Ratusan Jemaah Haji Tewas


Kamis, 24 September 2015 - 20:31:55 WIB

Kepastian jumlah kor­ban jemaah haji Indonesia ter­sebut diperoleh langsung dari Wakil Duta Besar RI di Arab Saudi, Sunarko.

"Kami baru meninggalkan RS Al Jisr Mina bersama Men­ teri Agama dan Dirjen Haji, untuk mengetahui kondisi dan situasi korban. Sampai pukul 16:00 waktu Arab Saudi, dapat di­iden­tifikasi 3 WNI jemaah haji  me­ning­gal dunia akibat musibah di Mina," ujar Sunarko, melalui Direktorat Per­lindung­an WNI Kementerian Luar Negeri RI.

Dua WNI yang diketahui ide­n­titasnya adalah Hamid Atu­wi (laki-laki) asal Surabaya, dan Saiyah (perempuan) asal Batam. Adapun ko­r­ban tewas ketiga ad­a­lah jemaah laki-laki ya­ng belum di­ketahui na­manya.

Jenazah ke­tiga sulit di­iden­ti­fikasi karena tidak ada gelang identitas di ta­ nga­n­nya. Namun, ber­hasil diketahui bah­wa ia be­rasal dari Probolinggo, yang menggunakan Safari Travel. Data korban tersebut sedang dicek lebih lanjut di data haji.

Sementara itu, satu korban asal Indonesia kondisinya masih kritis hingga saat ini. Ia tengah mendapat perawatan di Rumah Sakit Annur, Mekkah.

Dengan demikian, jumlah WNI yang menjadi korban mu­sibah di Mina mencapai 4 orang.

Dilansir dari akun Twitter resminya, otoritas pertahanan sipil Arab Saudi menyatakan bahwa korban tewas mencapai 717 orang. Sedangkan korban luka akibat peristiwa ini men­capai 863 orang.

Menurut Direktorat Per­ta­hanan Sipil Arab Saudi,  musibah itu bermula ketika volume je­maah haji yang akan menjalankan lempar jumrah di Jamarat, sangat tinggi.

Sekitar pukul 07.30 waktu Arab Saudi, Jalan 204 sudah dipenuhi jemaah yang akan me­nuju Jamarat. Namun di per­sim­pangan, terjadi aksi saling dorong karena ada jemaah yang berada di bagian depan berhenti berjalan.

"Volume jemaah yang akan melakukan lempar jumrah Aqa­bah sangat tinggi dan saling bertemu di jalan menuju Jamarat, tepatnya di persimpangan Jalan 204 dan Jalan 223 di Mina. Je­ma­ah saling tumpang tindih," pihak Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi, melalui akun facebook.

Terjadi pertengkaran dan sa­ling injak antara para jemaah. Dalam peristiwa itu, sebagian besar dari mereka terjatuh dan akhirnya terinjak oleh jemaah lain.

Pihak Saudi Red Crescent langsung mengambil inisiatif tindakan untuk mengendalikan situasi untuk mencegah bentrok semakin berlanjut dan menyetop arus para jemaah menuju Jamarat.

Jumlah jemaah sangat banyak kala itu, mencapai ratusan ribu. Awalnya, para jemaah terlibat saling dorong dan kemudian berlanjut ke pertengkaran yang berujung pada jatuhnya para korban jiwa.  Sebagian besar korban adalah jemaah haji dari Mesir dan Afrika.

Dua Korban WNI

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan informasi yang diterimanya terkait jamaah haji Indonesia yang menjadi korban insiden Mina. Hingga saat ini tercatat Dua warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam musibah melempar jum­rah di Mina tersebut.

"Jadi yang sudah kami terima ada WNI yang menjadi korban yakni atas nama Bapak Hamid Atwitarji dan Ibu Syaisiyah Syah­ril Abdul Gafar, tapi itu terus kami konfirmasi," kata Retno dalam siaran persnya, Kamis (24/9).

Lebih lanjut Retno me­negas­kan bahwa dua nama WNI ter­sebut merupakan info yang di­terimanya dari Menteri Agama RI Lukman Hakim. Informasi tersebut diketahui dari gelang di tangan yang tertulis nama jamaah.

Terkait info yang beredar sudah ada 52 orang WNI yang menjadi korban, Retno menegas­kan hal itu belum bisa dijamin kebenarannya. "Soal berita ada 50 orang itu belum dapat dikonfir­masikan kebenarannya," kata Retno.

Berdasar laporan wartawan Republika di Mina, EH Ismail, sejumlah saksi mata kejadian menyebut  tidak kurang dari lima hingga enam orang ikut wafat dalam insiden tersebut. Ketua Rombongan 3 Kloter 21 Solo, Muslih mengaku melihat sekitar lima atau enam orang dari Indo­nesia yang juga wafat.

"Kebanyakan memang bukan dari Indonesia, namun ada lima - enam orang yang sepertinya orang Indonesia," kata  Muslih, yang mengaku melihat langsung para korban tersebut kepada Re­publi­ka, Kamis (24/9).

Kesaksian yang sama juga disampaikan, Tim Kesehatan haji rombongan 9 kloter BTH 14, Pontianak, Ansyarullah. "Saya melihat banyak jamaah Indonesia yang meninggal. Mereka ke­mu­dian dimasukkan ke ambulan," kata Ansyarullah. Salah satu jamaah meninggal yang dikenal Ansyarullah adalah Pak Niro, anggota kloter 48 Probolinggo.

Lempar Jumrah Lanjut

Aktivitas pelemparan jumrah yang dilakukan jemaah haji dari berbagai negara tetap ber­lang­sung. Pelemparan jumrah tidak terganggu dengan adanya insiden maut yang menyebabkan ratusan jemaah wafat.

Wartawan Republika, EH Ismail melaporkan, aktivitas pelemparan jumrah berlangsung normal dan jamaah pun tampak riang bertahalul ria di area pintu keluar jamarat. Hanya saja, pu­luhan petugas keamanan terus berjaga-jaga di jamarat sambil menutup jalan ke arah Jalan Arab 204 yang menjadi lokasi insiden.

Sejumlah jemaah Indonesia malah mengaku tidak tahu ada peristiwa maut tersebut.

Sebelumnya sudah keluar fatwa dari para ulama besar Arab Saudi yang menegaskan bahwa melempar jamarat bisa dilakukan pada malam hari. Tapi banyak juga jemaah berusaha berusaha untuk bisa melakukan lempar jumrah pada waktu seperti yang dilakukan Rasulullah SAW yakni setelah tergelincirnya matahari.

Direktur Jenderal Penye­leng­garaan Haji dan Umrah Ke­men­terian Agama Abdul Djamil me­n­jelas­kan kronologi kejadian. Me­nurut Djamil, peristiwa terjadi di Jalan 204 saat rombongan haji melakukan prosesi lempar jum­rah di Mina. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 waktu setempat.

"Ada serombongan jemaah haji yang jalan, tiba-tiba berhenti. Berdesakan, didesak dari be­lakang," kata Abdul Djamil.

Hingga kini, belum diketahui mengenai kepastian jumlah kor­ban yang berasal dari Indonesia. Sebelumnya, seorang warga ne­ga­ra Indonesia dilaporkan menjadi korban dalam musibah itu.

Hingga saat ini, tim evakuasi dari Konsulat Jenderal RI di Jeddah masih melakukan pen­carian mengenai kemungkinan bertambahnya jumlah WNI yang menjadi korban.

"Dari pengecekan di la­pang­an, diidentifikasi 1 orang jemaah WNI menjadi korban dalam mu­sibah tersebut," ujar Wakil Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Sunarko, melalui Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI.

Menurut Kepala Daker Mek­kah Arsyad Hidayat, di Mekkah, Arab Saudi, baru korban dari Indonesia yang diidentifikasi awal. Namun dia belum bisa memastikan nama dan kloter jemaah tersebut. Infor­masi diperoleh dari pasangan jemaah yang meninggal tersebut.

Arsyad mengatakan jalan tersebut bukan jalan yang biasa digunakan jemaah Indonesia untuk melempar jumrah.

"Jemaah Indonesia telah di­im­bau dan diinformasikan untuk tidak melempar jumrah pada pukul 8-11 WAS karena saat itu sedang ramai-ramainya jemaah lempar jumrah," ujarnya.

Saat berita ini diturunkan, Menteri Agama RI Lukman Ha­kim Saifuddin sedang menuju rumah sakit di Mina,  tempat para korban dirawat.

Konsulat Jenderal RI Jeddah dan KUAI Riyadh saat ini sudah ada di lokasi dan akan membantu memeriksa ke rumah sakit di Mina untuk mengetahui apakah ada WNI yang menjadi korban.

Seorang WNI ditemukan di sebuah RS di Mina. WNI tersebut dalam keadaan sadar dan tengah menjalani perawatan.

Pantauan detikcom di Mina Al Jirz Hospital, Kamis (24/9/2015) sekitar pukul 14.00 waktu Arab Saudi atau 19.00 WIB, terlihat ada seorang WNI yang tengah mendapatkan perawatan. WNI tersebut dalam keadaan sadar dan tak terlihat mengalami luka serius.

Namun, sayangnya pihak RS tak mengizinkan para wartawan masuk ke ruang perawatan, se­hingga belum diketahui identitas WNI yang tengah mendapatkan perawatan itu. Kepastian bahwa jamaah yang tengah dirawat dari WNI itu terkonfirmasi dari tas warna biru yang dibawa sang jemaah. Tas warna biru memang tas khas yang digunakan para jamaah dari Indonesia.

Hingga saat ini, ambulance masih terus keluar masuk RS. Ambulance-ambulance itu mem­bawa para korban insiden di Jl 204 di Mina.

Sementara Wartawan Al Ja­zeera di Makkah, Omar Alsaleh, melaporkan, jumlah meninggal mungkin bisa meningkat. Se­dang­kan Arab News memberitakan, tim pertahanan sipil sedang me­nga­rahkan peziarah mengambil rute lain yang lebih aman dan operasi penyelamatan masih sedang berlangsung.

Cuplikan adegan foto dan video amatir yang tersebar di media sosial menunjukkan orang-orang tergeletak di lantai.

Seorang jemaah Indonesia, Inne Badriani Erawati berusia 74 tahun dari Cimahi, Jawa Barat mengaku beruntung, karena ken­dati menga­lami kesulitan akibat berjejalnya jemaah yang berebut melempar jumrah, dia sempat pulang ke tendanya dengan selamat.

Dia mengaku susah payah pulang ke tenda. Di jalan ada saja orang yang jatuh kecapaian, atau pingsan. Mungkin terjepit juga, tapi belum terjadi kecelakaan itu.

"Untung saya cepat-cepat ke­m­bali, dan memang kan perginya sudah dari subuh. Jadi sedikit kurang padat," jelasnya kepada Ging Ginanjar dari BBC Indo­nesia yang menghubunginya.

"Sesudah melempar jumrah, ya tunailah rukun haji. Bersama sesama jemaah serombongan, sekitar jam sembilan pagi itu, kami memutuskan pulang saja ke tenda karena sudah sangat padat, berdesakan."

"Susah payah pulang ke tenda. Di jalan ada saja orang yang jatuh kecapaian, atau pingsan. Mungkin terjepit juga, tapi belum terjadi kecelakaan itu." "Sempat saya lihat, ada orang Indonesia dirawat dokter di ping­gir jalan, juga seorang Arab."

Inne Badriani belum tahu yang akan dilakukan selanjutnya karena belum mendapat instruksi atau pemberitahuan apapun dari pimpinan rombongan.

Belum lama ini, sebuah crane yang digunakan dalam proses pembangunan terjatuh di Masjidil Haram, Mekkah. Sebanyak 107 orang tewas, termasuk 10 orang jemaah haji asal Indonesia.

Sebelum ini, pada tahun 1990 umat Islam pernah berduka atas musibah tewasnya 1.426 orang jemaah haji akibat saling injak di terowongan Haratul Lisan, Mina. Dari jumlah itu, sebanyak 649 jemaah asal Indonesia. Semoga Allah memudahkan urusan para jamaah dan mereka segera bisa kembali dalam keadaan sehat dan selamat. (h/ro/dtc/kcm/bbc/dn/met)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]