­mang ada, namun tidak terlalu signifikan, bahkan tidak masuk dalam pantauan satelit KMS atau BMKG ataupun posko Karlahut di Japura, jelasnya.

Arifwan mengaku sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan darimana asal kabut asap tersebut, namun dari pantauan satelit, titik api masih besar terjadi di Suma­tera Selatan. Arif berharap asap ini tidak terlalu lama, sehingga cuaca di Inhu akan bisa kembali normal seperti sebelumnya.

Begitu juga dengan pernyataan dari kepala BMKG Rengat yang berada di Bandara Japura, yang menyatakan hingga panatuan terakhir pagi (Kamis, red), untuk Riau secara umum termasuk Inhu, tidak terdapat satupun Hot Spot. “Dari pantauan, ada 290 hot spot di Sumatera termasuk Jambi dan Sumatera Selatan, namun dominan di Sumatera Selatan, jelasnya. (hr)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]