Wisata Potensial yang Butuh Pengembangan


Jumat, 25 September 2015 - 16:49:41 WIB
Wisata Potensial yang Butuh Pengembangan

Lokasi wisata alam nan hijau dan asri tersebut su­dah lama dibuka untuk um­um, namun gaungnya tak pernah terdengar kencang untuk menarik perhatian wisata­wan untuk ber­da­tang­an. Berbagai per­soalan diang­gap menjadi kendala, se­perti; masyarakat se­tem­pat menilai pemerintah kurang fokus mengurus destinasi wisata tersebut. Namun, berdasarkan pe­nga­laman Haluan ber­tan­dang ke sana beberapa wak­tu lalu, tak dinyana lagi, potensi Angin Berhembus sebagai des­tinasi utama wisata keluarga sangatlah besar.

Baca Juga : Kolam Pemandian Hotwater Boom Solsel Tetap Buka, Satpol-PP Gelar Patroli

Panorama Angin Ber­hembus berjarak sekitar enam kilometer dari pusat Kota Solok ke arah utara, namun terletak di kawasan Kabupaten Solok (sisi ti­mur), tepatnya di Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak. Jika perjalanan dimulai dari terminal ang­ku­tan kota yang terletak di dekat Pasa Raya Solok , pengunjung dapat menuju ke Angin Berhembus meng­gunakan angkutan umum menuju Nagari Aripan. Namun, karena semakin minimnya kendaraan um­um roda empat ke kawasan tersebut, pengunjung dapat menggunakan jasa ojek ya­ng bersileweran di sekitar terminal sepanjang waktu.

Bicara pemandangan yang disuguhkan oleh Pa­no­rama Angin Berhembus, tidak berlebihan kiranya jika lokasi tersebut di­andai­kan sebagai sorga kecilnya Solok. Tentunya, pe­man­dangan biru Danau Sing­karak dikelilingi per­bukitan hijau yang terlihat dari Angin Berhembus akan sangat menenangkan piki­ran yang penat karena se­ab­rek aktifitas melelahkan.

Baca Juga : Hati-hati! Eksploitasi Anak Rawan Terjadi di Wisata Indonesia

Ditambah lagi, ham­pa­ran hijau persawahan dan rumah penduduk yang me­nge­lilingi Singkarak seolah seperti sengaja ditata dalam bentuk paling sempurna. Tak jarang pemandangan tersebut menantang seni­man lukis untuk mengem­bang­kan ka­n­va­s­nya di lo­kasi tersebut.

Selain melihat keelokan yang ada di sekeliling Kabu­paten dan Kota Solok, dari Angin Berhembus juga ter­lihat jelas menjulangnya Gu­nung Marapi dan Sing­galang, tentu saja dengan tidak me­lu­­pakan ke­berada­an Gu­nung Talang yang tampak berdiri mandiri di seberang dua gunung tersebut.

Baca Juga : Sandiaga Uno Mengaku Merinding Saat Salat Isya di Hotel Marbella Anyer, Ada Hantu?

Tak berhenti sampai di situ saja, nama angin ber­hem­bus tentu tak sem­ba­rang dipakai pada lokasi tersebut, karena memang nyatanya semilir angin be­gitu lembut menerpa wajah pengunjung yang tengah menikmati kerindangan alam di lokasi tersebut.

Selain cocok dijadikan kawasan wisata keluarga, Panorama Angin Ber­hem­bus sangat potensial untuk pengembangan wisata ho­mes­tay, camping ataupun jelajah alam. Sekali dua saat akhir pekan datang, tampak beberapa kelompok kawula muda mulai menggunakan lokasi tersebut untuk ber­main game alam (outb­ou­nd), atau ada pula yang sekedar berkumpul untuk menjalin suasana keakraban.

Baca Juga : Pariwisata Era Baru, Sandiaga: Berbasis Alam Terbuka

Meskipun memiliki po­tensi yang menggiurkan, tak disangkal lagi bahwa penge­lolaan Panorama Angin Ber­hembus masih jauh dari kata baik. Terlihat dari masih seringnya dijumpai sampah bertebaran di ma­na-mana tanpa adanya fa­silitas pe­nam­pungan sam­pah yang me­madai. Belum lagi, fasilitas pendukung lain juga terlihat belum seberapa, seperti tem­pat duduk, kedai makanan dan lain sebagainya.

Rice, salah seorang war­ga setempat mengaku kasi­han pada nasib Pa­norama Angin Berhembus yang tak terkelola dengan baik. Ka­ta­nya, saat akhir pekan datang, kunjungan lebih didominasi oleh anak muda yang sekedar ingin merajut asmara di tempat tersebut. Padahal, potensi Angin Berhembus lebih dari se­kedar itu. “Pemerintah seperti setengah-setengah dalam pengelolaannya, cu­kup disayangkan karena potensi yang dimiliki Angin Berhembus sangatlah ba­gus,” katanya.***

 

Oleh:
JULI ISHAQ PUTRA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]