Sarapan, Waktu Makan yang Paling Penting


Jumat, 25 September 2015 - 16:48:09 WIB
Sarapan, Waktu Makan yang Paling Penting

Waktu yang diin­ves­ta­sikan untuk menyiapkan menu sarapan yang bergizi pun sebenarnya sangat kecil dibanding dengan manfaat yang kita dapatkan.

Baca Juga : Viral! Pesta Pelajar di Kantor Bupati Langgar Prokes

“Menu sarapan yang di­pilih sebaiknya adalah menu yang tidak terlalu berat atau berlebihan kalorinya, na­mun tetap penting diper­hatikan komposisi gizinya. Pilih yang ada karbo­hid­ratnya, lemak, protein dan vitaminnya,” papar Inge.

Ia mencontohkan menu sarapan bergizi seperti roti tawar yang dioles margarin dan ditambahkan putih telur serta sedikit sayuran. “Jika tak ingin karbohidrat terlalu banyak bisa diganti dengan roti gandum,” katanya.

Baca Juga : Dokter Reisa: Vaksinasi pada Bulan Ramadan tidak Membatalkan Puasa, Justru Diwajibkan

Contoh lain adalah se­mangkuk oatmeal dengan potongan buah pisang dan susu rendah lemak. “Hindari menu sarapan yang terlalu banyak digoreng karena bisa meningkatkan ka­dar ko­lesterol jahat,” paparnya.

Inge menyarankan agar anak-anak sedini mungkin dibiasakan untuk sarapan, bahkan sejak mereka mulai mengenal makanan padat. “Menu sarapan untuk bayi usia 6 bulan ke atas tentu disesuaikan dengan usianya, tetapi komposisi gizinya tetap harus sama dan ber­variasi,” katanya.

Baca Juga : Pria Lajang Lebih Berisiko Terkena Penyakit Mematikan Ini

Menurut Hardinsyah yang juga Guru Besar Ins­titut Pertanian Bogor (IPB) ini, masih banyak masya­rakat yang salah memaknai sa­rapan. Hal ini mungkin karena masih banyak yang belum tahu manfaat sarapan. Sarapan tidak bisa diartikan makan pagi atau minum pagi saja. Paling tidak, sarapan harus mengan­dung karbo­hidrat dan protein seimbang, ditambah dengan vitamin dan mineral.

“Satu butir telur atau satu gelas susu untuk sarapan masih belum cukup. Paling tidak menu sarapan bisa terdiri dari nasi, lauk pauk berprotein seperti telur, potongan timun atau tomat, sabutir apel atau pisang dan minuman,” paparnya.

Baca Juga : Dokter Maxi: Percepatan Vaksinasi Butuh Peran Seluruh Elemen Masyarakat

“Kebutuhan vitamin dan mineral memang paling sulit dipenuhi saat sarapan. Ber­beda dengan karbohidrat dan protein yang relatif mu­dah didapatkan hanya dari nasi dan lauk. Maka sebisa mungkin tetap sisipkan sa­yuran atau buah dalam sa­rapan,” tambahnya.

Ditjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan Sla­met Riyadi Yuwono me­nam­bahkan bahwa sarapan sangat penting artinya bagi kecerdasan anak.  “Sarapan terutama penting bagi usia anak sekolah. Di usia ini, adalah masa otak masih berkembang yang sangat menentukan kecerdasan berpikir, berperilaku, dan emosional.”

Menurutnya, dengan ke­biasaan sarapan, anak-anak sekolah akan lebih cerdas dan akan bertumbuh men­jadi generasi yang dapat memaju­kan bangsa dan ne­gara. Maka ia selalu men­dukung upaya dari berbagai pihak yang selalu mengin­formasikan tentang sarapan sehat.

Bukan hanya bermanfaat bagi kemampuan berpikir, aktivitas fisik, dan emo­sional. Ternyata, sarapan pun bermanfaat untuk me­ning­katkan kedisiplinan. Har­dinsyah menegaskan, sudah banyak penelitian ilmiah yang membuktikan pen­tingnya sarapan, tetapi ter­kait manfaatnya dalam me­ningkatkan kedisiplinan belum banyak diketahui.

“Sarapan dilakukan dari jam 5 sampai jam 9 di pagi hari. Maka, jika terbiasa sarapan, pasti bangun lebih pagi, baik untuk mem­persi­apkannya maupun makan­nya. Terlebih jika ada batasan waktu masuk sekolah, pasti akan lebih disiplin lagi,” ujarnya.(h/kcm)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]